Loading...

Pemanfaatan Limbah Integrasi Itik - Padi

Pemanfaatan Limbah Integrasi Itik - Padi
Ternak itik yang diusahakan berperan sebagai sumber pendapatan harian bagi petani yang mengusahakannya, dan sebagai sumber pupuk organik yang digunakan untuk budidaya hortikultura seperti terong, cabe dan labu kuning. Potensi Limbah Integrasi Itik -Padi Dari hasil pengkajian bahwa jika takaran jerami sebagai pupuk jumlahnya 2ton/ha, maka limbah jerami 3.000 ton dapat digunakan untuk 1.500 ha lahan pertanian.Sekam padi yang dihasilkan sebesar 600 ton/tahun jika diproses, hasilnya setara dengan sekitar 210.000 liter minyak tanah. Jika dinilai dengan rupiah setara dengan Rp.2,1 M (1liter minyak tanah diasumsi Rp. 10.000. )Itik memiliki potensi dan peluang yang besar tidak saja sebagai sumber pangan protein hewani, tetapi juga sebagai pupuk organik atau sebagai energy alternative. Limbah itik dapat dimanfaatkan untuk pupuk organik dan energy jika dimanfaatkan melalui biogas. Umumnya hampir semua jenis bahan organik dapat diolah menjadi biogas antara lain kotoran dan urin. Untuk kotoran ternak baik sapi, kambing , ayam , babi dan lainya. Untuk unggas dapat memproduksi biogas per kg kotoran antara 0,065 – 0,116 m3. Perkiraan nilai tambah dari limbah pertanian Asumsi yang digunakan harga pupuk organik dari jerami padi senilaiRp. 100/kg, pupuk kandang asal ternak Rp. 500/kg, harga minyak tanah setara Rp.10.000/liter, harga LPG asal biogas Rp.10,/iter. Maka nilai tambah yang dapat diperoleh pada integrasi itik dan padi yaitu :Untuk tanaman padi menghasil kan jerami padi yang dapat dijadikan pupuk sebanyak 3.000 ton pupuk organik setara dengan nilai sebesar 300 juta rupiah dan dihasilkan pula sekam yang dapat digunakan sebagai minyak tanah sekitar 210.000 liter bila dinilai dengan uang sebesar 2,1 milyard.Untuk ternak itik menghasilkan kotoran Itik dijadikan pupuk sebanyak 23.597 ton berat kering dihargai sebesar 117.985 juta rupiah atau dijadikan biogas 15.338.050 liter LPG dapat dinilai 153.380 juta rupiahBila 50 % kotoran itik untuk pupuk organik kira –kira 117,985 ton dengan nilai harga 22,9 juta rupiah, bila 50 % untuk biogas setara dengan 7.669.025 liter LPG dinilai kira kira 76,69 juta.Limbah kotoran ternak itik selama ini belum dimanfaatkan secara optimal baik untuk pupuk atau bahan bakar. Limbah kotoran itik mengandung C/N ratio yang rendah yaitu 8, sementara kotoran sapi 24, jerami padi 70. Kotoran ini memiliki nilai yang sangat tinggi karena dapat diolah menjadi pupuk organik/bokashi dan sebagai energy melalui biogas.Pemanfaatan kotoran itik sebagai bahan bakar dapat menghemat biaya sebesar 20,68 %.Perhitungan di atas dilakukan untuk mengestimasi besarnya nilai tambah yang dihasilkan dari limbah pertanian jika dimanfaatkan secara optimal untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan dalam menekan input dan menggunakan energy yang terbaharukan. Adapun keuntungan yang diperoleh dari sistim integrasi ini antara lain (1) berkurangnya biaya produksi akibat penurunan penggunaan pupuk, pestisida dan herbisida serta upah tenaga kerja untuk menyiang rumput, (2) padi/beras yang dihasilkan menjadi padi/beras mendekati organik tentu dapat dihargai jual yang lebih tinggi ,(3) peningkatan mutu dan kondisi lahan karena penggunaan pupuk an- organik yang minimal, (4) biaya produksi itik menjadi lebih rendah karena sebagian besar sumber pakan berasal dari bahan lokal.Sistim integrasi Ternak dan tanaman berbasis bioindustri dengan pendekatan zero waste merupakan penyempurnaan dari sistim intensifikasi padi/tanaman yang telah berkembang di kalangan masyarakat pedesaan. Sistim ini mempunyai tingkat keuntungan yang lebih tinggi dari hasil utama berupa daging ternak, terutama kompos gunanya untuk perbaikan sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Dari aspek sosial, perkembangan sistim ini dapat menekan penyakit ternak, mengurangi pencurian ternak, dan yang lebih penting meningkatkan kepercayaan petani karena meningkatnya aset yang mereka miliki. Penyusun : Sad Hutomo PribadiSumber : Badan Litbang Pertanian Sumber Gambar : wordform.wordpress.com