Hijauan merupakan pakan utama bagi ternak kambing perah. Namun demikian, pemberian pakan penguat (konsentrat) sangat diperlukan agar ternak dapat berproduksi optimal. Ada beberapa tipe pemberian pakan untuk kambing perah antara lain : Pakan untuk Kebutuhan Hidup Utama. Kambing perah akan memperoleh gizi, khususnya energi dan protein untuk kebutuhan hidupnya dari hijauan yang berkualitas baik. Apabila kualitas pakan hijauan yang diberikan kurang baik maka perlu diberikan pakan tambahan seperti dedak padi dan onggok. Pemberian pakan jenis legume berfungsi untuk memenuhi kebutuhan protein pada kambing perah. Sementara itu, penambahan mineral sangat dianjurkan untuk mengatasi kemungkinan kurangnya asupan mineral dari pakan hijauan. Beberapa mineral yang dapat diberikan adalah garam dapur, kapur, tepung, tulang dan mineral mix. Pemberian Pakan Ternak Masa Kawin. Salah satu upaya untuk meningkatkan kemungkinan kelahiran kembar pada 2 – 3 minggu sebelum masa kawin adalah dengan pemberian pakan kualitas baik. Setelah kawin, pakan hijauan yang diberikan ditingkatkan secara bertahap, baik jumlah maupun Pemberian pakan hijauan dengan cara dicampur sangat baik untuk kambing perah. Pemberian Pakan saat Bunting. Ternak bunting memerlukan jumlah pakan yang lebih banyak. Hal ini karena pakan tersebut digunakan untuk induk dari pertumbuhan janin yang dikandungnya. Saat usia kebuntingan tiga bulan, kebutuhan gizi yang dibutuhkan sangat tinggi. Hampir 70-75% pertumbuhan terjadi pada masa ini. Oleh karena itu, harus diberikan pakan yang cukup secara kuantitas dan kualitas. Kekurangan gizi pada saat induk bunting akan mengakibatkan bobot lahir anak yang rendah yang akan berakibat pada kematian. Sementara itu, pemberian pakan yang terlalu banyak saat induk bunting menyebabkan janin terlalu besar sehingga mempersulit proses kelahiran. Pemberian pakan untuk kambing perah bunting : 1) beri pakan hijauan (rumput dan legume) secara ad libitum (60% rumput dan 40% legum); 2) Beri pakan tambahan dengan kandungan PK 14-16 % sebanyak 0,5 – 1 kg/hari. Pakan konsentrat 0,5-1kg (dapat diganti dengan umbi atau ampas tahu dan limbah agoindustri lainnya). 3) Pastikan ketersediaan air secara bebas; 4) Berikan tambahan mineral blok (garam) untuk mengatasi kemungkinan kekurangan mineral dalam pakan. Pakan Induk Menyusui. Pada saat menyusui (laktasi) kebutuhan pakan induk dan anaknya merupakan satu kesatuan. Hal ini karena konsumsi pakan anak tergantung dari banyaknya susu induk yang dihasilkan. 1) Pakan induk menyusui membutuhkan asupan nutrisi pakan paling banyak dibandingkan fase fisologis lainnya. Seperti halnya pada masa bunting, pakan induk menyusui paling tidak membutuhkan kandungan protein kasar 14-16%. Pakan jenis hijauan juga diberikan secara berlebih dengan rasio rumput 50%; legume 50%. Konsentrat diberikan sebanyak 0,5-1 kg/ekor/hari tergantung banyaknya produksi susu. Pemberian tambahan mineral juga sangat dianjurkan pada kondisi ini. Jenis pakan mineral yang biasa diberikan adalah mineral blok atau mineral komplit; 2) Pakan untuk Cempe prasapih. Umur 1-2 hari jenis pakan yang diberikan kolostrum induk. Umur 4-7 hari jenis pakan yang diberikan Susu induk 500-600 cc/hari dan diberikan sebanyak 3-4 kali/harinya. Umur 2 minggu jenis pakan yang diberikan 800 cc/hari, diberikan 3-4 kali/hari. Umur 3-4 minggu jenis pakan yang diberikan 1 liter susu sapi, diberikan 3 kali/hari.Mulai usia empat minggu, mulai diperkenalkan dengan hijauan atau konsentrat untuk merangsang pertumbuhan rumen. Pakan konsentrat yang diberikan harus berkualitas baik dengan kandungan protein kasar 15-18%. Umur 5-8 minggu jenis pakan yang diberikan 1,5-2 liter susu sapi/hari ditambah rumput/legume ditambah konsentrat. Umur 9-10 minggu pemberian pakan sama seperti pada umur 5-8 minggu tetapi pemberiannya 2 kali/hari. Umur 11-12 minggu pemberian susu sapi dikurangi hingga 1 liter/hari dengan rasio pemberian satu kali. Pakan hijauan dan konsentrat disediakan setiap saat dan mulai diperkenalkan dengan air minum. (Suwarna Penyuluh PUSLUHTAN) Sumber : Syhukur,Abdul 2016, “ 99% Gagal Beternak Kambing”, Penebar Swadaya, Jakarta Bantenprov.go.id