PEMBUATAN UMB (UREA MOLASSES BLOCK)Oleh : Lukman Effendi, S.ST I. PendahuluanTernak ruminansia diklasifikasikan sebagai hewan herbivora karena pakan utamanya adalah tanaman atau tumbuhan. Kambing dan sapi merupakan hewan mamalia karena menyusui anaknya sistem pencernaan yang khas didalam rumen menyebabkan Kambing dan sapi digolongkan sebagai hewan ruminansia. Pakan ternak ruminansia terdiri dari hijauan sebagai pakan utama dan konsentrat sebagai pakan tambahan. Hijauan diartikan sebagai pakan yang mengandung serat kasar atau bahan yang tidak tercerna relatif lebih tinggi dibanding konsentrat. Jenis pakan hijauan ini adalah rumput – rumputan, legume dan jerami, sedangkan konsentrat merupakan pakan yang mengandung kadar energi dan protein tinggi dan mengandung serat kasar yang rendah. Konsentrat dapat berupa biji – bijian dan atau limbah hasil proses industri pengolahan hasil –hasil pertanian (Akoso, 1996). Untuk mencapai produktivitas ternak yang tinggi diperlukan tambahan unsur – unsur mikro seperti mineral dan vitamin. Urea Molasses Block (UMB) merupakan salah satu jenis pakan suplemen yang mengandung unsur – unsur mikro tersebut.II. Urea Molases Blok Sebagai Pakan Tambahan/Pakan Penguata. Pengertian UMB (Urea Molases Block) adalah pakan suplemen untuk ternak ruminansia, berbentuk yang kaya dengan zat-zat makanan, terbuat dari bahan utama molase (tetes tebu) sebagai sumber energi, pupuk urea sebagai sumber nitrogen (protein), bahan lain seperti garam dapur, ultra mineral, kapur sebagai pelengkap zat-zat makanan, serta bahan pengisi dan penyerap molase seperti dedak, konsentrat. Pakan suplemen ini dapat juga disebut sebagai “permen jilat” untuk ternak atau “permen kambing” (Dinas Peternakan Kabupaten Brebes, 1990).Beberapa manfaat UMB untuk ternak antara lain adalah meningkatkan konsumsi pakan, meningkatkan kecernaan zat-zat makanan, meningkatkan produksi ternak (Dinas PeternakanKabupaten Brebes, 1990).b. Bahan komposisi UMB, yang digunakan untuk membuat UMB terdiri dari : a) molase merupakan komponen utama dalam pembuatan UMB. Bahan ini digunakan karena mengandung karbohidrat sebagai sumber energi dan mineral,b) urea, sebagai sumber nitrogen yang diperlukan pada proses fermentasi dalam rumen, c) bahan pengisi, ditambahkan agar dapat meningkatkan kandungan zatzat makanan dan untuk menjadikan UMB menjadi bentuk padat dan kompak.Bahan ini dapat berupa dedak padi, dedak gandum, bungkil kelapa, bungkil biji kapuk, bungkil kedelai, ampas tebu, ampas tahu atau bahan lain yang murah dan mudah didapat, d) bahan pengeras, penambahan ini dimaksudkan untuk menghasilkan UMB yang keras, bahan-bahan ini juga mengandung mineral terutama Calsium (Ca) yang cukup tinggi, bahan pengeras antara lain tepung batu kapur, semen (Dinas Peternakan Kabupaten Brebes, 1990).c. Macam-macam cara pembuatan UMBAda beberapa macam cara pembuatan UMB terutama yang menyangkut teknis pemanasan dan jumlah molases yang digunakan yaitu a) cara dingin, pembuatan dengan cara ini dilakukan hanya dengan mencampur molases dan urea dengan bahan-bahan lain sebagai bahan pengisi, pengeras dan urea dengan bahan tambahan lainnya, sampai terjadi adonan yang rata, kemudian dipadat dengan cetakan. Cara ini dapat dilaksanakan apabila molases yang digunakan berjumlah sedikit, b) cara hangat yaitu dengan memanaskan molases terlebih dahulu dengan suhu 40-50ºC, kemudian dicampur urea, bahan pengisi dan pengeras serta bahan lain. Setelah adonan ini rata, dicetak dan dipadatkan, c) cara panas, pembuatan UMB dengan cara ini, adonan yang terdiri dari molases yang digunakan dalam jumlah banyak. Dengan cara ini, adonan yang terdiri dari molase dan bahan-bahan pengisi, dipanaskan dengan merebusnya pada suhu 100-120ºC selama 10 menit, setelah agak dingin (sekitar 70ºC) dicampur dengan urea dan bahan bahan pengeras, kemudian dituangkan dalam cetakan dan dipadatkan (Dinas Peternakan Kabupaten Brebes, 1990). Bentuk UMB yang padat dan keras, bertujuan agar ternak mau “menjilati” bahan ini sesuai dengan kebutuhan biologisnya, sehingga ternak akan mengkonsumsi zat-zat makanan yang berasal dari bahan suplemen ini meskipun secara sedikit demi sedikit namun berlangsung terus menerus (Dinas Peternakan Kabupaten Brebes, 1990). Tentang jumlah dan besarnya UMB yang diberikan pada ternak, bergantung pada kehendak peternak yang disesuaikan dengan efisiensi kerja peternak. Menurut penelitian BATAN yang disitasi oleh Hatmono dan Indriyadi (1997), konsumsi UMB untuk ternak besar (sapi perah, sapi potong dan kerbau) mencapai 350 gr/ekor/hari dan 120 gr/ekor/hari untuk ternak kecil (kambing dan domba).d. Manfaat UMBHatmono dan Indriyadi (1997), UMB berkhasiat untuk meningkatkan produktifitas ternak melalui peningkatan sintesa protein oleh mikroba didalam rumen, peningkatan kecernaan pakan dan peningkatan konsumsi pakan yang semuanya itu akan memberikan keseimbangan yang lebih baik antara suplai asam amino dan energi dan kebutuhan ternak untuk tumbuh, berproduksi, hal ini meningkatkan populasi mikroorganisme rumen sehingga kebutuhan serat kasar sebagai media hidupnya akan meningkat pula, sehingga akan merangsang ternak untuk mengkonsumsi bahan pakan lebih banyak dari keadaan normalnya, dengan meningkatnya konsumsi pakan maka produksi ternak (daging) akan meningkat pula. Penggunan UMB sebagai bahan pakan suplemen dengan kadar protein, energi dan mineral yang cukup dapat digunakan untuk ternak-ternak yang dikandangkan atau yang digembalakan. Adapun manfaat UMB untuk ternak adalah agar terhindar dari efisiensi vitamin dan mineral, malnutrisi karena rendahnya nilai gizi pakan dan juga dapat meningkatkan produksi ternak.e. Dosis pemberian UMBHatmono dan Indriyadi (1997), dosis pemberian UMB 120 gr/ekor/hari untuk ternak kecil (kambing dan domba). Pakan tambahan ini dikonsumsi ternak dengan cara menjilat dan diberikan dengan cara meletakkan di tabung bambu atau kotak pakan. pakan tambahan ini diberikan pada pagi hari dengan jumlahnya sesuai dengan tingkat konsumsi yang dianjurkan pada setiap jenis ternak, walaupun ukuran UMB melebihi kebutuhan maka biasanya ternak akan membatasi sendiri.Contoh cara Membuat Urea Molase Block (UMB) dengan Total Komposisi 500 Gram:Bahan:1. Mollases/ Tetes2. Urea3. Bahan Pengisi:- Bekatul- Pollard- Onggok4. Pengeras ( Tepung Kapur)5. Garam6. Mineral CampuranAlat yang digunakan:1. Timbangan, Plastik, Wadah tempat pencampuran2. Pencetak/ pipa paralon dan stik untuk memadatkanLangkah kerja:1. Timbang bahan-bahan dengan komposisi sbb:a. Mollases/ Tetes ............................ 30% = 150 grb. Urea .............................................. 5% = 25 grc. Bekatul.......................................... 20% = 100 grd. Pollard.......................................... 15% = 75 gre. Onggok......................................... 20% = 100 grf. Tepung Kapur................................. 3% = 15 grg. Garam........................................... 2% = 10 grh. Mineral Campuran.......................... 5% = 25 gr Total Komposisi............................ 100% = 500 gr2. Semua bahan dicampur dan diaduk homogen3. Cetak dengan pencetak, padatkan.4. Lakukan Pengemasan.5. Setelah mengeras, siap di berikan pada ternak.Keterangan: Urea Mineral Block dikerjakan dengan cara dinginIII. Daftar PustakaHatmono, H. dan Indriyadi, H. 1997. Urea Molase Blok Pakan Suplemen untukTernak Ruminansia. PT. Trubus Agriwidya. UngaranSodiq, A. dan Abidin, Z. 2002. Penggemukan Domba. Agromedia Pustaka.JakartaDinas Peternakan Kabupaten Brebes. 1990. Teknologi Penyuluhan Peternakan.Kabupaten Brebes