Loading...

Pembinaan Kawasan Rumah Pangan Lestari (krpl) Di Kwt tunas Asri Desa Kesemen Kecamatan Ngoro

Pembinaan Kawasan Rumah Pangan Lestari (krpl) Di Kwt tunas Asri Desa Kesemen Kecamatan Ngoro
Oleh : Arismunandar, SST/PPL Kec. Ngoro Kab. Mojokerto Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Mojokerto selalu memotivasi dan membina kelompoknya untuk menggalakkan kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga. Kegiatan pembinaan yang dilakukan pada Kelompok Wanita Tani “Tunas Asri” di Desa Kesemen Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto. pembinaan ini dimaksudkan untuk lebih mengoptimalkan diversifikasi pangan melalui pemanfaatan lahan pekarangan dengan tujuan pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga dan masyarakat melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan secara lestari, meningkatkan kemampuan keluarga dan masyarakat dalam pemanfaatan lahan pekarangan di perkotaan maupun perdesaan untuk budidaya tanaman umbi-umbian, buah, sayuran dan tanaman obat keluarga (toga), pemeliharaan ternak dan ikan dan pengolahan hasil limbah rumah tangga menjadi kompos serta mengembangkan kegiatan ekonomi produktif keluarga sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan menciptakan lingkungan hijau yang bersih dan sehat secara mandiri. Hal tersebuat sesuai dengan prinsip dasar KRPL yaitu Dibangun dari kumpulan rumah tangga yang mampu mewujudkan kemandirian pangan melalui pemanfaatan “PEKARANGAN”, dapat melakukan upaya diversifikasi pangan berbasis sumberdaya local dan sekaligus pelestarian tanaman pangan untuk masa depan, serta tercapai pula upaya peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Tujuan dari Pembinaan kelompok Wanita Tani yang mengelola Kegiatan KRPL adalah untuk mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan dengan mengunakan teknik-teknik dasar dalam kegiatan KRPL, antara lain : melalui sistem pot gantung, vertikultur, polybag, tabulampot, hidroponik, bedengan, pemanfaatan barang bekas, dan lain sebagainya. Selain dari manfaat estetis dan produktif dari pekarangan yang ditanam adalah kelompok turut mendukung gaya hidup hijau sebagai suatu upaya untuk mengatasi laju pemanasan global disekitar rumah kita. Beberapa hal lain yang perlu diperhatikan dalam mengoptimalkan manfaat pekarangan ialah dengan mempersiapkan media tanam, menentukan jenis tanaman, teknik penanaman, pemeliharaan tanaman, pengairan, pemanenan, rotasi tanaman, dan pengolahan hasil pekarangan sesuai dengan potensi dan kearifan lokal sehingga dapat terwujudnya KRPL. Adapun tahap-tahap yang harus dilakukan dalam kegiatan KRPL anyata lain yaitu : Persiapan : penentuan lokasi, pengumpulan informasi potensi sumberdaya, dan penentuan kelompok sasaran/ rumah tangga di perdesaan. Melakukan koordinasi dengan dinas terkait, BPP, dan penyuluh lapangan. Perencaan kegiatan secara partisipatif dengan kelompok sasaran, berkaitan dengan penentuan komoditas, penentuan tata letak komoditas di lahan pekarangan, pengaturan tenaga dalam rumah tangga, pengaturan pertemuan kelompok dan peran anggota kelompok. Pelaksanaan kegiatan: (1) kegiatan dimulai dengan pelatihan teknis usahatani tanaman, usaha ternak dan usaha perikanan; (2) penerapan atau implementasi kegiatan tanaman, peternakan dan perikanan. Dari tahapan kegiatan KRPL tersebut sehingga dapat dihasilkan manfaat sesuai dengan tujuan utama dari kegiatan tersebut antara lain: 1) Diversifikasi kegiatan usahatani, usaha ternak dan perikanan. 2) Peningkatan proses adopsi teknologi pada berbagai komoditas yang spesifik lokasi dan sesuai agroekologi setempat. 3) Meningkatnya pengelolaan dan pemanfataan sumberdaya secara optimal khususnya pemanfaatan lahan pekarangan, sehingga nilai manfaat dan keuntungan diversifikasi sumberdaya pangan dapat diperoleh. Sehingga dengan adanya kegiatan Pembinaan KRPL ini dapat meningkatkan kemampuan keluarga dan masyarakat secara ekonomi dan sosial dalam memenuhi kebutuhan pangan dan gizi secara lestari, menuju keluarga dan masyarakat yang sejahtera serta terwujudnya diversifikasi pangan dan pelestarian tanaman pangan lokal.