Loading...

Pemanfaatan Pekarangan dengan system Hydroponik Mulai Berkembang di Kepulauan Seribu

Pemanfaatan Pekarangan dengan system Hydroponik Mulai Berkembang di Kepulauan Seribu
Salah satu dampak positif dari terlaksananya Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) adalah mulai berkembangnya pemanfaatan lahan pekarangan masyarakat untuk tanaman sayuran dengan menerapkan system Hydroponik di Kepulauan Seribu. Dengan demikian ketersediaan pangan khususnya sayuran segar untuk masyarakat sekitar Kepulauan Seribu kini dapat diperoleh dari pekarangan-pekarangan produktif milik masyarakat. Budidaya sayuran dengan system hydroponik merupakan jawaban atas masalah dan kendala yang dialami oleh Kepulauan Seribu dalam menerapkan inovasi teknologi pertanian. Beberapa kendala yang selalu menjadi alasan klise sulitnya mengembangkan pertanian dilahan pekarangan adalah kualitas air yang tidak cocok untuk budidaya pertanian, lahan berpasir yang tidak cocok untuk tanaman sayuran, serta lahan yang sangat sempit yang dimiliki oleh anggota masyarakat dalam menerapkannya dilahan pekarangan. Sistem Hydroponik selain dapat dilakukan dilahan yang sangat terbatas, karena dapat dilakukan secara bertingkat (vertikal), juga dapat menggunaan air yang sangat efisien, karena tidak menggunakan air siraman tanaman yang terus menerus. Disamping itu system hydroponik ini tidak perlu harus repot memelihara dengan intensif tanaman setiap saat. Program P2L dilaksanakan di enam Kelurahan di Kepulauan Seribu, dimana pelaksananya adalah Kelompok-Kelompok P2L yang sebagian besar terdiri dari Ibu-ibu rumah tangga yang memiliki waktu luang yang cukup banyak, terutama jika para nelayannya pergi melaut dalam jangka waktu yang lama. Keenam kelompok P2L di Kepulauan Seribu adalah : 1. Kelompok Doa Ibu di Kelurahan Pulau Untung Jawa, 2. Kelompok Seroja di Kelurahan Pulau Lancang 3. Kelompok Kampung Kelor di Kelurahan Pulau Tidung, 4. Kelompok Hijau Lestari di Kelurahan Pulau Pramuka, 5 Kelompok Bougenvile di Kelurahan Pulau Harapan 6. Kelompok Kelapa Hijau di Kelurahan Pulau Kelapa. Pada saat ini program P2L di Kepulauan Seribu sudah memasuki tahap Pengembangan. Banyak sekali manfaat yang diperoleh dari terlaksananya Program Pekarangan Pangan Lestari yang dirasakan oleh anggota masyarakat antara lain : 1. Mudah mendapatkan sayuran yang berkualitas dan harga yang relatif sama dengan sayuran yang biasa didatangkan dari darat, 2. Mengurangi pengeluaran keluarga khususnya untuk makan sehari-hari, 3. Memperolah tambahan pendapatan dengan menjual sayuran yang dipanen kepada tetangga sebelah 4. Memperindah dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Pulau Seribu, terutama dipulau yang memiliki padat penduduk. Dari kualitas produk sayuran yang dihasilkan nampaknya berbeda dengan kuallitas sayuran yang selama ini mereka beli dari darat, hampir semua masyarakat yang pernah mencicipi sayuran hasil hydroponik menyatakan bahwa sayuran yang dikonsumsinya lebih “kres” dan lebih “manis” serta tentunya lebih “segar”. Pemasaran komoditas sayuran hasil panen kelompok P2L ini masih terbatas kepada masyarakat yang ada di Pulau dimana program P2L berada, itupun masih jauh dari permintaan yang kian hari semakin meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan pola konsumsi masyarakat di Kepulauan Seribu yang awalnya hanya mengenal pola konsumsi makan ikan setiap harinya, kini sudah mulai bertambah dengan memilih sayuran. Dengan demikin mulai muncul permintaan terhadap sayuran yang diproduksi dari system hydroponik. Peluang usaha yang prospektif yang harus harus dikembangkan dimasa mendatang. (Didi Setiabudi, Penyuluh Pertanian Madya pada Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta, Tahun 2020)