Loading...

Pembuatan Dan Aplikasi Pestisida Nabati Untuk Tanaman Jahe Merah Di Gapoktan Mangunrejo Mulyo

Pembuatan Dan Aplikasi Pestisida Nabati Untuk Tanaman Jahe Merah Di Gapoktan Mangunrejo Mulyo
Pestisida nabati merupakan salah satu jenis pestisida potensial untuk digunakan dalam mengendalikan hama yang bahan dasarnya berasal dari tumbuh-tumbuhan dengan mekanisme kerja yang unik terhadap hama sasaran. Kata “unik” ini merujuk pada sebuah efek yang tidak berarti harus membunuh hama sasaran.Unik bisa berarti mengusir,memperangkap,menghambat perkembangan serangga/hama, mengganggu proses cerna, mengurangi nafsu makan, bersifat sebagai penolak, bahkan memandulkan hama sasaran. Peluang pengembangan pestisida nabati di Indonesia dinilai sangat strategis mengingat tanaman sumber bahan insektisida banyak tersedia dengan berbagai kandungan kimia yang bersifat racun. Lebih dari seribu tanaman berpotensi sebagai pengendali hama tanaman. Tanaman biofarmaka dan atsiri merupakan tanaman yang dapat digunakan sebagai pestisida nabati. Umumnya termasuk ke dalam family Meliaceae, Annonaceae, Asteraceae, Piperaceae dan rutaceae. Ramuan pestisida nabati bisa ditelusuri dari sifat-sifat bahan baku yang akan dibuat dan karakteristik hama sasaran. Sifat-sifat bahan baku misalnya aroma dan racun (sifat, kadar) dari suatu bahan. Penggunaan ekstrak biji dan daun mimba serta ekstrak biji srikaya berfungsi terhadap mortalitas dan perkembangan Helopeltis sp dengan menghambat aktivitas makan dan menurunkan keperidian. Penggunaan Pestisida Nabati sebagai Pengendali Belalang dan Ulat : Bahan yang diperlukan seperti Daun Sirsak dan daun tembakau, sediakan 50 lembar daun sirsak dan 5 lembar daun tembakau kemudian tumbuk sampai halus. Tambahkan 20 liter air dan 20 grm detergen. Diamkan selama semalam. Daun pepaya mengandung papain yang efektif mengendalikan ulat dan hama penghisap cairan pada tumbuhan. Sediakan 1 kg daun pepaya segar dan haluskan, tambahkan 10 liter air, 2 sendok makan minyak tanah, 30 gr detergen, diamkan semalam. Saring larutan hasil perendaman dengan kain halus, semprotkan ke tanaman. Aplikasikan dengan perbandingan 1 liter air : 100 ml pesnab Penggunaan Pestisida Nabati ini dapat dicampurkan atau diolah bersamaan dengan penggunaan urine yang telah difermentasi selama 14 hari dan langsung dapat diaplikasikan ke tanaman. Keunggulan pestisida nabati adalah mudah didapatkan dan dibuat, murah, relative aman terhadap lingkungan, tidak menyebabkan keracunan pada tanaman, sulit menimbulkan kekebalan terhadap hama, kompatibel digabung dengan cara pengendalian yang lain serta menghasilkan produk pertanian yang sehat dan bebas residu pestisida kimia. Namun kelemahannya adalah cara kerja relatife lambat, tidak membunuh serangga secara langsung, tidak tahan terhadap sinar matahari, kurang praktis, tidak tahan disimpan dan harus disemprot berulang-ulang. Penggunaan pestisida nabati menjadi sangat penting akhir-akhir ini, mengingat semakin meningkatnya penggunaan pestisida kimia di kalangan petani kita. Penggunaan pestisida berlebih menyebabkan residu zat kimia yang terkandung di dalam bahan kimia tersebut. Selain berpengaruh terhadap hama, bermanfaat dan aman bagi tanaman, ternak serta manusia dan sekaligus melaksanakan program pertanian ramah lingkungan. Pemberian pestisida nabati sebaiknya dilakukan saat tingkat serangan masih rendah, karena bahan aktif pada pesnab efeknya tidak langsung mematikan. Perlu pengamatan sejak dini terhadap keadaan pertanaman agar kemungkinan serangan hama penyakit dapat segera ditangani dengan pesnab.