Loading...

PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR NITROGEN (N)

PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR NITROGEN (N)
Pendahuluan Budidaya tanaman yang baik tidak terlepas dari pemupukan, baik mengunakan pupuk kimia maupun pupuk organik. Penggunaan pupuk kimia secara terus menerus dapat menimbulkan dampak buruk bagi tanah yaitu tanah menjadi mengeras seta kurang subur karena telah terjadi penumpukan residu kimia yang menyebabkan defisiensi unsur hara dalam tanah. hal inilah yang menyebabkan penggunaan pupuk organik sangat dianjurkan untuk budidaya tanaman. Pupuk organik adalah pupuk yang tersusun dari materi makhluk hidup, seperti pelapukan sisa-sisa tanaman, hewan dan manusia. Pupuk organik dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk memperbaiki sifat fisik tanah, kimia dan biologi tanah. Pupuk organik cair adalah larutan dari pembusukan bahan-bahan organik yang berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan, dan manusia. Keunggulan pupuk organik cair : Bahan murah dan mudah didapat karena tersedia dialam sekitar Menyediakan unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman Mudah diserap oleh tanaman Dapat diaplikasikan melalui irigasi Mengandung bahan anti hama atau mengandung pestisida nabati (tergantung bahan) Ramah lingkungan Manfaat Unsur Nitrogen (N) : Membuat tanaman lebih hijau Memprcepat pertumbuhan tanaman (tinggi, jumlah anakan, jumlah cabang) Menambah kandungan protein hasil pertanian Gejala Kekurangan Unsur N Pada tanaman : Seluruh tanaman berwarna pucat kekuningan (klorosis) akibat kekurangan klorofil Pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, jumlah anakan atau jumlah cabang sedikit Perkembangan buah menjadi tidak sempurna dan seringkali masak sebelum waktunya Pada tahap lanjut daun menjadi kering dimulai dari daun pada bagian bawah tanaman Pembuatan Pupuk Organik Cair Nitrogen Bahan : Daun Salam : 1 Kg Daun Wedusan : 1 Kg Daun Lamtoro : 1 Kg Daun Gamal : 1 Kg Air Kelapa : 5 Liter Air Cucian Beras : 5 Liter Terasi : 10 Gram Air Secukupnya Alat : Pisau untuk mencacah atau dapat menggunakan blender Wadah dapat berupa tong atau drum Timbangan Langkah-langkah pembuatan : Haluskan daun salam, daun wedusan, daun gamal dan daun lamtoro dengan mencacah atau menggunakan blender. Hal ini berguna untuk mempercepat proses fermentasi Masukkan bahan yang telah dihaluskan ke dalam wadah penampungan lalu tambahkan air kelapa dan air cucian beras Tambahkan terasi yang sudah dicampur air sekucupnya. Tujuan : bahan tercampur tadi tenggelam dalam campuran cairan tersebut emua bahan yang telah dicampur dalam suatu wadah tadi kemudian ditutup rapat selama 10 sampai 20 hari sampai bahan tersebut hancur. Proses selanjutnya adalah pemerasan dan penyaringan bahan tersebut untuk menghindari buntu pada saat memakai tangki semprot Dosis dan Waktu penggunaan : Dosis minimal dalam penggunaan pupuk organik cair nitrogen adalah 10 cc per liter air dengan waktu atau interval dalam penggunaan maksimal 7 hari sekali. Penulis : Ernawati, A.Md Penyuluh Pertanian Pelaksana, BPP Loa Janan, Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai kartanegara Provinsi Kalimantan Timur Mengetahui : Koordinator BPP Loa Janan Sumber : Puwadi, Penyuluh Swadaya Kecamatan Loa Janan Sumber : kaltim.litbang.pertanian.go.id