Pendahuluan Sumbangan terbesar dalam peningkatan produksi padi, diperoleh dari pemanfaatan keunggulan genetik dari Varietas Unggul Baru (VUB) Padi. Dengan menggunakan varietas unggul baru tanaman padi, akan diperoleh peningkatan produksi, baik dalam jumlahnya maupun mutu serta daya saing produk yang dihasilkannya. Diantara VUB padi yang dianjurkan adalah Mekongga, Inpari, Ciherang, Setail (pulut), dan Legowo.Dalam rangka SL Padi sawah di wilayah Kecamatan Lawe Sigala-Gala Kabupaten Aceh Tenggara Propinsi Aceh maka sangat penting kiranya pengetahuan petani tentang pembenihan padi . Adapun Tujuan yang diharapkan agar Petani dapat selalu menjaga kemurnian benih mereka yang akan dipakai nantinya sebagai sumber benih dan bibit pada pertanaman padi sawah berikutnya.Adapun kegiatan yang dilakukan untuk menjaga kemurnian serta keseragaman benih padi adalah sebagai berikut : Kegiatan Pra Panen Kegiatan pra panen khususnya untuk penangkaran benih, adalah :- Penggunaan benih sumber : diambil dari kelas benih yang lebih tinggi dari benih yang akan diproduksi.- Pilih areal sawah yang sesuai : subur, irigasi terjamin, bebas dari kekeringan dan banjir, serta mudah dijangkau (tersedia fasilitas transportasi)- Dilaksanakan oleh kelompok tani yang sudah menguasai teknik produksi padiDiawali pembuatan pesemaian : bebas dari kemungkinan tercampur dari varietas lain yang ada di sekitarnya- Sawah diolah sempurna, umumnya dibajak 2 kali dan digaru serta diperlukan waktu jeda agar singgang padi tumbuh dapat dimusnahkan. Tanah diratakan sampai tekstur betul-betul berlumpur.- Pengelolaan kebenaran varietas dilakukan agar tidak terjadi percampuran, isolasi jarak dengan pertanaman padi disekitarnya dengan jarak ± 3 meter atau isolasi waktu (selisih waktu mekarnya malai selama 3 minggu) agar varietas yang ditanam hanya menyerbuk sendiri- Menggunakan pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) pada Padi Sawah, dengan komponen : penggunaan varietas padi unggul baru yang diminati petani setempat, menggunakan benih bermutu dan menanam bibit umur muda (15 hari setelah hambur), menanam 1-3 batang per rumpun tanaman, menggunakan cara tanam jajar legowo, pemupukan N dengan menggunakan BWD dan pemupukan P dan K berdasarkan analisis tanah, penggunaan pupuk organik, dan pengendalian hama penyakit secara terpadu. Kegiatan Panen dan Pasca Panen a. Menentukan Waktu Panen Waktu panen yang tepat ditandai dari kondisi pertanaman 90-95 % bulir sudah memasuki fase masak fisiologis (kuning jerami) dan bulir padi pada pangkal malai sudah mengeras. Untuk pertanaman padi tanam pindah, vigor optimal dicapai pada umur 30-42 hari setelah bunga merata bagi pertanaman padi musim hujan (MH), dan 28-36 hari setelah berbunga merata bagi pertanaman musim kemarau (MK). b. Pemanenan Proses panen harus memenuhi standar baku sertifikasi : dimulai dengan mengeluarkan rumpun yang tidak seharusnya dipanen, menggunakan sabit bergerigi untuk mengurangi kehilangan hasil, perontokan biji segera dilakukan setelah panen dengan dibanting atau dengan tresher, hindari pemumpukan terutama jika sampai terjadi fermentasi / panas tinggi karena akan mematikan lembaga, lakukan pembersihan pendahuluan, dan ukur kadar air gabah, beri label dengan identitas sekurang-kurangnya asal blok, nama varietas, berat, kelas calon benih, dan tanggal panen. c. Pengeringan Pengeringan dilakukan dengan 2 cara, yaitu : - Pengeringan dengan sinar matahari, Dengan cara ini dianjurkan menggunakan lantai jemur yang terbuat dari semen, dilapisi terpal agar tidak terlalu panas dan gabah tidak tercecer, serta dibolak-balik setiap 3 jam sekali. Calon benih dikeringkan sampai mencapai kadar air maksimal 13 %, dan sebaiknya 10-12 % agar tahan disimpan lama.- Pengeringan buatan dengan dryer, Dryer dibersihkan setiap kali ganti varietas, hembuskan udara sekitar 3 jam tanpa pemanasan, kemudian diberikan hembusan udara panas suhu rendah dimulai dari 320C, selanjutnya ditingkatkan seiring dengan menurunnya kadar air gabah calon benih, sampai suhu mencapai panas 420C pada kadar air 14 %. Atur laju penurunan kadar air 0,5 % per jam. Suhu disesuaikan setiap 3 jam, bahan dibolak-balik agar panas merata, dan lanjutkan pengeringan sampai diperoleh kadar air minimal 13 % namun sebaiknya 10-12 %. d. Pembersihan Pembersihan dilakukan untuk memisahkan dan mengeluarkan kotoran dan biji hampa sehingga diperoleh ukuran dan berat biji yang seragam. Kegiatan ini dilakukan dengan langkah sebagai berikut : Dilakukan secara manual jika jumlah bahan sedikit, Apabila bahan dalam jumlah yang besar dilakukan dengan menggunakan mesin pembersih seperti : blower, separator, dan gravity table separator. Peralatan yang digunakan sebaiknya yang berfungsi baik,Bersihkan alat tersebut setiap kali akan digunakanGunakan kemasan/karung baru dan pasang label atau keterangan diluar dan dalam kemasan, Petugas pengawas benih tanaman pangan setempat diminta untuk mengambil contoh guna pengujian laboratorium e. Pengemasan/Penyimpanan Benih Benih yang layak disimpan adalah benih dengan daya tumbuh awal sekitar 90 % dan KA 10-12 % Gunakan gudang yang memenuhi syarat, bebas dari hama gudang seperti tikus, hama bubuk, dan lainnya. Gunakan kantong yang kedap udara, Kemasan ditata teratur, tidak bersentuhan langsung dengan lantai dan dinding gudang Penebaran BenihUntuk keseragaman pertumbuhan bibit, taburkan benih merata diatas bedengan. Pada tiap-tiap meter persegi persemaian ditabur + 75 gr gabah. Penaburan gabah yang terlalu rapat dipersemaian akan mengakibatkan pertumbuhan bibit kurang baik. Gabah ditabur rata-rata mulai dari tepi sampai ke bagian-bagian yang kosong, sehingga gabah betul-betul merata diseluruh bedengan. Dendan papan gabah ditekan sehingga sedikit masuk kedalam lumpur untuk menghindari serangan burung. (Bila diperkirakan akan turun hujan lebat, maka untuk menghindarkan pukulan-pukulan air hujan dan hanyutnya gabah, persemaian diari hingga terendam + 10 cm).Sebelum penaburan benih, bedengan dipupuk dengan 10 gram urea dan 10 gram TSP tiap m2.Pemeliharaan Benih di PersemaianSetelah gabah ditabur, persemaian diairi secara rembesan, caranya ialah dengan memasuki air pengairan ke dalam selokan diantara bedengan. Dengan cara ini benih mendapatkan cukup oksigen dari udara, sehingga pertumbuhan bibit lebih cepat.Dengan makin tingginya bibit di persemaian, air dapat berangsur-angsur dinaikan menjadi 1-5 cm. untuk encegah tumbuhnya gulma, dilakukan penyiangan dengan tangan.Terhadap kemungkinan serangan hama, persemaian disemprot dengan insektisida dua kali, yakni 10-12 setelah sebar, dan diulangi seminggu kemudian. Materi ini disampaikan oleh Ukar,SPDiedit Oleh Sabari Karo-Karo, SP sebagai Penyuluh Pertanian Muda