Loading...

PEMBUATAN SILASE JERAMI JAGUNG ATAU JERAMI PADI SEBAGAI PAKAN TERNAK

PEMBUATAN SILASE JERAMI JAGUNG ATAU JERAMI PADI  SEBAGAI PAKAN TERNAK
Pakan adalah kebutuhan mutlak yang harus selalu diperhatikan dalam pemeliharaan ternak ruminansia yaitu sapi, kerbau, kambing dan domba. Namun keterdiaan pakan selalu menjadi kendala terutama di saat musim kemarau, pakan berupa hijauan segar sulit didapatkan, yang ada hanya sisa-sisa tanaman berupa jerami. Diantaranya adalah jerami jagung dan padi yang menjadi potensi besar sebagai sumber pakan, hanya saja kualitasnya rendah. Untuk meningkatkan kualitas dan manfaat jerami jagung dan padi ini maka diperlukan teknologi yang mudah dan sederhana yang dapat dilakukan petani. Oleh karena itu diperlukan perlakuan agar kualitasnya dapat ditingkatkan antara lain dengan teknologI fermentasi. Dengan demikian dilaksanakannya Kegiatan Sekolah Lapang (SL) Pembuatan Silase Jerami Jagung dan padi ini dilaksanakan di Kelompok tani Sinar Berkah Desa Alale Kecamatan Suwawa Tengah Kabupaten Bone Bolango, yang di ikuti 10 orang anggota Kelompok. Tujuan pembuatan silase jerami jagung dan padi antara lain adalah untuk mensiasati persediaan pakan ternak pada musim kemarau, menampung kelebihan jerami hasil panen tanaman jagung atau padi agar bisa dimanfaatkan secara optimal. Selain itu nilai gizi silase setara dengan hijauan dan bahkan lebih dengan adanya bahan tambahan, Silase juga lebih disukai ternak dan lebih mudah dicerna. Proses pembuatannya sebagai berikut : Bahan-bahan yang perlu dipersiapkan: Tetes tebu(molasses) kita menggunakan gula putih = 3% dari bahan silase Dedak hulus =5% dari bahan silase Microbacter Alfaafa 11= 3% dari bahan silase Jerami Jagung sebagai bahan silase Silo atau kantong plastic disini kita menggunakan kantong plastik Cara membuat Silase: Potong rumput hijau tersebut dengan ukuran 5-10 cm dengan menggunakan parang, atau dengan menggunakan mesin chopper. Potongan rumput yang kecil tujuannya agar rumput yang dimasukkan dalam kemasan penyimpanan dalam keadaan rapat dan padat sehingga tidak ada ruang untuk oksigen dan air yang masuk. Campurkan bahan pakan tersebut hingga menjadi satu campuran. Bahan pakan ternak tersebut dimasukkan dalam kemasan plastik dan sekaligus dipadatkan sehingga tidak ada rongga udara. Setelah bahan pakan dimasukkan semua, ditutup rapat, dan diberi pemberat seperti batu, atau kantong plastik, atau kantong plastic yang diisi dengan Tanah. Cara pengambilan silase Sesudah tiga (3) Hari proses fermentasi telah selasai, dan dapat dibongkar, selanjutnya diambil silasenya. Proses silase yang benar dapat bertahan satu sampai dua (1—2) tahun, bahkan lebih. Pengambilan silase secukupnya untuk pakan ternak, contonya untuk 3-5 hari. Silase yang baru dibongkar sebaiknya dijemur atau diangin-anginkan terlebih dahulu. Jangan sering-sering membuka kemasan penyimpanan untuk mengabil silase, ambil seperlunya, dan tutup rapat kembali silasesnya, agar silesa tidak mudah rusak. Kelebihan silase adalah lebih disukai ternak dibandingkan pengawetan dengan cara kering. Selain itu jika diawetkan dalam kondisi basah sangat sesuai karena kelebihan hijauan umunya terjadi di musim penghujan dimana proses pengeringan sulit dilakukan. Namun silase memiliki kekurangan, diantaranya sifatnya yang asam sehingga ukuran particle hijauan harus kasar agar dapat dikunyah ternak dan proses ruminansi dapat berjalan normal dengan demikian saliva tetap mampu mempertahankan kondisi rumen netral. Penulis : Farida Biya, S.ST (Penyuluh Pertanian Muda) BPP KECAMATAN SUWAWA TENGAH