Loading...

PEMANFAATAN LIMBAH RUMAH TANGGA

PEMANFAATAN LIMBAH RUMAH TANGGA
Mikroorganisme merupakan mahluk hidup yang sangat kecil dengan kemampuan sangat penting dalam kelangsungan daur hidup biota di alam. Mikroorganisme mampu menguraikan bahan organik dan sisa sisa jasad hidup menjadi unsur-unsur yang lebih sederhana. Mikro Organisme Lokal (MOL) adalah mikroorganisme yang dimanfaatkan sebagai starter dalam pembuatan pupuk organik padat maupun pupuk cair. Untuk karbohidrat dapat berasal dari limbah oraganik seperti air cucian beras, singkong, gandum, rumput gajah dan daun gamal. Untuk sumber glokusa berasal dari cairan gula merah, gula pasir, dan air kelapa. Serta sumber mikro organisme berasal dari kulit buah yang sudah busuk, terasi, keong, nasi basi,dan urin. Larutan MOL mengandung unsur mikro dan makro dan juga mengandung bakteri yang berfungsi sebagai perombak bahan organik, perangsang tumbuhan dan juga sebagai agens pengendali hama dan penyakit tanaman, sehingga MOL dapat digunakan sebagai pendekomposer pupuk hayati dan sebagai pestisida organik terutama sebagai fungisida . Limbah rumah tangga merupakan limbah organik yang di hasilkan dari sisa sisa bahan masak ibu ibu rumah tangga yang tergolong menjadi dua yaitu limbah organik dan anorganik. Pada kesempatan ini akan di bahas cara memanfaatkan blimbah rumah tangga yang tergolong limbah organik sebagai (MOL) Mikro organisme lokal / pupuk organik cair. Pelatian ini di tujukan kepada ibu ibu rumah tangga yang berada di lingkungan desa bulurejo kecamatan purwoharjo. Bahan bahan sebagai pembuatan MOL antara lain : Bonggol pisang, Rebung, Limbah dapur sayuran, Limbah buah-buahan sebanyak 5 Kg, Keong mas 1 Kg, Air Leri 10-20 Liter, Gula merah/Putih 500 gr, Air Kelapa 2 Liter, Dekomposer 250 ml. Dan alat alat yang di butuhkan :Pisau Besar 4 Buah, Telenan 4 Buah, Gentong / Drum, Selang Kecil 1 Meter, Botol Aqua 1 Liter. Cara pembuatan : Bahan no 1 dan 2 di cacah/ ditumbuk sampai halus, Semua bahan dimasukkan kedalam gentong/drum. Dicampur dan diaduk, Gentong/drum ditutup dan diberi saluran udara keluar, Setelah 15 hari bahan bisa di Aplikasikan ke tanaman Waktu yang tepat untuk aplikasi MOL ke tanaman : Hasil fermentasi disaring, Bersihkan alat semprot dari pestisida kimia , Semprotkan/kocorkan pada tanaman dengan konsentrasi 1 liter/tangki, Waktu penyemprotan lebih baik sore hari. Audithor : Aan Khunaifi, SP (Petugas Pendampingan Penyuluh Pertanian Desa Bulurejo Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi )