menanam cabe pada musim hujan mempunyai potensi untuk memperoleh keuntungan yang tinggi sekaligus resiko kegagalan yang besar. menanam cabe di musim hujan memerlukan teknik budidaya yang lebih intensif dibandingkan jika menanam cabe pada musim kemarau, karena musim hujan bukanlah musim yang ideal bagi budidaya cabe. untuk mengantisipasi agar tanaman cabe selama musim hujan tidak mengalami kegagalan maka diperlukan pengetahuan tentang bagaimana bertanam cabe pada saat musim hujan. untuk mengantisipasi agar tanaman cabe selama musim hujan tidak terancam gagal, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain : varietas cabai varietas lokal (nonhibrida) yang mampu beradaptasi di musim hujan adalah cabai besar tit super lv, dan cabai keriting lokal. tit super lv merupakan cabai besar dataran rendah yang cocok ditanam sepanjang musim, terutama di musim hujan. sementara, varietas keriting lokal yang tahan terhadap hujan misalnya keriting lokal kudus, rembang, lampung, sumatera barat, garut, karo, dan sebagainya. 2.memperbaiki drainase di sekitar pertanaman air yang menggenang menjadi pemicu berkembangnya opt (organisme pengganggu tanaman), baik hama maupun penyakit tanaman cabai. memperbaiki saluran pembuangan air perlu dilakukan sehingga air mengalir dengan lancar. mengatur tinggi bedengan pada musim kemarau tinggi bedengan biasanya cukup sampai dengan 50 cm, namun pada saat musim hujan bedengan tanaman perlu dibuat lebih tinggi. tinggi bedengan dapat dibuat menjadi 60—70 cm. hal ini dimaksudkan untuk mengurangi kelembapan tanah akibat banyaknya air di musim hujan. pengaturan jarak tanam yang lebih lebar petani yang sudah berpengalaman pada musim hujan, biasanya mengatur jarak tanam menjadi 60×70 cm dengan pola zig-zag/segitiga. dengan jarak tanam yang lebar, cahaya matahari dapat leluasa masuk ke sekitar tanaman cabai sehingga kelembapan udara yang tinggi dapat dikurangi. jumlah populasi tanaman cabai tentu menjadi berkurang, tetapi dapat mempermudah pemeliharaan tanaman dan memberikan iklim mikro yang lebih baik. menggunakan mulsa pulsa hitam perak usahakan memakai mulsa plastik hitam perak untuk mengntrol kelembaban tanah serta mengurangi penyebaran penyakit karena cipratan tanah yang terkena hujan yang kemungkinan mengandung bibit penyakit / patogen. pemantauan perkembangan opt secara intensif perkembangan opt, baik hama maupun penyakit sangat cepat pada musim hujan karena cuaca yang mendukung perkembangannya. oleh karena itu, perlu diatur pemantauan perkembangan opt sejak awal untuk mengantisipasi dan mengendalikan opt secara intensif terpadu. tanaman cabai rentan terhadap hama dan penyakit. beberapa jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman cabai di musim hujan antara lain ulat grayak, kutu kebul, trips, ulat buah (helicoverpa), penyakit layu bakteri ralstonia solanacearum, antraknosa/patek, serta penyakit jamur dan bakteri lainnya. sanitasi sekitar pertanaman bersihkan areal pertanaman dari rerumputan liar, gulma atau tanaman lainya yang bisa menjadi inang / tempat hidup sementara bagi hama / penyakit. penggunaan pestisida dengan perekat pada musim hujan penggunaan pestisida untuk mengendalikan hama / penyakit harus lebioh dieffektifkan dengan menggunajkan bahan perekat perata sehingga pestisida mempunyai daya lekat dan daya sebar yang lebih tinggi karena tidak mudah tercuci oleh air hujan dengan intensitas tinggi. bahan perekat perata yang biasa dipakai oleh petani antara lain agristic, untuk bahan perekat perata lainya silahkan dipakai dengan rekomendasi petugas teknis atau penyuluh pertanian setempat. penggunaan naungan plastik untuk mengurangi terpaan air hujan dengan intensitas tinggi, anda bisa menggunakan naungan dengan plastik atau paranet. naungan plastik bisa berbentuk rumah plastik sederhana (green house) maupun berbentuk naungan memanjang sepanjang bedengan tanaman. tentu harus diperhitungkan pembiayaanya sebelum anda menggunakan rumah plastik atau paranet ini.