Loading...

PEMBUATAN KALEM (KALSIUM LEMAK) DARI LIMBAH SAWIT SEBAGAI PAKAN TERNAK SAPI

PEMBUATAN KALEM (KALSIUM LEMAK) DARI LIMBAH SAWIT  SEBAGAI PAKAN TERNAK SAPI
Berdasarkan data United States Department of Agriculture; disingkat USDA, biasa disebut Agriculture Department, pada 2018 produksi minyak sawit mentah di Indonesia mencapai 41,5 juta ton. Artinya, produksi sawit di Indonesia yang tinggi ini membuat hasil sampingan dari proses produksi pun melimpah. Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi (Balitbangtan) membuat penelitian hasil sampingan tersebut menjadi kalem (kalsium lemak) yang bisa dikonsumsi oleh sapi untuk meningkatkan produksi susu sapi. Hasil sampingan sawit atau limbah sawit saat ini sudah mulai sering digunakan sebagai pakan ternak. Berbagai penelitian dilakukan untuk memanfaatkan limbah tersebut agar tidak menumpuk dan menyebabkan permasalahan baru. Salah satu sumber energi untuk pakan sapi perah adalah lemak atau minyak. Namun, pemakaian lemak atau asam lemak yang tinggi (>5% dalam total ransum) akan menyebabkan efek negatif terhadap fermentasi rumen. Oleh sebab itu, lemak atau asam lemak harus diproteksi sehingga tidak dapat dipecah dalam rumen. Kalem yang dibuat dari hasil sampingan minyak goreng dari minyak sawit diproses menjadi butiran kering. Pakan ini bisa dijadikan sumber suplemen energi bagi induk sapi perah yang baru saja melahirkan untuk meningkatkan produksi susunya. Pakan kalem berwarna kuning muda, berbentuk butiran halus kering, dan beraroma seperti sabun. Pakan suplemen yang dibuat dari hasil sampingan minyak goreng sawit ini juga bisa digunakan untuk mempertahankan bobot tubuh sapi yang baru saja melahirkan. Biasanya hasil sampingan dari proses pengolahan minyak berbentuk padatan lengket dan susah untuk dicampur dengan bahan lain. Namun, kalem berbentuk halus kering sehingga mudah dicampur dengan bahan pakan lain. Bentuknya yang kering juga memudahkan proses distribusi pakan suplemen ini. Kalsium lemak yang bisa diberikan sebanyak 2,5 persen dari total bahan kering konsumsi pada sapi. Hanya dengan dosis tersebut, pakan suplemen ini sudah bisa memberikan pengaruh positif terhadap produksi susu sapi. Berdasarkan hasil penelitian, sapi yang diberikan kalem atau kalsium lemak dapat menghasilkan susu sapi lebih banyak 10,74 persen dibandingkan sapi yang tidak diberikan pakan ini. Pemberian pakan ini tidak menimbulkan efek samping terhadap kualitas susu atau nilai kecernaan pakan pada ternak sehingga aman untuk digunakan. Pakan suplemen ini bisa diberikan saat satu bulan sebelum sapi melahirkan hingga mencapai 120 hari masa laktasi. (Suwarna_ Penyuluh Pertanian Pusat) Sumber : Berbagai sumber