Pendahuluan Hijauan merupakan sumber pakan utama untuk ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing dan domba). Untuk meningkatkan produksi diperlukan penyediaan hijauan pakan yang cukup baik kuantitas,kualitas maupun kontinuitasnya. Hijauan pakan ternak yang umum diberikan untuk ternak ruminansia adalah rumput-rumputan yang berasal dari padang penggembalaan atau kebun rumput, tegalan, pematang serta pinggiran jalan.Secara umum ketersediaan hijauan pakan ternak juga dipengaruhi oleh iklim, sehingga pada musim kemarau terjadi kekurangan hijauan pakan ternak dan sebaliknya di musim hujan jumlahnya melimpah. Untuk mengatasi kekurangan pakan pada musim kemarau adalah dengan memanfaatkan limbah pertanian sebagai pakan ternak. BPP Nusacendana Solor Barat, melakukan kaji terap penggemukan sapi bali dengan sumber pakan utama yang diberikan pada ternak sapi adalah dari limbah sorgum. ( Batang dan daun sorgum yang telah dipanen tetapi masih dalam kondisi segar) bahan hijaun lainnya dari legum adalah daun lamatoro. Dimana berat badan awal pemeliharaan 250 kg, setelah diberi pakan berupa selase dari limbah sorgum selama 6 bulan pemeliharaan berat badan meningkat menjadi 400 kg, dengan demikian peningkatan berat badan selama 6 bulan 150 kg. Dengan membuat silase yang bahan dasarnya adalah limbah sorgum dan daun lamatoro,dengan menambahkan bekatul , EM4 dan molasses dapat membantu menaikkan kadar protein bahan pakan, merangsang dan meningkatkan nafsu makan ternak. II. Manfaat Fermentasi Limbah Sorgum Dapat mempertahankan pakan ternak tanpa mengurangi jumlah nutrisinya. Dapat membantu memperbaiki sistem pencernaan hewan ternak. Menambah nafsu makan hewan ternak, sehingga pertumbuhan hewan ternak akan lebih maksimal. Bobot hewan ternak akan cepat bertambah secara alami, gemuk, dan sehat. Mengurangi bahkan menghilangkan efek samping dari pakan hijauan terutama hijauan muda yang mengandung banyak air yang mengakibatkan ternak kembung dan mencret. Pakan ternak fermentasi mengurangi stress pada hewan ternak. Hewan ternak tidak mudah sakit, karena pakan ternak fermentasi dapat menjaga kekebalan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Mengurangi bau kotoran dari hewan ternak sehingga tidak mencemari udara lingkungan. (khusus kambing). Daging yang dihasilkan tidak prengus, rendah kolesterol, dan lebih berisi. (khusus kambing etawa). Pakan ternak fermentasi dapat membantu meningkatkan produksi susu. Limbah dari kotoran dan urine hewan ternak akan lebih berkualitas sehingga dapat dimanfaatkan menjadi pupuk yang baik atau biogas alami. Mengurangi ancaman cacing atau telur cacing pada pakan karena akan mati saat proses fermentasi. Menekan biaya pemeliharaan dan menghemat tenaga karena bahan pakan yang digunakan bisa dari serat apa saja, yang penting tidak beracun. Mengehemat waktu peternak karena pakan fermentasi akan tahan lama. Cara Membuat Silase Persiapan Alat dan Bahan Alat yang digunakan dalam membuat selase adalah : Timbangan Ember Drum plastic untuk silo Belantas Plastik transparan Parang Flagban Bahan yang dibutuhkan dalam membuat selase adalah Limbah sorgum 75 kg Daun Lamatoro, 25 kg Bekatul (5 %) 5 Kg EM4 (3 %) 30 ml Molase 3 %. 30 ml Air secukupnya Langkah-langkah membuat selase : Batang, dan daun Sorgum dipotong-potong dengan ukuran + 15 cm, daun lamatoro disiangi dari tangkai yang tua, semua bahan yang diperlukan ditimbang Potongan Limbah sorgum dan daun lamatoro dihamparkan diatas lantai yang bersih EM4 dan molase dicampur, kemudian dipercikkan pada jerami secara merata bekatul ditaburkan pada jerami secara merata jika tingkat kebasahan campuran kurang dan belum merata maka campuran ditambahkan air semua bahan dibolakbalik agar bahan tercampur secara merata Hasil campuran dimasukan ke dalam drum (silo) sedikit demi sedikit, sambil dipadatkan, agar udara yang ada dalam drum dapat dikurangi atau dihilangkan sama sekali. Setelah semua bahan campuran dimasukkan, dalam drum permukaan drun di tutup serapat mungkin,dengan menggunakan kertas transparan dan ditutp lagi dengan tutupan drum, bagian luar lingkaran drum dan tutupan drum diisolasi lagi dengan menggunakan isolasi bening agar tidak ada udara yang masuk dan proses secara anaerob berjalan dengan baik. Fermentasi dilakukan selama 40 hari Setelah 40 hari, tutupan silo dibuka, selaseh limbah sorgum dikeluarkan dan dapat dberikan pada ternak, sisanya diangin-anginkan dalam ruangan terhindar dari matahari dan hujan. Dan disimpan kembali. PENULIS : PETRONELA PERADA KERAY,SST