Loading...

Pemeliharaan Pembibitan Sapi Potong Model Ekstensif

Pemeliharaan Pembibitan Sapi Potong Model Ekstensif
Salah satu model usaha pembibitan sapi potong dilakukan secara ekstensif yaitu sapi potong di biarkan lepas hidup bebas dipadang penggembalaan. Model pemeliharaan ekstensif induk dan pedet akan hidup bersamaan sampai periode pedet lepas sapih. Beberapa tahapan periode budidaya pembibitan sapi potong dapat dipilih menjadi alternatif pilihan usaha pembibitan sapi potong, diantaranya 1) periode pedet, 2) periode sapi dara dan remaja, 3) pemeliharaan induk dan calon induk, 4) pemeliharaan calon pejantan, dan sapi pejantan 5) pemeliharaan sapi , 1) Pemeliharaan pedetPada periode ini induk sapi potong akan hidup bersama pedet sampai umur lepas sapih.Pada masa periode ini pedet wajib dibeikan susu kolestrum selama hari dan pemberian susu sapi atau bahan pakan cair diberikan 10 % dari berat badan sapi.. Pengukuran berat badan dilakukan pada masa kelahiran pedet , bobot sapi umur sapih ( 205 hari ) atau seputar umur pedet 7 bulan, pedet berumur 1 tahun juga dilakukan penimbangan berat badan. Selain penimbangan berat badan pada periode pedet juga dilakukan pengukuran tinggi gumba, lingkar dada, panjang badan dan tinggi pinggul yang pengukurannya dilakukan pada saat kelahiran pedet dan penyapihan pedet. 2. Pemeliharaan Sapi Dara dan Remaja Pada pemeliharaan sapi potong periode sapi dara kehidupan sapi potong dara berada di lahan padang penggembalaan yang lingkungan populasi dikelompokkan berdasarkan umur dan rumpun sapi. Bagi sapi dara yang siap kawin di satukan dalam kelompok khusus di lahan penggembalaan khusus untuk perkawinan sapi dengan kapasitas yang dianjurkan 1-2 ekor sapi dara/hektar 3. Pemeliharaan Induk dan Calon Induk Pada periode sapi potong memasuki masa tahapan calon induk dan induk kehidupannya berada satu lokasi dilahan penggembalaan yang disiapkan untuk perkawinan alam. Ratio perbandingan jantan betina pada lahan penggembalaan yang digunakan untuk perkawinan alam dianjurkan pemeliharaan jantan betina 1: 15 – 20 artinya 1 sapi pejantan harus mampu melayani 15 – 20 ekor sapi calon induk dan induk sapi. Identitas sapi pejantan yang hidup bersama di padang penggembalaan dicatat sebagai rekam data tetua jantan. Pejantan hidup bersama calon induk dan induk sapi potong selama 3 bulan. Untuk meningkatkan kwalitas calon induk dan induk sapi potong pemberian pakannya harus memperhitungkan kebutuhan gizi pakan yang dibutuhkan sapi calon induk dan induk sapi potong. Vitamin dan mineral harus ditambahkan pada ransum pakan sapi potong. Pengawasan dan pemeriksaan kebuntingan harus dilakukan pada calon induk dan induk sapi potongm Bila ditemukan calon induk atau induk sapi bunting dianjurkan dipisahkan dari kelompok dan di budidayakan di lahan tersendiri. Pada sapi calon induk dan induk sapi setelah dua periode disatukan dengan pejantan tetap belum mengalami kebuntingan dianjurkan dikeluarkan dari padang penggembalaan untuk dilakukan pemeriksaan gangguan reproduksi. Setelah pengobatan pengobatan selesai selanjutnya calon induk dikumpulika ulang dengan pejantan dan bila tidak terjadi kebuntingan lagi dipastikan calon induk dan induk diafkir untuk dikelola sebagai sapi penggemukan. 4. Pemeliharaan Calon Pejantan dan PejantanTidak bedanya sapi induk dan calon induk, sapi pejantan dan calon pejantan juga perlu dipikirkan kwalitas pakan yang diberikan. Vitamin dan mineral dianjurkan diberikan untuk pakan tambahan yang akan meningkatkan kwalitas stamina pejantan dan calon pejantan. Sapi calon pejantan dikelompokkan di lahan penggembalaan tersendiri berdasarkan umur dan berat badan sapi calon pejantan. Tidak berbeda dengan sapi calon pejantan pada sapi pejantan sebelum di masukan kelahan penggembalaan hidup bersama induk dan calon induk kesehatan sapi pejantan harus diperhatikan benar agar kwalitas spermanya terjamin. 5. Pemeliharaan Sapi BuntingSapi bunting merupakan aset yang juga perlu diperhitungkan bagi petani pengelola usaha pembibitpi bunting berupa pedet sapi potong sebagai calon bibit. Untuk bisa mendapatkan calon bibit berkwalitas dapat mengacu pada beberapa kiat kiat berikut 1) sapi bunting ditempatkan tersendiri dilahan penggembalaan yang terpisah dengan sapi calon induk dan sapi induk lainnya, 2) sapi calon induk atau sapi inuk bunting harus diberikan pakan tambahan berupa vitamin dan mineral, 3) perlu ada pengawasan pada kebuntingan sapi induk atau sapi calon induk utamanya pada tanda tanda akan melahirkan, 4) penanganan kelahiran pedet, bila ditemukan adanya tanda tanda kesulitan melahirkan mohon segera menghubungi petugas tenaga medis penanggung jawab wilayah keberadaan lokasi kandang sapi., 4) setelah pedet lahir perlu dilakukan pencatatan induk sapi, kondisi induk, jenis kelahiran, tanggal kelahiran pedet. Nani Priwanti Soeharto PP – BPPSDMP. Sumber Pedoman Pembibitan Sapi Potong Yang Baik Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian 2014