PEMANFAATAN LAHAN PERKARANGAN DENGAN BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK BERTANAM SAYURAN ORGANIK DI POT DAN POLIBAG Sayuran organik selain ditanam di lahan (kebun) dapat juga ditanam di dalam pot, polybag atau wadah bekas lainnya.Tempatnya kecil dan lebih praktis serta dapat diletakkan di lahan pekarangan, sayuran ini dapat dikonsumsi sendiri atau dijual.Menjual sayuran organik dapat dijual beserta pot atau polybag nya, penampilan seperti ini juga merupakan daya tarik tersendiri bagi konsumen. Menanam sayuran organik di dalam pot atau polybag mempunyai beberapa keuntungan antara lain :- Dapat diusahakan dalam skala kecil atau rumah tangga- Mudah dalam pemeliharaan karena setiap tanaman ditanam dalam wadah tersendiri- Kemungkinan penularan penyakit lewat akar kecil sekali, tanaman yang sakit mudah ditangani- Menghemat pemakaian pupuk karena pupuk tidak terbuang percuma- Lebih mudah bila menanam beberapa jenis tanaman- Lahan yang digunakan lebih sedikit karena pot atau polybag dapat diletakkan dalam rak yang tersusun Meskipun banyak keuntungan yang diperoleh dengan penanaman dalam pot atau polybag, cara ini pun mempunyai beberapa kekurangan atau kelemahan :- Memerlukan biaya untuk penyediaan pot atau polybag - Memerlukan tempat penjualan yang luas bila menjual sayuran beserta wadahnya1. Persiapan tempat dan mediaSebagai tempat atau wadah penanaman dapat digunakan polybag, pot, ember plastik, kaleng-kaleng bekas biscuit atau wadah bekas lainnya yang berdiamater 20 – 30 cm dan tinggi sekitar 30 cm. Apabila wadah yang digunakan belum berlubang sebaiknya dibagian kiri, kanan dan bawah dibuat lubang sekitar 4 – 5 lubang yang gunanya untuk mengalirkan kelebihan air dengan demikian tanaman tidak akan tergenang. Apabila menggunakan polybag, sebaiknya polybag dibalikkan dahulu sebelum diisi media agar polibag dapat berdiri dengan kokoh dan tidak mudah roboh. Media tanam untuk sayuran pada umumnya berupa campuran tanah dan pupuk kandang atau komposdengan perbandingan 1 : 2 atau 1 : 3.2. Persemaian Sayuran yang bijinya berukuran kecil seperti terong, cabe, tomat, selada, sawi, seledri perlu disemaikan dahulu agar mudah dalam pemeliharaan.Adapun tanaman kangkung, bayam, bawang tidak perlu disemaikan tetapi dapat langsung ditanam dalam pot atau polibek berukuran besar.Proses persemaian :- Bersihkan wadah semai lalu buat lubang 5 – 6 buah dengan menggunakan paku panas - Isi baki dengan tanah yang telah dicampur kompos hingga dua pertiga - Basahi media semai secukupnya (jangan sampai tergenang) gunakan sprayer agar merata- Buat garitan dengan menggunakan sumpit / dengan jarak 1 cm- Tanam benih sayuran ke dalam garitan - Tutup kembali garitan dengan tanah tipis hingga merata- Lapisi permukaan persemaian dengan kertas tisu atau Koran- Basahi lapisan tisu / Koran tersebut secukupnya, guna menjaga kelembaban persemaian - Letakkan persemaian, simpan di tempat yang teduh Lakukan pengontrolan persemaian sebaiknya setiap hari, lakukan penyemprotan/penyiraman secukupnya untuk menjaga kelembapan. Setelah 4 hari bukalah tisu / koran penutup persemaian. Biasanya benih sudah mulai berkecambah.Pindahkan persemaian ke tempat yang terkena sinar matahari langsung, tetapi tetap ternaungi. Apabila kita terlambat memindahkan ke tempat terbuka biasanya persemaian akan mudah rebah batang atas ariolosi, akibatnya pertumbuhan tanaman akan terganggu/terhambat dan gagal berproduksi umur persemaian biasanya berkisar 3 minggu. Jika kecambah sudah memiliki 4 helai daun, bibit ini sudah siap untuk dipindahkan dan ditanam. 3. Penanamana. Proses Pemindahan TanamanProses pemindahan tanaman dari persemaian ke pertanaman, siapkan pot plastik lubangi wadah bagian kiri,kanan dan bawah pot 4-5 lubang degan menggunakan paku yang telah dipanaskan terlebih dahulu agar memudahkan proses pelubangan. Disini penulis menggunakan pot plastik yang berdiameter 20 - 25 cm. Masukkan media tanam berupa campuran tanah dan kompos atau pupuk kandang 1 : 1 dengan sebatas lebar pot. Buat lubang tanam dengan kedalaman 3 – 4 cm. keluarkan bibit dari persemaian menggunakan sendok atau garpu makan. Lakukan penyiraman sebelum bibit dipindahkan. Agar memudahkan proses pemindahan. Tanamlah bibit tepat ditengah lubang tanam pot yang telah berisi media.Lakukan penyiraman dengan sprayer. Tempatkanlah pot berisi tanaman di bambu/rak yang telah disiapkan.Penanaman sayuran dalam polybag sangatlah mudah yaitu, sebagai berikut :• Polybag diisi media tanam 2/3 bagian, lalu siram dengan air. Apabila media tanamnya turun, tambahkan media tanam lagi hingga hampir penuh• Buat lubang kecil3-4 cm ditengah-tengah polybag • Siram semaian terlebih dahulu agar memudahkan dalam proses pemindahan ke polybag• Keluarkan semaian dan medianya secara hati-hati usahakan medianya jangan sampai pecah, setelah itu tanam pada polybag yang telah disediakan • Disekitar semaian tadi ditambah media lagi sambil ditekan denga telunjuk dan ibu jari agar semai dapat berdiri tegak• Setelah itu lakukan penyiraman • Dan tempatkan polybag pada rak yang telah disediakan b. Tanaman LangsungCara ini sangat praktis benih atau biji sayuran dapat lansung ditanam dimedia tanam yang sudah disediakan.1. Pot atau polybag diisi media tanam, kemudian lakukan penyiraman. Bila medianya turun tambahkan media tanamnya lagi hingga 2 atau 3 cm dari pot atau polybag 2. Tanam atau tebar biji atau benih secara meratadipermukaan media tanam, setelah itu ditutup dengan media tanamsetebal 0,5 cm hingga merata. 3. Siram media tanam yang telah ditanam benih menggunakan sprayer.4. Tempatkan polybag yang telah ditanam pada rak - rak yang telah disediakan.c. Pemeliharaan TanamanPemeliharaan sayuran organik dalam pot atau polybag pada dasarnya hampir sama. Dengan pemeliharaan tanaman lainya, meliputi Penyiraman, Penyiangan, Pemupukan susulan dan pengendalian hama dan penyakit. 4. PenyiramanSiramlah tanaman minimal satu kali sehari ,perhatikan cuaca disekitar kita,saat musim hujan penyiraman tidak perlu dilakukan setiap hari hal ini untuk mencegah kelembapan, pada musim kemarau penyiraman dapat dilakukan 2 kali sehari.5. Penyiangan Lakukan penyiangan apabila tanaman sudah ditumbuhi gulma, penyiangan dapat juga dilakukan sekali 2 minggu, penyiagan dapat dilakukan degan secara manual,mencabut lansung degan tangan atau menggunakan kored.gulma yang telah dicabut dapat pula kita manfaatkan sebagai bahan pembuat kompos.Biasanya kegiatan penyiagan dibarengi degan pembumbunan yaitu mengemburkan tanah degan cara mengorek tanah yang ada dalam pot atau polybag.Tujuan pembumbunan,agar proses aerasi atau pertukaran oksigen didalam tanah berjalan lancar.6. PemupukanAgar tanaman mendapat nutrisi tambahan ,pemupukan susulan dapat deberikan setiap 10 – 12 hari sekali, dengan cara menaburkan pupuk kandang atau kompos pada media tanam.Cara lain pemupukan dapat pula dilakukan dengan melarutkan pupuk kandang/kompos kedalam air, kemudian disiramkan ketanaman.Pupuk susulan yang diberikan sebanyak satu genggam pupuk kandang/kompos untuk masing masing tanaman per pot/polybag.kalau aplikasi pemupukan berupa cairan ,ambil satu genggam pupuk kompos lalu larutkan dengan 2 gelas air (400 – 500 ml).Diamkan larutan tersebut selama satu sampai dua malam,setelah itu siramkan larutan pada tanaman.7. Hama dan PenyakitPada prinsipnya mencegah serangan hama dan penyakit pada tanaman, kita harus mengupayakan agar tanaman tumbuh sehat.Tanaman akan tumbuh sehat jika tidak kekurangan/kelebihan unsur hara air dan sinar matahari yang cukup .Budidaya tanaman dilahan pekarangan rumah relati terbatas maka serangan hama dan penyakit tanamanpun terbilang jarang pula terjadi.Upaya yang paling tepat adalah melukakan pengontrolan secara terus menerus,apabila terjadi penangananya pun cukup sederhana antara lain:8. Secara mekanis yaitu mengambil serangga (hama) degan alat bantu , pinse/penjepit atau lansung dengan tangan.9. Jika terpaksa kita dapat menggunakan larutan pestisida organik .pestisadaorganik dapat kita buat sendiri.Beberapa cara untuk membuat pestisida organik yang aman bagilingkungan:1. Menggunakan bawang putih dan cabe rawit• Bahannya : Satu suing bawang putih Dua buah cabe rawit• Caranya : Tumbuk bawang putih dan cabe rawit lalurendam dalam Satu liter air selama dua malam. Jika akan digunakan campurLarutan tersebut dengan satu liter air,lalu semprotkan pada Tanaman.2. Menggunakan Biji SirsakAmbil satu genggam Biji Sirsak lalu tumbuk hingga halus, larutkan dalam Satu liter air ,diamkan larutan tersebut selama 2 – 3 malam. Saring larutan terlebih dahulu sebelum digunakan pada tanaman. 3. Panen dan Pasca Panen? PanenPanen adalah kegiatan memetik hasil dari tanaman yang kita panen agar memberikan hasil yang baik kita perlu mengetahui beberapa hal tentang cara panen.? Waktu panenUmumnya waktu terbaik untuk memanen adalah pada pagi hari antara pukul 07.00 hingga pukul 10.00 namun untuk panen dipekarangan rumah, panen bisa dilakukan kapan saja.Kita hanya perlu mengetahui umur tanaman hingga dapat dipanen atau dipetik.Sehingga hasil yang diperoleh sesuai dengan yang diharapkan. Mungkin saja terjadi pada tanaman proses matangnya berlangsung lebih lama atau buah menjadi kecil, tidak sesuai harapan. Hal ini terjadi diakibatkan oleh terik matahari yang terlalu panas, karena kamarau panjang atau curah hujan yang berlebihan atau kekurangan unsur hara. ? Pasca panenBertanam sayuran di pekarangan memberikan keuntungan berupa jaminan kondisi yang fresh / segar ketika sudah memasuki masa panen sayuran tersebut dapat disimpan di kemaari pendingin untuk memperlama masa simpan. Untuk penyimpanan di lemari es sebaiknya sayuran dibersihkan dan dicuci terlebih dahulu dengan air bersih.Buang bagian yang rusak termasuk akar tanaman.Selanjutnya tiriskan hingg kering.Lalu masukkan ke dalam kantung plastik atau taperwer, tutup rapat lalu simpan di lemari pendingin. Dengan cara ini sayuran bisa bertahan sampai satu minggu. Bagian sayur yang terbuang dapat dikumpulkan dan masukkan ke dalam lubang untuk dijadikan kompos. Masalah dan Pemecahannya a. Masalah1. Masih rendahnya SDM masyarakat tentang optimalisasi lahan. 2. Terbatasnya lahan pekarangan yang dimiliki masyarakat.3. Kurangnya minat masyarakat untuk mengelola pekarangan rumah dengan tanaman sayuran yang sehat sebagai sumber gizi keluarga, karena pekarangan identik dengan tanaman hias.b. Pemecahan Masalah1. Meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap masyarakat dengan kerjasama dengan team penggerak PKK dan desa.2. Merencanakan sosialisasi tentang pemanfaatan lahan pekarangan dan meningkatkan kerjasama dengan penyuluh pertanian.3. Memberikan penyuluhan atau menyebarkan informasi di setiap dasawisma.4. Memberikan percontohan atau solusi lahan sempit dengan sistem pertanian vertikultur, polybag dan pot. ? BAB IVPEMBUAT KOMPOS DAN PESTISIDA ORGANIK Seiring dengan makin berkembangnya Pertanian Organik , kini telah banyak beredar pupuk organik dipasaran, baik berbentuk cair maupun bubuk .Tentunya dengan berbagai merek dagang pula.Untuk kegiatan tanaman sayuran dipekarangan rumah sebaiknya kita menggunakan pupuk dan pestisida organik.Selain aman bagi lingkungan, produk pangan hasil budidaya organik juga baik untuk kesehatan karena bebas dari residu kimia yang dapat menimbulkan resiko kesehatan jangka panjang. Sebenarnya kitapun dapat membuat pupuk organik secara sederhana dan mandiri, dengan memanfaatkan bahan - bahan dari dapur rumah tangga kita sendiri.salah satunya dengan menggolah sampah rumah tangga menjadi kompos.Kompos merupakan hasil dari suatu proses dekomposisi atau penguraian atau pelapukan atau pembusukan bahan organik yang dilakukan oleh mikroorganisme atau jasad renik didalam tanah pada kondisi lembab. Kompos dapat dimanfaatkan sebagai campuran media tanam yang sekaligus berfungsi untuk menyuplai zat makan yang dibutuhkan tanaman. 4.1. Tahapan Membuat Kompos Berikut ini tahapan membuat kompos dari sampah rumah tangga yang dapat dibuat sendiri.? Kumpulkan sampah dapur berupa potongan sayuran,kulit telor,sisa potongan ikan dan lainnya (yang penting bahan organik).? Buat lubang dengan ukuran seperlunya misalnya 50 x 50 cm dengan kedalam 50 cm,letakkan tanah galian dipinggir lubang.? Masukan sampah dapur kedalam lubang lallu lapisi dengan tanah galian secukupnya, hingga tidak terlihat.? Hari berikutnya lukukan hal yang sama ,hingga lubang tersebut menjadi penuh.? Biarkan lubang tersebut sekitar satu bulan .? Setelah satu bulan, gali kembali lubang tersebut, sampah yang telah terurai dapat diigunakan sebagai campuran media tanam. Selain sampah rumah tangga kompos dapat juga dibuat dari sisa,limbah ternak. kompos tanah /Bokasi tanah biasa dipakai untuk mengisi pot atau polybag sebagai media tanam bunga atau sayuran. Berikut ini langkah-langkah pembuatan bokasi tanah atau kompos tanah. Bahan yang diperlukan dalam pembuatan kompos /Bokasi tanah :1. Kotoran ternak ( kambing, sapi atau ayam) 2 kaleng.2. Dedak halus 2 kaleng.3. Arang sekam atau serbuk gergaji 2 kaleng.4. Tanah 5 kaleng5. Molases 5 sendok makan 6. EM 4 5 sendok makan7. Air 10 liter Langkah pembuatan :1. Campurkan seluruh bahan hingga merata (kotoran ternak,dedak halus sekam dan tanah)2. Larutkan molasses ke dalam air dan aduk hingga tercampur merata.Selanjutnya tambahkan EM 4 dan aduk secar perlahan hingga merata.3. Siramkankan larutan kedalam campuran bahan, kemudian aduk hingga rata, kadar air campuranbahan sebaiknya 30 – 40 %.Untuk menentukan kadar iar bisa dilakukandengan cara mengambil segenggam campuran bahan,kemudian meremasnya .Campuran bahan dikatakan memiliki kadar 30 – 40% ,jika bahan tetap mengumpal bila dilepaskan dari genggaman tetapi akan retak atau pecah jika disentuh dengan jari.4. Ratakan bahan di atas lantai dengan ketinggian 15 – 20 cm.5. Tutuplah seluruh permukaan campuran bahan dengan karung goni hingga rapat.6. Setelah 5 hari bokasi sudah jadi/ matang.Ciri ciribokasi yang baik adalah memiliki bau yang sedap dan berwarna keputihan karna dilapisi jamur.7. Bokasi sebaiknya digunakan segera setelah jadi,jika belum dipakai /atau disimpan,bokasi sebainya di sebebarkan diatas lantai semen yang berada dalam ruangan yang teduh dan diangin – aginkan,setelah itu bokasi dimasukan kedalam karung plastik. 4.2. Cara Menggunakan Sebelum menggunakan sebagai media tanam didalam pot sebaiknya bokasi tanah dicampur dengan arang,sekam dan tanah dengan perbandingan 1 : 1 : 1 setelah tercampur merata masukan campuran bokasi tersebut kedalam pot. Bokasi tanah dapat digunakan sebagai pupuk tanaman didalam pot / polybag.takaran pemupukanya adala 1 sendok makan per pot tanaman. Bokasi dimasukan kedalam pot sebaiknya jagan terlalu dekat dengan batang tanaman ,setelah itu lakukan penyiraman. Tanam tanaman yang dikehendaki siram dengan EM 4 atau turunya yang telah diencerkan dengan air sebanyak 1 – 2 cc per liter air .Penyiraman dapat dilakukan setiap hari atau dua kali seminggu, tergantung tingkat kebasahan tanah. 4.3. Keunggulan KomposPupuk organik /kompos memiliki beberapa keunggulan jikadibandingkan dengan pupuk anorganik antara lain : 1. Kompos mengandung unsur hara makro dan mikro lengkap, walaupun jumlahnya sedikit.2. Dapat memperbaiki struktur tanah dengan cara mengemburkan dan meningkatkan ketersediaan bahan organik didalam tanah,meningkatkan daya serap tanah terhadap air dan zat hara.,memperbaiki kehidupan microorganisme didalam tanah dan meningkatkan kapasitas tukar kation.3. Beberapa tanaman yanga menggunakan kompos lebih tahan terhadap serangan penyakit.4. Menurunkan aktivitas microorgsnisme tanah yang merugikan. 4.4. Sekilas Tentang Pestisida OrganikBertanam secara organik sangat erat hubungannya Pestisada organik. Karena pestisida non-organik (kimia) tidak boleh digunakan dalam bertanam sistim organik. Dibawah ini penulis beri contoh beberapa pestisida yang digunakan oleh petani. Jenis Tanaman dan Cara Pembuatan Pestisida Organik :a. Srikaya (Annona squamosal)Cara Pembuatan : Biji ditumbuk dan dibuat tepung, lalu dicampur dengan air dan disaring, kemudian disemprotkan.Hama Yang Dikendalikan : Aphid, semut dan hama lainnya.b. Sirsak (Annona muricata)Cara Pembuatan : Biji ditumbuk dan dibuat tepung, lalu dicampur dengan air dan disaring, kemudian disemprotkan.Hama Yang Dikendalikan : Aphid, semut dan hama lainnya.c. Tuba (Derris elliptiea)Cara Pembuatan : Akar, kulit, kayu dan daun ditumbuk dan diberi air, lalu diambil ekstrak, tiap 6 sdm ekstrak dicampur 3 liter air.Hama Yang Dikendalikan : Berbagai jenis hama seranggga. d. Tembakau (Nicotiana tabacum)Cara Pembuatan : Rendam batang dan tulang daun dalam air selama 7 hari atau dididihkan sebentar. Setelah dingin, disaring dan disemprotkan.Hama Yang Dikendalikan : Berbagai jenis serangga.e. Tembelekan (Lantana camara)Cara Pembuatan : Daun dan cabang dikeringkan dan dibakar, abunya dicampur air, lalu disaring dan disemprotkan.Hama Yang Dikendalikan : Bermacam kumbang dan penggerek daun.f. Kemanggi (Ocimum sanctum)Cara Pembuatan : Daun segar atau kering direbus dengan air secukupnya, lalu disaring dan disemprotkan.Hama Yang Dikendalikan : Berbagai jenis hama serangga.g. Cabai Merah (Capsicum annuum)Cara Pembuatan : Dikeringkan, dijadikan tepung, lalu dicampur dengan air dan disemprotkan.Hama Yang Dikendalikan : Berbagai jenis hama serangga.h. Daun Kenikir (Tagetes patula, T. erecta)Cara Pembuatan : Dua genggam daun + 3 bawang Bombay direbus dengan air + 15 liter, lalu didinginkan, disaring, dan disemprotkan.Hama Yang Dikendalikan : Berabagai jenis hama serangga. i. Abu KayuCara Pembuatan : - Ditaburkan di sekeliling akar tanaman. - Ditaburkan dalam parit di sekeliling tanaman. - Dicampur dengan air, lalu disemprotkan. - Dicampur kapur dan air sabun, lalu disemprotkan.Hama Yang Dikendalikan : Lundi (uret), Ulat grayak, ulat tanah, siput, kumbang pada tomat dan kumbang pada mentimun.j. Bawang Putih (Allium sativum)Cara Pembuatan : Bawang putih + bawang Bombay + cabai digiling.Hama Yang Dikendalikan : Berbagai jenis hama serangga.k. Daun Nimba (Azadirachta indica)Cara Pembuatan : - Biji sebanyak 2 genggam ditumbuk, dicampur dengan air 1 liter, lalu aduk; biarkan semalam kemudian saring dan disemprotkan. - Rebus 1 kg daun segar dalam 5 liter air, didiamkan 1 malam, lalu disaring dan disemprotkan. - Daun segar 5 kg ditumbuk, direndam dalam air semalam, lalu disaring dan disemprotkan.l. Urin Sapi Urin sapi dapat dipergunakan untuk mengendalikan hama serta penyakit yang disebabkan cendawan dan virus. Urin sapi dikumpulkan dalam suatu bak terbuka dan dibiarkan selama 2 minggu terkena sinar matahari. Secara umum, pada waktu akan disemprotkan, urin diencerkan dengan air, perbandingannya 1 : 6. Untuk sayuran, konsentrasi yang terlalu tinggi dapat menyebabkan daun terbakar. Perbandingan yang tepat biasanya akan diperoleh setelah berpengalaman. Contoh dosis lainnya yaitu sebagai berikut :1) Perbandingan 2 bagian air : 1 bagian urin dapat mengakibatkan aphid mati + 60%, dan ulat tomat (Heliothis armigera) mati + 10%.2) Bila urin tidak diencerkan, aphid yang mati + 95%, ulat mati + 67%, dan laba-laba (Tetranychus bimaculatus) + 83%. Karena bila tidak diencerkan dapat merusak tanaman, sebaiknya urin diencerkan dengan perbandingan 1 : 1.3) Urin yang ditambah dengan kunyit, nimba, dan tembakau dapat digunakan untuk mencegah virus mosaik bila disemprotkan 2-3 kali setiap minggu.m. Kotoran Sapi Kotoran sapi kering + 3 genggam besar dapat dicampur dengan 10 liter air dan setiap hari diaduk selama 14 hari. Untuk mengurangi bau, dapat ditambah tepung tanah liat atau tepung batu serta mineral-mineral. Sesudah + 2 minggu, cairan kotoran sapi dapat diencerkan dengan air 3-5 kali, kemudian dapat disemprotkan pada tanaman untuk mencegah kerusakan (gangguan) dari binatang dan dapat berfungsi sebagai pupuk.n. Umpan Ulat Tanah Ulat tanah yang banyak menyerang tanaman dapat dikendalikan dengan campuran serbuk gergaji, sekam, dan molase (tetes) dengan perbandingan yang sama, lalu diberi air sehingga menjadi campuran yang lengket. Campuran tersebut pada waktu senja diletakkan di daerah yang banyak diserang ulat tanah. Molase akan mengundang ulat tanah. Ulat tanah yang lewat akan lengket pada campuran molase. Ulat tidak dapat bergerak dan molase akan mengeras. Pada pagi hari, ulat akan mati terkena sinar matahari.o. Perangkap Lalat Buah Lalat buah banyak menyerang tanaman sayur yang menghasilkan buah.Lalat buah tersebut dapat ditangkap dengan memasang alat perangkap.Alat tersebut berupa botol minuman mineral yang mulutnya dibalik.Di dalamnya diberi cairan yang dapat merangsang lalat buah masuk kedalam botol.Cairan tersebut diperoleh dari kulit jeruk atau kulit/daging mentimun, ditambah 100 cc urin dan 500 cc air yang telah tercampur rata dan didiamkan semalam, lalu diencerkan dengan 15 liter air.? KESIMPULAN Kesimpulana. Masyarakat Kecamatan Siak Hulu, khususnya masyarakat di lingkungan perumahan belum memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal.b. Diharapkan kepada penyuluh pertanian bekerja sama dengan tim penggerak PKK Kecamatan maupun desa untuk mensosialisasikan pemanfaatan lahan pekarangan dengan tanaman sayuran.c. Dengan adanya karya tulis ini, dapat membantu masyarakat kecamatan Siak Hulu, terutama masyarakat yang di lingkungan perumahan sebagai petunjuk teknis dalam pemanfaatan pekarangan.