Loading...

PEMELIHARAAN BEKICOT SEBAGAI BAHAN PAKAN TERNAK

PEMELIHARAAN BEKICOT SEBAGAI BAHAN PAKAN TERNAK
Bekicot termasuk keong darat yang mempunyai kebiasaan hidup di tempat lembab dan aktif dimalam hari (nocturnal). Sifat nocturnal bukan semata-mata ditentukan oleh factor gelap diwaktu malam tapi juga ditentukan oleh suhu dan kelembaban lingkungannya. Bekicot memakan berbagai tanaman budidaya, oleh karena itu bekicot termasuk salah satu hama tanaman. Bagian tanaman yang sering diserang adalah tunas, cabang, serta batang muda. Tubuh bekicot bersifat lunak, terdiri atas kepala, badan/kaki, alat pencernaan dan alat reproduksi. Tentakel yang ada di kapala berfungsi sebagai alat peraba, perasa perubahan suhu, petunjuk jalan dan petunjuk adanya makanan. Selama hidupnya bekicot memliliki 3 periode bertelur dengan selang waktu sekitar 6 bulan. Produksi telur semakin banyak berdasarkan besar bekicot dan paling banyak menghasilkan 200 butir dalam satu periode bertelur. Telur berbentuk bulat dan berwarna kuning muda kehijauan. Dalam 5 – 15 hari telur akan menetas tergantung dari suhu dan kelembaban. Setelah menetas bekicot akan tumbuh menjadi dewasa dalam 6 – 7 bulan. Cara Budidaya, sumber protein untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dalam ransum dapat berasal dari nabati (kacangan, tanaman legume, dsb) dan hewani (ikan, bekicot, dsb). Bahan protein ini pemanfaatannya bersaing antara untuk pakan ternak dan untuk konsumsi manusia dan biasanya kebutuhan untuk ternak dinomor duakan. Untuk perlu dilakukan upaya didalam pemanfaatan sumber bahan protein dengan bijak. Untuk menjamin keberlanjutan pasokan bahan mentah bekicot sebagai bahan baku protein pakan ternak perlu dikembangkan usaha budidaya bekicot. Usaha budidaya ini layak dikembangakan di daerah industri peternakan. Lahan yang diperlukan tidak terlalu luas dan untuk berkembang biak secara baik bekicot senang pada lingkungan lembab dan teduh. Cara pemeliharaan bekicot tidak sulit, bisa dilakukan secara terpisah, artinya bekicot kecil dipisah dari yang besar. Bisa juga dilakukan secara campuran, yaitu bekicot kecil dan besar dipelihara dalam satu kandang tanpa melihat umur. Bila dilakukan secara terpisah resikonya harus dibuat beberapa kandang. Pemeliharaan Bekicot, Bekicot yang biasa diternakan berasal dari jenis Achatina fulica dan Achatina variegate. Bibit induk bekicot dewasa yang baik bila diambil dari alam memiliki ciri-ciri antara lain panjang cangkang 6 – 7 cm dan berat sekitar 70 gr. Pemasukan bibit bekicot ke dalam kandang dilakukan pada malam hari dan diletakan di tengah kandang atau di tempat yang dekat dengan pakan. Kepadatan per meter persegi kandang untuk dewasa 80 ekor dan anak 100 – 150 ekor. Walaupun bersifat hermaprodit, bekicot tetap melakukan perkawinan dengan bekicot lain yang biasanya dimulai jam 21.00 hingga jam 05.00. Pada masa kawin bekicot mulai menyingkir ke tempat yang lebih aman dan bertelur disembarang tempat. Bekicot mulai bertelur pertama kali pada saat berat badan mencapai 35 gr. Curah hujan adalah keadaan lingkungan luar yang paling dominan mempengaruhi aktivitas perkawinan, karena mampu meningkatkan kelembaban dan menurunkan suhu udara, yang selanjutnya akan menstimulasi terjadinya oogenesis. Perawatan Telur dan Anak, Setelah bertelur induk dipindahkan karena dalam 5 – 15 hari telur akan menetas, dengan daya tetas lebih kurang 75%. Bila kandang memenuhi syarat seperti kelembaban tanah, suhu dan cahaya mencukupi, maka telur akan cepat menetas. Sebaliknya jika tanah kering dan kurang menguntungkan, maka telur akan lambat menetas. Setelah menetas anak bekicot akan tinggal di dalam tanah selama 5 – 15 hari dan hanya makan kulit telurnya. Setelah 15 hari bayi bekicot perlu diberi pakan yang halus-halus seperti oncom, bebuahan dan sayuran yang dihaluskan. Dapat juga anak bekicot diberi pakan sejenis ganggang (lumut), pucuk daun, dan sedikit zat kapur. Anak bekicot sangat rawan terhadap perubahan suhu, kelembaban, dan keteduhan kandang. Setelah anak bekicot berusia 2 – 3 bulan, hendaklah dipindahkan kekandang pembesaran dan diberikan pakan seperti bekicot dewasa. Pakan diberikan satu kali dalam sehari pada waktu sore, karena bekicot aktif pada malam hari dan beristirahat pada siang hari. Bekicot memerlukan zat kapur untuk tumbuh dan memperkuat cangkangnya. Penambahan zat kapur dalam pakan dimulai pada umur 4 – 5 bulan masa menjelang kelamin. Panen, Pemanenan bekicot dilakukan bila Panjang cangkang > 8 cm (umur 5 – 8 bulan). Panen dilakukan pada malam hari. Bekicot dikumpulkan di dalam kotak kardus/peti kayu dan jangan menggunakan karung goni karena dapat mengakibatkan kulit bekicot pecah. Setelah dimasukan peti, lakukan pencucian (disemprot) untuk membersihkan kotoran dan lumpur yang melekat pada cangkangnya. Kemudian bekicot dipuasakan selama 1 – 2 hari tanpa diberi makan agar kotoran dan lendirnya keluar sebanyak mungkin. Penyebaran Penyakit, Kemungkinan penyakit yang berpotensi dapat ditularkan oleh bekicot ke manusia antara lain bakteri (salmonella) dan parasite (larva cacing nematoda Angiostrongylus sp). Perebusan akan mematikan kedua jenis penyalit menular tersebut Edizal (Pusat Penyuluhan Pertanian); Bacaan : Suhardono, Potensi dan Pemanfaatan Bahan Pakan Inkonvensional sebagai Pakan Ternak, Balai Besar Peneliti Veteriner. Jl. RE. Martadinata No. 30 PO Box 151 – Bogor