Loading...

PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DARI LIMBAH KOTORAN TERNAK

PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DARI LIMBAH KOTORAN TERNAK
PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DARI LIMBAH KOTORAN TERNAK Gambar : Pembuatan pupuk organik di poktan Glatik ds.Watesenegoro kec.Ngoro Pupuk organik adalah pupuk yang terbuat dari bahan-bahan alami sisa tanaman seperti jerami, dedaunan maupun limbah kotoran ternak yang mengalami proses dekomposisi atau pelapukan terlebih dahulu. Pupuk ini sangat penting untuk ditambahakan pada lahan pertanian karena dapat meningkatakan bahan Organik yang terdapat dalam tanah dan menjadikan tanah semakin subur. Cara Pembuatan pupuk organik sangat mudah dan bisa dilakukan sendiri oleh para petani. Berikut bahan-bahan yang perlukan : Kotoran ternak Sapi, kerbau, kambing atau domba Jerami atau sisa-sisa tanaman Arang Sekam Air Bakteri pengurai atau bisa menggunakan EM4 Laruran gula Alat-alat yang diperlukan adalah : Sekop Cangkul Sarung tangan Terpal Timba dan gembor Cara pembuatan pupuk organik : Jerami atau sisa-sisa tanaman di rajang menjadi bagiang-bagian yang kecil agar nantinya lebih mudah di urai oleh bakteri pengurai Siapkan semua media pembuatan pupuk ditempat yang sejuk tidak terkena matahari langsung dan tidak kena hujan jika terjadi hujan. Buat larutan dekomposer dengan mencampur EM4 dan gula kedalam air. Campurkan kotoran ternak, cacahan jerami dan arang sekam kemudian aduk hingga merata Setelah itu siram dengan dekomposer dan aduk kembali hingga merata. Pastikan semua bahan terkena larutan dekomposer tersebut agar proses pengomposannya bisa merata Setelah itu tutup rapat tumpukan bahan-bahan tadi dengan rapih dengan menggunakan terpal supaya proses penguraian bahan organik menjadi pupuk dapat berjalan dengan baik Pada hari kedua aduk campuran bahan tersebut hingga merata, balik bagian bawah campuran agar berada di atas, dan yang di atas masuk ke dalam agar proses penguraiannya terjadi merata dan kemudian tutup kembali rapat-rapat. Lakukan monitoring dengan cara memasukan tangan (dengan sarung tangan) jika tangan kita tidak kuat menahan panas adonan maka adonan belum siap dipakai. aduk setiap melakukan monitoring. Setelah 7-14 hari jika adonan sudah berubah menjadi remah dan tidak padas, berarti pupuk organik sudah siap dipakai. Demikianlah proses pembuatan pupuk organik dengan memanfaatkan bahan-bahan limbah ternak maupun tanaman yang banyak terdapat disekitar. (Arismunandar, SST/PPL Kec. Ngoro Kab. Mojokerto).