Loading...

PEMBIBITAN KENTANG DENGAN KULTUR JARINGAN

PEMBIBITAN KENTANG DENGAN KULTUR JARINGAN
Seperti kebanyakan tanaman sayuran asal pada iklim sub tropis, kentang di Indonesia terutama ditanam di daerah dataran tinggi pada ketinggian diatas 600 m dpl (dari permukaan laut). Secara tradisionil kentang dikonsumsi sebagai makanan tambahan dan sering diangap sebagai makanan yang tergolong mewah. Namun demikian, ada kecendrungan konsumsi kentang meningkat tidak saja di daerah perkotaan tetapi juga di daerah pedesaan.Pembibitan dengan kultur jaringanKentang biasanya ditanam dengan menggunakan umbinya, dengan kebutuhan benih kira-kira 1 ton/ Ha. Untuk memproduksi tanaman kentang dalam jumlah besar pada waktu yang relatif singkat serta bebas patogen (terutama bebas virus) dilakukan perbanyakan dengn sistem kultur jaringan. Kultur jaringan adalah suatu cara untuk mengisolasi bagian dari tanaman seperti protoplasma, sel, sekelompok sel jaringan (meristem) dan organ serta menumbuhkannya dalam kondisi yang aseptic, sehingga bagian tanaman tersebut dapat kembali menjadi tanaman yang lengkap. Pelaksanaan kegiatan kultur jaringan terdiri dari beberapa tahap kegiatan yang saling berhubungan satu dengan lainnya. Beberapa langkah yang harus dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan kultur jaringan yaitu :1. Persiapan Alat dan Bahana. Peralatan yang digunakanAlat-alat yang digunakan antara lain : clean bench, auto clave, hot plate magnetic stirer, microskop, timbangan elektrik, inkubator/ruang kultur, test tube,botol kultu/ botol mayones, pipet bermacam ukuran, destilator, petridish, gunting, tabung reaksi/beaker glass, Ph meter, pinset berbagai bentuk, jarum penusuk, sealpel, gelas ukur, dan pisau silet.b. Bahan yang diperlukanBahan kimia yang diperlukan antara lain : alkohol, antiformin, gula putih, aquadest, aluminium foil, tisue, damn kertas sarang.c. Media yang digunakan dalam kutur jaringan adalah media MS (Murashige and Skoog) dan media padat serta media cair.2. Persiapan Pengambilan MeristemUmbi kentang yang akan diambil meristemnya berumur 2 bl panen. Sebelumnya perlu dilakukan disenfeksi agar umbi bersih dari kotoran yang terbawa dari lapangan. Perlakuan sebagai berikut :a. Umbi dibersihkan dengan deterjen, kemudian dibersihkan pada air mengalir selama 10 menit, kemudian direndam dalam larutan antiformin 0,5% selama 15 menit, kemudian dibersihkan dengan air dan dikering anginkan.b. Penyimpanan : siapkan box plastik/stek bak, lap dngan tissue yang dibasahi alkohol 70%, lapis dengan kain kasa. Simpan umbi diatas kain, ditutupkain sarang. Box plastik dibungkus kertas koran yang bersih dan disemprot alkohol 70%, simpan pada suhu ruang dan tunggu sampai bertunas 1-2 cm.c. Tunas/sproud siap diambil meristemnya.d. Pengoleksian meristem dan perbanyakan in-vitro biasanya dilakukan dengan menggunakan clean bench yang sudah dibersihkan bagian dalamnya dengan kertas tissue beralkohol 70%.3. Penanaman Meristema. Umbi yang telah diberi perlakuan dan mempunyai tunas 1-2 cm dipetik tunasnya masukan ke dalam alkohol 70% selama 30 detik. Rendam pada larutan antiformin 0,5% selama 5 menit, kemudian rendam/bilas dalam air steril.b. Tusuk dengan jarum/stick needle, dibawah mikroskop monokuler, daun pada tunas dibuang dengan menggunakan scalpel. Akan terlihat meristem dengan 2 daun primordia seperti kubah.c. Potong meristem, tanam pada test tube yang berisi media agar MS, tutup rapat diatas nyala api agar jamur tidak masuk, kemudian simpan didalam rung gelap selama seminggu.d. Pindahkan ke inkubator/ ruang kultur yang bersuhu 20-25oC, beri cahaya 3000-5000 lux selama 16 jam sehari.e. Meritem akan tumbuh antara 3 bulan sampai 1 tahun.4. Perbanyakan In-VitroStek mikro yang telah berumur 3-4 minggu diperbanyak dengan cara dipotong setiap buku-buku, ditanamkan lagi pada media tanam pada botol kultur. Setelah selang waktu 3 – 4 minggu plantlet sudah bisa diperbanyak lagi. Penanaman botol kultur berisi 5-10 stek untuk yang kan diperbanyak dan yang akan ditransplanting/ diaklimatisasi.5. Kegiatan AklimatisasiMerupakan kegiatan pemindahan tanaman dari suatu media yang terisolir dari lingkungan yang berbeda tempat dan kondisi kepada media/ tempat yang baru. Tanaman yang diaklimatisasi adalah berupa planlet.a. Media tanamMedia yang digunakan sebagai media tanam antara lain : tanah subsoil, pupuk kandang dan arang sekam. Tanah subsoil dan pupuk kandang dicampur dngan perbandingan 1 : 1, diaduk sampai rata, dibiarkan + 4 jam dengan suhu 90oC secara merata. Setelah dingin media siap untuk diangkat dan dimasukan ke seed bedyang berukuran panjang 170 cm, lebar 80 cm dan tinggi 15 cm. Media arang sekam digunakan pada waktu membumbun atau dicampur dengan media campuran.b. Penanaman PlantletMedia tanam pada seed bed diberi pupuk buatan SP36: 100 gr, ZA 54 gr, KCl : 27 gr atau pupuk NPK: 15-15-15 sebanyak 100 gr, ditambah SP36 : 50gr. Cara penanaman platlet sebagai berikut :1) Ambil botol kultur jaringan yang berisi platlet diisi dengan seikit air, kemudian tumpahkan isi botol tersebut pada baki yang berisi air. Bersihkan akar platlet sehingga terbebas dari media sebelumnya;2) Tambahkan platlet tersebut pada media seed bed, beri naungan agar sinar matahari tidak langsung;3) Siram dengan hyponex sekali seminggu;4) Pemeliharaan lanjutan yang seperti biasa dengan pemberian air 2-3 kali dalam seminggu atau tergantung kelembaban saat itu;5) Pengendalian hama penyakit dilakukan secara preventif;6) Pengujian virus dilakukan setelah tanaman berumur + 30 hari dengan uji elisa dan inakulasi.Penyadur : Ir. Edizal, MM – Pusat Penyuluhan PertanianBahan bacaan : Budidaya Kentang, Direktorat Tanaman Sayuran, Hias dan Aneka Tanaman, Dirjen Bina Hortikultura.