Loading...

PEMELIHARAAN TANAMAN BUAH NAGA

PEMELIHARAAN TANAMAN BUAH NAGA
Budidaya tanaman buah naga dimulai persiapan, proses penanaman, dan selanjutnya harus dilakukan pemeliharaan tanaman. Pemeliharaan tanaman merupakan kegiatan menjaga ketersediaan kebutuhan dan merawat tanaman. Pemeliharaan tanaman harus dipahami oleh petani buah naga, agar tanaman buah naga tumbuh dengan baik, berproduksi optimal dan bermutu. Berikut kegiatan-kegiatan pemeliharaan tanaman buah naga yang meliputi pengairan, pemupukan, pembersihan gulma, dan pemangkasan.PengairanPengairan merupakan kegiatan pemberian air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan bagi pertumbuhan tanaman. Tanaman buah naga akan tumbuh subur jika cukup air tetapi tanah tidak becek, kaya akan unsur hara, berpasir, dan cukup sinar matahari. Untuk mencukupi kebutuhan air tanaman buah naga, dilakukan penyiraman setiap hari atau dua hari sekali disesuaikan dengan kondisi lahan. Pada musim hujan perlu dilakukan penataan drainase/saluran untuk menanggulangi kelebihan air agar tidak ada genangan air. Penyediaan air dan penyiraman tanaman buah naga dilihat dari luas atau sempitnya lahan dan daya jangkau petani. Pada lahan yang luas diperlukan alat-alat, antara lain: pompa air/diesel, pipa plastik atau pipa karet, selang plastik atau selang karet. Pipa air digunakan utuk mengalirkan air, pompa air digunakan untuk menyedot air, sumur sumber air, ember digunakan untuk mengangkut air, dan selang air digunakan untuk menyemprotkan air. Sedangkan untuk lahan yang sempit dan terjangkau oleh petani serta ketersediaan air di sekitar lahan, maka hanya diperlukan ember saja untuk menyiram. PemupukanPemupukan merupakan rangkaian kegiatan memberikan pupuk (organik maupun anorganik) untuk memenuhi unsur hara bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang sehat. Tujuan pemberian pupuk untuk memasok hara yang diperlukan tanaman untuk mencapai produksi optimal dan untuk mempertahankan kesuburan tanah. Pupuk urea tidak dianjurkan untuk tanaman buah naga karena dapat menyebabkan pembusukan pada batang bila terjadi infeksi. Pada saat berbunga dan berbuah, tanaman buah naga perlu diberi tambahan NPK dan ZK masing-masing 50 dan 20 gram per lubang tanam. Selain pupuk anorganik, tanaman harus diberikan pupuk organik, seperti kompos atau pupuk kandang setiap 3 bulan sekali dengan dosis 5-10 kg per lubang tanam. Setiap dua bulan sekali diberikan pupuk kandang yang sudah di fermentasi (matang) sebanyak 20 kg untuk satu tiang atau 4 tanaman. Caranya, taburkan secara merata melingkar disekitar batang tanaman, kemudian tanah dibumbun ringan sambil disiram air. Pemberian pupuk organik dan anorganik tidak boleh bersamaan, tetapi berselang seling setiap bulan. Misalnya, bulan I menggunakan pupuk organik, Bulan II menggunakan pupuk anorganik, begitu seterusnya. Selain itu, setiap 10-15 hari dilakukan penyemprotan Pupuk Pelengkap Cair (PPC) keseluruh bagian tanaman dengan dosis 20 cc yang dicampur dengan 14 lt. Dosis tersebut untuk 20 tiang penompang. Pada setiap perlakuan pemupukan selalu disertai pengairan, tetapi jangan sampai berlebihan. Jumlah pupuk jangan kurang dosis karena menyebabkan batang menjadi kecil yang akan mengganggu produksi, tetapi juga jangan kebanyakan karena boros dan dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman yang dapat berpengaruh pada penurunan produksi. Pembersihan GulmaGulma merupakan tanaman liar yang tumbuh sekitar tanaman buah naga harus dibersihkan setiap 3 bulan sekali. Pembersihan gulma tersebut sangat penting agar pertumbuhan tanaman lebih baik dan akan berpengaruh terhadap hasil buahnya banyak dan berkualitas baik. PemangkasanPemangkasan merupakan kegiatan membuang batang/cabang untuk membentuk percabangan dan membentuk cabang produktif. Tujuan pemangkasan untuk memperoleh keseimbangan pertumbuhan agar produktivitas tinggi. Alat dan bahan yang diperlukan untuk pemangkasan, antara lain gunting pangkas dan larutan fungisida. Gunting pangkas digunakan untuk memotong batang dan cabang, sedangkan larutan fungisida digunakan untuk mencegah pembusukan. Pemangkasan dilakukan jika batang mencapai panjang 2 m atau setinggi tiang penyangganya. Ada tiga tujuan pemangkasan, yaitu untuk membentuk: batang pokok, cabang produksi, dan cabang produktif. Cara pemangkasan untuk membentuk batang pokok, sebagai berikut: pilih tunas yang terletak diujung, tunas yang lain dipangkas pada pangkal tunas. Bila tunas tumbuh kembali pada bagian bawah, harus dipangkas secepatnya. Jika tunas yang teratas terbentuk, maka ujung batang tempat tunas terbentuk segera dipangkas ujungnya antara 1-2 cm. Jika terdapat 3 tunas bersamaan maka dipilih sulur/tunas produksi yang terbaik (kekar, berwarna lebih hijau dan tebal). Bila tunas tetap tumbuh di bagian bawah, harus segera dipangkas. Bekas luka pangkasan disemprot larutan fungisida. Pucuk batang pokok dipangkas dengan ukuran pemangkasan 5-10 cm. Sedangkan cara pemangkasan untuk membentuk cabang produksi, sebagai berikut: beberapa tunas yang tumbuh di sekitar bekas pangkasan pucuk batang pokok, pilih sebanyak 3-4 tunas/cabang produksi yang kekar dan sehat dari ujung hingga ke bawah sekitar 30 cm. Jika tunas yang tumbuh mencapai 20 cm dengan diameter 3 cm, segera dipangkas agar tumbuh tunas baru yang lebih baik. Apabila tumbuh tunas susulan pada cabang produksi, segera dibuang agar pada fase generatif dapat merata dalam pembungaan. Bila sulur produksi berhenti memanjang, pucuk dipangkas 5-10 cm. Kemudian cara pemangkasan untuk membentuk cabang produktif, sebagai berikut: bila tumbuh 3-4 tunas baru pada cabang baru, disisakan satu tunas baru saja. Dipilih tunas yang pertumbuhannya baik dan cepat, diusahakan yang letaknya paling dekat dengan batang pokok atau cabang akhir. Semoga bermanfaat. (Penulis: Susilo Astuti Handayani – Penyuluh Pertanian Pusluhtan) Sumber Informasi:1. Daniel Kristanto. 2008. Buah Naga, Pembudidayaan di Pot dan di Kebun. Penebar Swadaya. 2. Anonim, 2003. Menanam Dragon Fruit/Buah Naga. MIM Mojokerto. 3. Hasil Kajian dan Pengalaman di Lapangan oleh Pemuda Tani Sukoharjo dan Petani Mitra.