PENDAHULUANPenggunaan pestisida kimia sintetis selain berdampak positif, menimbulkan pula dampak negatif.Kenyataannya dilapang setiap berbudidaya tanaman penggunaan pestisida menjadi yang utama, terutama untuk tanaman yang mempunyai nilai ekonomis tinggi (bawang merah, cabai, kubis, melon, semangka, anggur, jeruk dll)Produk-produk Komoditas pertanian banyak mengandung residu, tidak aman untuk dikonsumsiDAMPAK PENGGUNAAN PESTISIDA SINTETISPenggunaan Pestisida SintetisMasalah OPT dipandang sebagai penomena yang berdiri sendiri yang dapat diatasi dengan penggunaan pestisida sintetis.Pestisida secepatnya dapat menurunkan populasi hama dan dapat digunakan setiap saat dan dimana saja.Jenis dan formulasi pestisida senyawa karbon klor dan senyawa pospor makin lama makin panjang daftarnya masuk dalam intesifikasi pertanian.Dampak Penggunaan Pestisida SintetisHama berkembang menjadi resistenResurgensi (keturunannya lebih banyak)Ledakan hama sekunderMatinya organisme bukan sasaranMatinya musuh alami (predator, parasitoid, patogen serangga, dan mikroba berguna lainnya)Meninggalkan residu pada produkMenimbulkan pencemaran lingkungan (air,udara, tanah)Menimbulkan pembesaran biologikMenimbulkan gangguan kesehatan pada manusiaTEKNIK PENGENDALIAN RAMAH LINGKUNGANSanitasi lingkunganPengolahan TanahPergiliran varietas maupun pergiliran tanamanPemupukan yang berimbang sesuai anjuran setempatCara pengendalian fisik dan mekanis (penggunaan mulsa, tanaman perangkap, perangkap likat kuning serta peromon sex)Pengendalian secara biologi (menggunakan musuh alami) ataupun biopestisidaBIOPESTISIDABiopestisida adalah pestisida yang berbah dari organisme /mikroorganisme yang hidup, bisa berupa pestisida nabati (tumbuhan) terutama tumbuhan yg mampu mengganggu keberadaan dari hama atau penyakit tanaman. (contohnya daun sirsak, nimba, gadung, pamor-pamor, cengkeh, lengkuas, sambiroto, dll), bisa berupa musuh alami (agens hayati) terutama organisme yang mampu mengganggu keberadaan dari hama atau penyakit tanaman. (contohnya cendawan beauveria, metarhizium, trichoderma, Paenibacillus polimyxa, pseudomonas flourescen)Kelebihan Pengendalian dengan biopestisidaSudah tersedia di alam, keberadaannya tidak jauh-jauh dari OPT.Bersifat selektif, sehingga tidak mengganggu organisme bukan sasaran.Dapat menemukan dengan sendirinya OPT sasaran.Tidak menimbulkan resistensi, resurgensi ataupun ledakan hama sekunder.Tidak menimbulkan efek residu.Aman terhadap lingkungan, produsen maupun konsumen dan sebagainyaKekurangan Pengendalian dengan BiopestisidaHasilnya relatif tidak cepat (karena membutuhkan proses)Aplikasinya tidak tahan terhadap sinar matahari.Memerlukan kondisi yang mendukung (kelembaban yang cukup)Mudah teruraiTidak tahan disimpan lamaCARA PEMBUATAN PESTISIDA NABATI DARI LENGKUAS1 kg lengkuas dan 100 gr daun sirih.Lengkuas diparut, sirih dicincangRebus dengan 15 liter air, saringMasukkan dalam tangki semprot + 1 sdk ter detergen(Admin Klungkung-dari berbagai sumber)