Loading...

PEMANGKASAN TANAMAN PAPRIKA

PEMANGKASAN TANAMAN PAPRIKA
Paprika dapat dikatakan sebagai komoditi sayuran kelas menengah ke atas karena yang paling sering mengkonsumsi adalah restoran-restoran mewah dan hotel-hotel berbintang yang menghidangkan masakan berbahan baku paprika. Paprika belum banyak dikonsumsi oleh masyarakat umum karena belum memasyarakatnya buah paprika dan masih sedikit jenis menu masakan khas Indonesia yang menggunakan buah paprika. Di samping itu buah paprika tergolong mahal dibanding dengan cabe besar lainnya. Pada hal paprika termasuk ke dalam golongan cabe yang tidak pedas, kaya akan karoten, vitamin B, vitamin C serta kandungan gizinya cukup tinggi. Permintaan paprika terus meningkat terutama untuk hotel, restoran, catering dan pasar swalayan di kota-kota besar yang masih merasa kekurangan suplai paprika. Berkembangnya sektor pariwisata membuat hotel dan restoran besar menjadi semakin bertambah dan banyaknya pengunjung luar negeri yang rata-rata makanan mereka menggunakan paprika. Memperhatikan hal tersebut di atas dan mengingat masih terbatasnya petani yang berusaha tani paprika, maka dalam budidaya paprika diperlukan perlakuan khusus untuk meningkatkan produktivitas buah paprika. Perlakuan khusus tersebut berupa pemangkasan atau peremajaan tanaman paprika yang meliputi pemangkasan cabang dan tunas, daun, pemangkasan bunga dan pemangkasan buah. 1. Pemangkasan Cabang dan Tunas Pemangkasan cabang, tunas dan daun merupakan usaha untuk mengurangi jumlah cabang, tunas. Jika pemangkasan ini tidak dilakukan maka tanaman akan lambat berbuah dan memberikan produksi yang rendah karena hasil metabolisme tanaman sebagian besar terpakai untuk pertumbuhan vegetatif. Pemangkasan cabang dan tunas tanaman paprika bertujuan untuk: (a) mengurangi pertumbuhan vegetatif (daun dan cabang) agar tanaman tidak terlalu rimbun, (b) menghambat pertumbuhan meninggi sehingga mempermudah pemeliharaan, (c) menjaga kelembapan udara di sekitar tanaman tetap baik (tidak terlalu lembap) sehingga dapat mengurangi atau menekan pertumbuhan cendawan penyebab penyakit, (d) meningkatkan pertumbuhan generatif (bunga dan buah), (e) meningkatkan penerimaan sinar matahari ke seluruh bagian tanaman, (f) meningkatkan produksi buah dan, (g) memberbesar batang utama. Pemangkasan tunas dilakukan sebelum tanaman bercabang, sedangkan pemangkasan cabang dilakukan setelah tanaman membentuk cabang-cabang. Beberapa cabang utama dipangkas hingga tersisa 2 cabang utama tanpa atau dengan satu cabang sekunder. Pemangkasan dilakukan sampai bunga dipelihara tumbuh dan mekar. Pemangkasan tunas muda (tunas lateral) dilakukan pada semua tunas yang tumbuh pada ketiak daun. Tanaman akan membentuk cabang lagi pada ujung-ujungnya. Cabang-cabang yang terbentuk ini harus dipangkas lagi, disisakan dua cabang. Demikian seterusnya, sampai pertumbuhan tanaman paprika maksimal. 2. Pemangkasan Daun Pemangkasan daun pada tanaman paprika dilakukan terhadap daun-daun yang telah tua, daun pada bagian bawah sampai pada percabangan, daun-daun yang sakit (yang tampak berbintik-bintik atau berwarna belang kuning), dan daun-daun yang terserang hama dan penyakit. Daun-daun, tunas serta cabang-cabang yang telah dipangkas sebaiknya langsung dibakar agar hama dan penyakit tidak menular ke tanaman lain yang sehat. 3. Pemangkasan Bunga Pemangkasan bunga pada tanaman paprika bertujuan untuk memperoleh buah paprika yang berkualitas baik,yaitu buah yang berbentuk normal dan berukuran besar. Pemangkasan bunga dilakukan terhadap bunga yang muncul pertama kali dan kedua kali (di atas percabangan utama) atau bunga yang terbentuk di cabang utama harus dibuang. Tanaman paprika mulai berbunga pada umur tiga minggu setelah pindah tanam. Biasanya, bunga mulai muncul sebelum tanaman membentuk percabangan (cabang-cabang utama). Bunga-bunga yang muncul pertama ini harus segera dibuang supaya pertumbuhan cabang tanaman dapat terus berlangsung dan tidak terganggu oleh perkembangan bunga menjadi buah. Selain itu, supaya pembentukan bunga di percabangan dapat berlangsung lebih baik. Jika bunga-bunga yang muncul pertama dan kedua tersebut tetap dipelihara, maka buah yang terbentuk tidak dapat mencapai kualitas optimal. Hal ini disebabkan oleh umur tanaman yang masih muda dan belum kuat. Bunga-bunga yang muncul berikutnya dapat dipelihara sampai membentuk buah. 4. Pemangkasan Buah Pemangkasan buah pada budidaya paprika terutama dilakukan terhadap buah-buah yang rusak akibat terserang hama dan penyakit maupun buah yang tidak normal pertumbuhannya. Buah-buah yang rusak harus segera dipangkas atau dipetik dan dibuang karena dapat menjadi sumber kontaminasi hama dan penyakit yang dapat menular ke tanaman yang lain. Pada umur 6-7 MST, buah yang tumbuh berdempetan, salah satunya harus dibuang dan ketika berumur 8-10 MST dilakukan pemangkasan buah lagi dengan menyisakan 3-4 buah per pohon. Disarikan oleh : Lasarus, Pusat Penyuluhan Pertanian Sumber : 1. Standar Prosedur Operasional (SOP) Paprika di Greenhouse, Direktorat Budidaya Tanaman Sayuran & Biofarmaka, Ditjen Hortikultura, Deptan. 2006 2.Ir. Bambang Cahyono, 2012.Budidaya Intensif Cabai Paprika Secara Organok dan Anorganik, Penerbit Pustaka Mina, Depok.