Loading...

pemanfaatan pekarangan unruk pemenuhan gizi keluarga

pemanfaatan pekarangan unruk pemenuhan gizi keluarga
pekarangan adalah lahan yang ada di sekitar rumah dengan batas pemilikan yang jelas dan tempat tumbuh berbagai jenis tanaman dan tempat memelihara berbagai jenis ternak dan ikan. secara nasional potensi pekarangan seluas 10,3 juta ha atau 14% dari luas lahan pertanian. sampai saat ini pekarangan belum dimanfaatkan dengan optimal. padahal optimalisasi pemanfaatan pekarangan berperan penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui kemandirian pangan rumah tangga. sasaran utamanya adalah kelompok wanita tani (kwt) dan ibu rumah tangga di sekitarnya yang diharapkan mampu meningkatkan peran wanita dalam mengoptimalkan potensi lahan pekarangan. perolehan manfaat yang diharapkan adalah tercukupinya kebutuhan pangan dan gizi keluarga dengan pola makan yang beragam, bergizi, berimbang, aman, sehat dan halal. komponen pemanfaatan pekarangan menanam sayuran tujuan utama menanam sayuran di pekarangan adalah untuk memenuhi kebutuhan gizi dan pendapatan keluarga. selain itu dapat berfungsi sebagai tanaman hias (unsur estetika). menghias rumah tinggal dengan tanaman sayuran dapat dilakukan baik di pekaranngan sangat sempit, sempit, sedang, maupun luas. keunggulan menanam sayuran di pekarangan ini adalah dapat dilakukan secara organik bebas pestisida. hal ini sangat mungkin dilakukan karena ditanam dalam skala kecil oleh ibu-ibu rumah tangga sehingga pemeliharaan dan pengendalian hama dan penyakit tanaman lebih mudah. beberapa kombinasi cara penanaman yang bisa dilakukan antara lain: vertikultur vertikultur dianjurkan untuk pekarangan yang sangat sempit/tanpa halaman, sempit, atau sedang, tetapi tidak menutup kemungkinan digunakan juga pada pekarangan luas. selain untuk menambah populasi tanaman di lahan yang terbatas, vertikultur sengaja dibuat untuk mempercantik pekarangan. variasi vertikultur dapat dipilih baik bentuk maupun bahan. vertikultur dapat dibuat dari bambu, talang air, paralon, gelas bekas air mineral, ataupun mulsa yang di gulung. bentuk vertikultur dapat dipilih disesuaikan dengan lokasi dan dipadukan dengan jenis tanaman yang akan ditanam serta tujuan yang diinginkan. misalnya bentuk lengkung cocok untuk gapura/pintu gerbang. tanaman yang sesuai adalah tanaman yang merambat seperti pare, oyong, kecipir, dan koro rambat. bentuk lainnya seperti pagar dari bambu betung yang dilubangi, segitiga, maupun bundar, dapat ditanami selada, caisim, bayam merah, seledri, dan daun bawang. sedangkan gelas bekas air mineral dapat ditanami bayam cabut, caisim, dan juga selada. polibek penggunaan polibek sudah sangat umum. terutama untuk halaman rumah yang gersang, atau halaman rumah yang memiliki fungsi lain misalnya sebagai jemuran, polibek dapat menjadi pilihan. polibek dapat dipindah tempatkan sesuai dengan kebutuhan dan sistuasi. polibek terdiri dari berbagai ukuran dapat dipilih sesuai dengan jenis tanaman. beberapa tanaman yang dapat di tanam di polibek misalnya cabai, terong, tomat, kembang kol, brokoli, caisim, selada, daun bawang, dan seledri. penggunaan polibek dapat dikombinasi dengan vertikultur sederhana misalnnya bangku dari bambu yang disusun secara bertingkat. polibek disusun sedemikian rupa sehingga tampak rapi dan indah. guludan/bedengan bedengan /guludan baik ditutup mulsa atau tidak umumnya digunakan pada pekaranngan luas atau sangat luas. sayuran yang di tanam di guludan atau bedengan bermulsa misalnya kacang panjang ,timun, oyong, terong, cabai, kemangi, dan kembang kol. bayam cabut maupun potong serta kangkung dapat ditanam di guludan tanpa mulsa . biofarmaka beberapa jenis biofarmaka dapat dibudidayakan di pekarangan. tanaman ini bisa dikombinasi dengan tanaman sayuran baik dalam polibek maupun guludan. kencur dapat dijadikan mulsa hijau bila ditumpang sarikan dengan tanaman cabai atau tomat. kunyit, jahe dan tanaman sejenisnya dapat di tanam dalam polibek atau dapat ditanam langsung pada bedengan. buah dan -buahan penanaman buah-buahan di pekarangan dapat monokultur atau tumpangsari dengan jenis tanaman lainnya. bila tumpangsari, yang perlu diperhatikan adalah tipe kanopi dengan tanaman lain yang ditumpangsarikan. umbi-umbian untuk pekarangan luas dapat ditanami singkong maupun ubi jalar. dapat juga ditanami suwek, uwi,gembili, talas,ganyong, garut,dll. kolam ikan integrasi kolam ikan dengan tanaman sayuran di pekaranngan berfungsi ganda. selain sebagai tujuan utama untuk memenuhi kebutuhan protein hewani, air kolam ikan dapat dimanfaatkan untuk menyiran tanaman. ternak untuk pekarangan sempit sampai sedang, ternak unggas seperti ayam buras, itik, entok, maupun puyuh dapat menjadi pilihan. sedangkan untuk pekarangan luas dapat memelihara kambing atau sapi. pemanfaatan pekarangan secara terintegrasi antara tanaman, ikan dan ternak dapat menjadi suatu kawasan produktif tanpa limbah (zero waste system). dalam skala luas pekarangan dapat djadikan big market agribisnis dan kawasan wisata agro. selain untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga, pendapatan juga dapat membantu menjaga keseimbangan lingkungan. ( penulis: tasmin thl tbpp kecamatan bekri)