Loading...

PEMBUATAN BOKASHI DALAM KEGIATAN IPDMIP

PEMBUATAN BOKASHI DALAM KEGIATAN IPDMIP
LATAR BELAKANG Untuk mengatasi adanya kelangkaan pupuk dan semakin meningkatnya harga pupuk anorganik serta upaya memperbaiki struktur tanah maka perlu menggunakan pupuk organik sebagai pupuk alternatif. Dimana berdasarkan penelitian, kadar bahan organik di lahan pertanian sekarang hanya tersisa 2% dari yang seharusnya 5%. Pupuk organik adalah bahan organik yang mengalami proses pematangan atau pembusukan sehingga mengalami perubahan menjadi bahan yang mempunyai perbandingan C/N yang mudah mendekati C/N rendah. Salah satu pupuk organik yang mudah cara pembuatannya adalah pupuk bokhasi. Dimana bahan dasarnya adalah limbah dari pertanian, limbah peternakan maupun limbah sampah organik rumah tangga yang dibuat sendiri dengan bahan yang sangat mudah didapat dan murah. Untuk memberikan pengetahuan kepada petani tentang pentingnya bahan organik, maka pada kegiatan Sekolah Lapangan Petani (SLP) dalam program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP) diberikan materi pembelajaran tentang bahan organik dan cara pembuatannya. Salah satunya adalah teknologi pembuatan bokhasi yang memanfaatkan kotoran ternak dan limbah pertanian lainnya. Keuntungan/kelebihan menggunakan pupuk organik : 1. Bahan baku mudah didapat 2. Pembuatannya mudah dan tidak membutuhkan waktu lama 3. Memperbaiki struktur tanah 4. Ramah lingkungan 5. Menghemat biaya 6. Kandungan unsur haranya lengkap Bahan yang diperlukan dalam pembuatan bokashi : 1. Limbah ternak/kotoran sapi 8 % 2. Dedak halus 10% 3. Abu sekam 5% 4. Gula pasir/tetes tebu 2% 5. Dekomposer/ EM4 2% 6. Air secukupnya Alat yang diperlukan : 1. Ember/timbo 2. Gembor 3. Sekrop/alat pengaduk 4. Terpal/karung 5. Pacul Proses pembuatan bokashi : 1. Larutkan EM4 dengan air tambahkan gula/tetes tebu 2. Campurkan bahan limbah, arang sekam, dedak halus hingga merata 3. Siramkan larutan EM4 secara perlahan-lahan ke dalam adonan secara merata sampai kandungan air adonan mencapai 30%, bila adonan dikepal dengan tangan tidak keluar air dan bila kepalan adonan dilepas kepyar. 4. Adonan digundukkan diatas lantai dengan dialasi terpal yang kering dengan ketinggian 15 - 20 cm kemudian ditutup dengan karung goni selama 3 – 4 hari 5. Pertahankan suhu gundukan adonan 40°C - 50°C jika suhu lebih dari 50°C bukalah karung goni dan gundukan adonan dibolak balik kemudian ditutup lagi dengan karung goni, suhu yang tinggi dapat mengakibatkan bokashi menjadi rusak karena terjadi proses pembusukan, pengecekan suhu dilakukan setiap 5 jam sekali 6. Setelah 6 -7 hari pupuk bokashi telah terfermentasi dengan tanda – tanda permukaanya akan tumbuh cendawan seperti kapuk yang warnanya kebiru-biruan, fisik bokashi agak masir tidak gembel dan siap digunakan sebagai pupuk organik bokashi yang baik tidak berbahu dan warnanya tidak kelam. Cara aplikasi pupuk bokashi : Pupuk Bokashi diberikan setelah 7 hari dari awal pembuatannya dan digunakan sebagai pupuk dasar dosis 1 sampai 2 ton per Ha , dengan penggunaan pupuk bokashi akan mengurangi penggunaan pupuk kimia atau anorganik sebanyak 50%. Pupuk bokashi yang baik berstruktur remah, tidak basah, berwarna coklat kehitaman, berbahu khas fermentasi dan bobot fisiknya ringan , bisa diberikan pada tanaman padi, kedelai, jagung, holtikultura dan tanaman yang lain. Manfaat Pupuk Bokashi Beberapa manfaat pupuk Bokashi antara lain: 1. Memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah 2. Meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil pertanian 3. Meningkatkan kandungan material organik tanah sehingga mengurangi kepadatan tanah dan dapat mempermudah masuknya air ke dalam tanah. Kelebihan dan kekurangan pupuk Bokashi Penggunaan pupuk bokashi mempunyai kelebihan dan kekurangan tersendiri dibanding penggunaan pupuk lainnya. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan penggunaan pupuk bokashi : Kelebihan - Memperbaiki sifat kimia, fisik dan biologi tanah. - Lebih efektif dan ramah lingkungan - Menyediakan unsur hara bagi tanaman (menyuburkan tanah) - Menekan pertumbuhan gulma - Menekan populasi hama dan penyakit tanaman Kekurangan - Nutrisi bahan organik hilang bila suhu fermentasi di atas 500C - Kesalahan pengolahan dapat mengakibatkan keracunan/ pencemaran PENULIS : Rina Hasri, SP