Loading...

Pemeliharaan Anak kambing

Pemeliharaan Anak kambing
Kelahiran normal kambing etawa berkisar antara 145 – 155 hari dari masa kawin. Beberapa induk kambing etawa cenderung melahirkan pada lebih awal atau lebih lambat. Jika diambil rata-rata dari kisaran masa melahirkan ini maka didapatkan nilai 150 hari (3 bulan) . Kelahiran Kambing etawa yang bunting tua dan mendekati masa kelahirannya akan menunjukkan tanda-tanda seperti gelisah, nafsu makan terhambat, gelisah dan kakinya menggaruk-garuk lantai. Secara fisik puting susu membesar dan mengeras. Alat kelamin luar (vulva) membengkak berwarna merah dan berlendir. Jika vulva sudah mengeluarkan cairan maka dapat dipastikan masa kelahiran akan terjadi dalam beberapa jam kemudian. Karena diperlukan pengananan kelahiran anak kambing etawa. Peternak harus menjaga proses kelahiran ini untuk menjaga kemungkinan kesulitan kelahiran yang mungkin terjadi. Hal sederhana tapi penting yang perlu disediakan oleh peternak: - Kain lap kering, untuk menyerap cairan yang keluar pada saat proses kelahiran berlangsung - Air hangat, untuk membersihkan tangan untuk membantu proses kelahiran dan membersihkan vulva. Pada saat cairan sudah keluar dari vulva dan terlihat mengejan (yang ditandai induk kambing etawa merentangkan kaki belakang dan ekor tegak) maka peternak perlu menghitung waktu kelahiran. Kelahiran harus tejadi dalam waktu kurang dari satu jam. Jika anak belum keluar dalam satu jam, maka telah terjadi kesulitan. Peternak harus membantu proses kelahiran ini. Seekor induk kambing etawa rata-rata dapat melahirkan dua ekor anak, dan jarang melahirkan satu ekor anak. Pada kasus yang tertentu dapat melahirkan tiga sampai empat ekor anak. Setelah seekor anak keluar dari rahim sang induk, peternak harus membersihkan lendir-lendir yang mungkin tertinggal di muka dan mulut anak kambing etawa. Tujuannya untuk memudahkan pernapasan anak kambing etawa. Jika masih terjadi kesulitan pernapasan, peternak dapat melakukan langkah berikut: 1. Kedua kaki belakang anak kambing etawa dipegang dan diangkat tinggi sehingga posisi kepala dibawah sambil sesekali diayunkan. Meskipun terlihat kasar, cara ini efektif, mendorong sirkulasi darah dan pernapasan. Jari kelingking dimasukkan ke dalam mulut anak kambing etawa untuk membersihkan lendir yang tertinggal di dalam mulut kambing etawa. 2. Masa Jalinan (Bonding) Secara naluri induk kambing etawa akan menjilati tubuh anaknya. Perlu diingat oleh peternak bahwa proses kelahiran adalah proses yang sulit dan menyakitkan bagi sang induk. Ada kalanya naluri induk ini tidak berjalan semestinya karena sakit yang dirasakan ini. Hal ini tidak hanya terjadi pada indukan yang baru melahirkan, tetapi dapat juga terjadi pada induk yang sudah pernah melahirkan. Karena itulah bantuan dari peternak sangat dibutuhkan. 3. Perawatan Setelah 3 – 6 jam anak kambing etawa akan bisa berdiri sendiri. Anak kambing etawa akan menyusu pada puting induknya untuk memperoleh susu pertama (colostrum). Colostrum mempunyai khasiat untuk sebagai antibodi bagi anak kambing etawa. Ambing akan menghasilkan colostrum selama 5 – 7 hari. Setelah itu ambing menghasilkan susu. 4. Pembersihan Induk kambing etawa yang telah melahirkan hendaknya dibersihkan daerah bagian vulvanya sampai bersih. Hal ini untuk menghindari penyakit yang mungkin berkembang di daerah tersebut. Selain itu lantai kandang juga perlu dibersihkan setelah masa kelahiran selesai. 5. Pemisahan Anak Kambing Etawa Pemisahan anak kambing yang baru lahir sangat penting dilakukan terutama dalam ruang kandang. Besar kemungkinan anak kambing etawa dapat mati terinjak atau tertindih oleh induk kambing etawa. Karena itu diperlukan kotak (box) khusus untuk memisahkan anak kambing. Anak kambing etawa dipisahkan selama 5 hari sampai 1 minggu. Anak kambing etawa disusukan ke induknya tiga kali pada pagi, siang dan sore. Jangan menahan atau menunda waktu menyusu selama satu minggu ini karena anak kambing etawa benar-benar membutuhkan pasokan susu agar pertumbuhannya bagus. 6. Penjemuran Penjemuran adalah salah satu praktek yang dianjurkan untuk anak kambing etawa yang baru lahir. Anak kambing etawa dijemur di pagi hari selama satu jam. Penjemuran anak kambing etawa tidak boleh terlalu lama. Peternak perlu menjaga anak kambing etawa agar tidak terinjak oleh indukan pada masa penjemuran. 7. Masa Mengawasi Peternak perlu mengawasi perkembangan anak kambing etawa sampai 5 hari atau 1 minggu dari kelahirannya. Pada masa ini adalah masa kritis karena anak kambing etawa masih belum kuat (teges). Setelah masa ini dilewati anak kambing etawa sudah kuat dan lincah. Untuk keperluan produksi susu kambing, setelah masa ini susu anak kambing etawa sudah dapat digantikan susu sapi. Penyusun : Sad Hutomo Sumber Bacaan : Balitbangtan Sumber Gambar : Jitu.new.com