PEMBIBITAN KOPI ARABIKA Dalam rangka bercocok tanam kopi, selain memperhatikan keadaan iklim serta jenis dan varietas yang akan ditanam, juga harus diperhatikan pekerjaan?pekerjaan yang akan dilaksanakan, seperti: A. Pembibitan Tanaman Kopi• Bibit yang akan ditanam dapat berasal dari:• Biji (zaaling), pembiakan secara genertaif.• Sambungan atau stek, pembiakan secara vegetatif.a. Cara memperoleh biji kopi Dari kebun sendiri, biji diambil dari pohon yang telah diketahui mutunya. Pohon induk yang produksinya cukup tinggi, tahan terhadap nematoda, bubuk buah maupun bubuk batang, atau dengan kata lain yang tahan terhadap hama dan penyakit. Balai penelitian perkebunan, bersumber dari kebun percobaan yang menghasilkan biji telah teruji keunggulannya. Contoh : Sigararutan, lini S, 288, 795, unggul lokal (kobra) dll b. Cara memilih dan memelihara biji kopiBuah yang dipungut adalah yang masak, kemudian dipilih yang baik, tidak cacat dan yang besarnya normal. Jika biji ini tidak memenuhi syarat harus disingkirkan. Semua buah/biji kopi yang memenuhi syarat kemudian dikerjakan sebagai berikut:• Biji dikelupas kulitnya, dinjak?injak dengan kaki, tetapi kulit tanduk tidak sampai lepas.• Lendir yang melekat dibersihkan, dengan jalan dicuci atau digosok permukaannya dengan abu dapur.• Setelah bersih biji dikering anginkan satu atau dua hari, tidak langsung terkena sinar matahari, melainkan kering angin.• Biji?biji yang sudah kering, selanjutnya diadakan pemilihan yang kedua kalinya. Jika biji kopi itu hampa dan bentuknya jelek, harus disortasi, tidak perlu disemai.c. Penaburan biji kopiBibit kopi dapat ditanam setelah umur 8?9 bulan. Maka penaburan biji kopi dipersemaian harus memperhatikan rencana penanaman. Kalau bibit kopi ditanam sebagai zaailing, maka baiklah bila biji itu ditaburkan pada bulan Januari ? Februari. Dengan demikian kelak musim tanam tiba bibit sudah berumur 10?11 bulan. B. Persemaian Biji Kopi Persyaratan tempat persemaian biji kopi, sebagai berikut:• Tanah sedapat mungkin dipilih yang agak datar, subur, dan banyak mengandung bunga tanah.• Dekat perumahan dan sumber air, agar memudahkan pengamatan dan pemeliharaan pada musim kemarau, terutama dalam melakukan penyiraman.• Ada pohon pelindung, agar dapat menahan terik matahari dan percikan air hujan yang lebat, sehingga tidak merusakkan bibit. Tingkat penyemaian biji kopi ada dua tingkat, yaitu: tingkat perkecambahan, dan dederan bibit (pemindahan dari perkecambahan). a. Tingkat perkecambahan biji kopiSebelum ditanam di persemaian, semua biji dikecambahkan lebih dahulu. Pada tempat perkecambahan dibentuk bedengan?bendengan dengan ukuran lebar 1,2 m dan panjang 2,4 m. Selanjutnya pada bedengan itu dilapisi pasir setebal 5 ? 10 cm, dan di atas bedengan diberi atap. Semua biji dibenamkan pada lapisan pasir menghadap ke bawah, artinya bagian punggung di atas, dan bagian perut menghadap ke bawah. Pembenaman dilakukan sedemikian rupa sehingga bagian teratas kelihatan rata dengan lapisan pasir. Biji dibenamkan secara berderet dalam satu baris, jarak antara baris larikan yang satu dengan lainnya 5 cm. Sedangkan jarak antara biji dengan biji 2,5 cm. Setiap 1 m bisa memuat 900 ? 1.000 biji kopi, hal ini sangat tergantung pada besar kecilnya biji dan jenisnya. Biji yang ditaburkan bisa dengan kulit biji tanduk atau tanpa kulit tanduk. Tetapi lebih baik biji kopi tersebut dilepas kulit tanduknya, sehingga mereka akan lebih cepat tumbuh dan tidak menjadi sarang penyakit. Setelah selesai pembenaman, biji?biji kopi tersebut diberi pasir lagi, tipis?tipis saja. Tempat perkecambahan ini harus dijaga supaya tetap lembab. Untuk menjaga kelembaban biji?biji tersebut, di atas bedengan yang tertutup pasir tadi diusahakan ditutup dengan lalang atau jerami yang dipotong?potong antara 0,5 ? 1 cm, kemudian diadakan penyiraman dua atau tiga kali sehari. Setelah berumur 4 ? 8 minggu, biji kopi tersebut akan berkecambah, kemudian dapat dipindahkan ke persemaian atau tempat dederan. Proses perkecambahan ini sangat dipengaruhi oleh keadaan iklim. Di dataran rendah yang beriklim panas, perkecambahan itu makan waktu 3 ? 4 minggu. Sedangkan di dataran tinggi yang beriklim dingin perkecambahan makan waktu 6 ? 8 minggu. Selama proses perkecambahan, cotyledon?cotyledon dan embrio kecil pada biji kopi membengkak dengan menghisap endosperma, kemudian akar kecil (radicula) dan hypocotyl tumbuh. Akhirnya hypocotyl muncul dari tanah dengan bentuk membungkuk dan berdiri tegak dengan mengangkat cotyledon?cotyledon yang masih tertutup oleh endosperma dan kulit ari. Pertumbuhan pada tingkat demikian sering disebut "soldatje" atau serdadu. Dalam pertumbuhan soldatje itu untuk sementara berhenti tumbuh lebih kurang 1 bulan. Kemudian mulai tumbuh lagi, yakni cotyledon membesar sehingga endosperma dan kulit ari sobek kemudian endoscarp lepas. Selanjutnya cotyledon terangkat seolah?olah masih melekat, kemudian terpisah, tumbuh sepasang keping daun yang disebut "kepel".Semai dalam tingkat ini sudah berumur 2 ? 3 bulan, selanjutnya dapat dipindahkan ke pembibitan media polybag. b. pembibitan kopi Persiapan lahan pembibitan- Pembersihan lahan- Pembuatan bedengan dengan ukuran 10 m x 120 cm- Pengolahan tanah sekaligus pembuatan bedengan- Tanah yang sudah dicangkul dicampur dengan kompos dengan perbandingan 2:1- Setelah tanah dicampur lalu dimasukkan ke dalam polybag ditata rapi sehingga membentuk bedengan. Pemindahan kepelan ke polybag Pemindahan kecambah ke polybag bisa berbentuk serdadu(soldetje)atau kepel, kecambah yang kepingnya sudah membuka, kecambah yang dipindahkan ke polybag sebaiknya dilakukan dengan hati-hati agar tidak rusak. Pengambilan serdadu atau kepel tidak boleh dicabut, melainkan harus dicongkel dengan sebilah bambu/solet. Sebelum bibit ditanam ke polybag sebaiknya diseleksi bentuk perakarannya, karena apabila akarnya bengkok pertumbuhan tidak akan baik atau tanaman menjadi kerdil Penanaman dilakukan dengan cara pembuatan lubang tanam agar pada waktu penanaman agar tidak bengkok. Setelah itu ditaruh dilubang tanam dengan tangan kiri dan tangan kanan melakukan pemadatan. Umur bibit 5-6 bulan ANALISA USAHA TANI PEMBIBITAN KOPI ARABIKA No Uraian Satuan Nilai (Rp.)1 Sewa tanah 100 m2 1.000.0002 Polybag 10x15 cm @ Rp, 30.000 x 9 kg 270.0003 Benih @ Rp. 250.000 x 2kg 500.0004 Kompos 200 kg @ Rp. 500.00 x 200 kg 100.0005 Olah tanah 1 HOK Rp. 25.000 25.0006 Bambu 20 batang @ Rp. 7000 140.0007 Daun jambe hutan 6 ikat @ Rp. 10.000 x 6 60.0008 Tenaga pendederan 4 HOK @ Rp. 25.000 x 4 100.0009 Isi tanah ke polybag 6000 pcs @ 100,00 600.00010 Pupuk + obat obatan Rp. 300.000 300.00011 Biaya perawatan sampai siap tanam Rp. 3000.000 3000.00012 Angka kematian 15 % 900 Biji 13 Bibit yang siap dijual 5.100 ph Jumlah Rp. 6.095.000 Total biaya Rp. 6.095.000,-Hasil penjualan 5.100 ph x Rp. 3000 = Rp. 15.300.000Pendapatan – Pengeluaran = Rp. 15.300.000 – Rp. 6.095.000,- = Rp. 9.205.000 Dalam jangka waktu 8 bulan Sumber : PPL Kecamatan Krucil 2018 PEMBIBITAN KOPI ARABIKA Disamapaikan oleh : TIM PPL BPP KRUCIL