1. Pekarangan Pekarangan adalah sebidang tanah di sekitar rumah yang mudah diusahakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemenuhan gizi melalui perbaikan menu keluarga. Pekarangan sering juga disebut sebagai Lumbung Hidup, Warung Hidup atau Apotik Hidup. Pemanfaatan Pekarang pekarangan yang dikelola melalui pendekatan terpadu berbagai jenis tanaman, ternak, dan ikan, sehingga akan menjamin ketersediaan bahan pangan yang beranekaragaman secara terus menerus, guna pemenuhan gizi keluarga. Manfaat Pekarangan Lumbung Hidup: menanam tanaman umbi- umbian, jagung, dll. Warung Hidup: menanam tanaman sayur-sayuran dan buah-buahan Apotek Hidup: menanam toga yang sewaktu-waktu dapat diperlukan sebagai pertolongan pertama apabila sakit. Peternakan: sebagian halaman dimanfaatkan untuk memelihara ternak untuk dikonsumsi keluarga (ayam, ,itik, burung dl) Perikanan, sebagian halaman dimanfaatkan untuk budidaya ikan (lele, gurami, nila, belut, dll). Pemenuhan gizi keluarga Sumber tambahan pendapatan keluarga Menghemat belanja keluarga atau untuk tabungan Menambah indah dan asri lingkungan serta sebagai tempat rekreasi keluarga Cara Pemanfaatan Pekarangan Berbagai cara untuk memanfaatkan perkarangan dengan optimal tanpa membutuhkan modal yang besar. Tetapi harus menganalisa terlebih dahulu kondisi pekarangan yang kita miliki agar cara pemanfaatannya sesuai dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan. Cara Pemanfaatan pekarangan sbb: Budidaya Organik: Budidaya tanaman di pekarangan sebaiknya dilakukan secara organik untuk menghasilkan produk yang lebih sehat dan berkualitas. Bahan organik bisa diambil dari sisa tanaman, limbah ternak, atau limbah rumah tangga. Budidaya bisa dilakukan dengan: menanam sayuran, tanaman hias, tanaman obat-obatan Daur Ulang: adalah memanfaatkan limbah yang ada untuk bisa dimanfaatkan dan bernilai lebih. Limbah organik rumah tangga bisa diubah menjadi pupuk dan pestisida untuk keperluan usahatani sebelumnya. Pengomposan bisa dilakukan dengan membuat lubang sampah atau bak-bak yang berisi limbah organik. Selain itu limbah organik juga bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak dengan campuran yang pas. Vertikultur: merupakan sistem tanam secara vertikal untuk memanfaatkan lahan yang ada. Vertikultur disarankan jika luas pekarangan sempit karena sistem tanam ini tidak membutuhkan lahan yang luas. Dengan vertikultur akan menghemat lahan dan penggunaan air. Vertikultur bisa dilakukan dengan berbagai cara sesuai kreativitas dan kondisi yang ada. Bisa dengan memanfaatkan bambu, botol-botol bekas yang disusun vertikal atau dengan pipa yang berukuran besar. Vertikultur juga tidak akan menyita waktu yang banyak dalam hal pemeliharaannya. Tabulapot: merupakan penanaman dengan memanfaatkan pot sebagai wadah. Tidak semua tanaman bisa diterapkan dengan cara ini karena harus menyesuaikan dengan ukuran pot yang ada. Pot dan media tanam harus mampu menopang tanaman, menyediakan hara, dan aerasi yang baik. Diusahakan dengan pot dan penataan yang rapi agar menghasilkan efek lingkungan yang lebih hijau dan menarik. Hasil yang didapatkan selain untuk memenuhi kebutuhan pangan juga bisa diperjualbelikan untuk menambah penghasilan. 2. Pola Makan Berbasis B2SA Pangan B2SA atau kepanjangannya Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman adalah aneka ragam bahan pangan, baik sumber karbohidrat, protein, maupun vitamin & mineral; yang bila dikonsumsi dalam jumlah berimbang dapat memenuhi kecukupan gizi yang dianjurkan, dan aman bagi tubuh. Mengapa harus B2SA? Yang pertama bahwa tidak ada satupun jenis pangan yang mengandung zat gizi lengkap yang dibutuhkan oleh tubuh. Ke dua manusia membutuhkan lebih kurang 45 jenis zat gizi (karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air) dalam jumlah cukup dari berbagai jenis makanan untuk hidup sehat, aktif dan produktif. Untuk itu agar seseorang bisa memenuhi zat gisi lengkap didalam tubuhnya maka harus mengkonsumsi makanan yang mengandung unsur B2SA. Sumber Daya manusia yang sehat dan berkualitas merupakan modal utama dalam pembangunan. Oleh karena itu untuk hidup sehat, aktif dan produktif manusia memerlukan gisi yang diperoleh dari makanan. Untuk memenuhi kebutuhan gisi perlu mengkonsumsi pangan yang beragam, bergisi, berimbang dan aman setiap hari. Dari pekarangan rumah, kita memperoleh sumber makanan yang mengandung unsur B2SA bila kita memanfaatkan secara optimal untuk menanam berbagai jenis tanaman dan memelihara ternak untuk konsumsi keluarga dan lebihnya dapat dijual untuk pendapatan keluarga. Keluarga yang sehat akan melahirkan generasi yang sehat, cerdas dan berkualitas. Veronika Hape Watu, SST (PPL WKPP Wulanggitang I - BPP Boru)