Loading...

PEMELIHARAAN TANAMAN MANGGIS (Garcinia mangostana )

PEMELIHARAAN TANAMAN MANGGIS  (Garcinia mangostana )
KATA PENGATAR Segala Puji Syukur kami sampaikan kehadirat Tuhan Yang Maha Kasih, karena dengan kasih dan karunia Nya yang telah diberikan kepada kami, maka penyusunan artikel “PEMELIHARAAN TANAMAN MANGGIS (Garcinia mangostana )” ini disusun berdasarkan atas budidaya tanaman manggis yang ada di wilayah binaan mencakup Kecamatan Sorkam, Kecamatan Sorkam Barat dan Kecamatan Pasaribu Tobing. Artikel singkat ini juga tak luput dari segala kekurangannya, untuk itu kami berharap akan segala masukan yang dapat kami gunakan sebagai tambahan atau perbaikan dalam penyusunan artikel pertanian berikutnya. Demikan artikel ini disusun, semoga berguna bagi kita semua. Hiteurat, 20 Desember 2018 Disusun Oleh PPL WKPP Pasaribu Tobing Kecamatan Pasaribu Tobing Jodoyo Simanjuntak PPL THL TB PENDAHULUAN Manggis Garcinia mangostana L. adalah sejenis pohon cemara dari daerah tropis yang diyakini berasal dari Nusantara. Manggis merupakan apomixis obligat, biji tidak berasal dari fertilisasi dan diduga memiliki keragaman genetik yang sempit, diperkirakan bahwa manggis di alam hanya satu klon dan karakteristik yang sama dengan induknya. Realitas di lapangan menunjukkan keragaman manggis yang mungkin disebabkan oleh faktor lingkungan juga akan faktor genetik sebagai akibat dari mutasi alami sejalan dengan sejarah manggis ribuan tahun. Buah yang kaya akan kandungan zat yang berperan menjaga kesehatan tubuh ini sangat di buru terutama kulitnya yang akan di jadikan ramuan herbal yang di di ambil sarinya atau extrak kulit manggis ini dapat di gunakan untuk mengatasi berbagai macam jenis penyakit Agar dapat tumbuh dengan baik, pohon manggis memerlukan media tanah dengan syarat ketinggian 500 – 1.000 mdpl. Selain itu kondisi tanah juga harus memiliki daya drainase yang baik dan tidak boleh tergenang, serta memiliki kedalaman sekitar 50 sampai 200 meter. Iklim yang paling cocok bagi tanaman manggis adalah iklim tropis bersuhu sekitar 22-32°C dengan curah hujan yang merata sepanjang tahun. Kondisi angin yang terbaik adalah tidak terlalu kencang. Tanah yang baik untuk tanaman manggis adalah keadaan tanahnya subur,gembur,banyak mengandung bahan organik (humus).Dengan reaksi tanah agak asam sampai netral (PH 5,5-7,0).Tata udara maupun tata airnya baik adalah dengan kedalaman air tanah antara 50-200 cm. Manggis dapat diperbanyak dengan biji tapi bukan merupakan perbanyakan secara generatif, karena biji manggis terbentuk secara apomiktis. Biji mempunyai viabilitas yang rendah dan cepat mengalami kemunduran. Biji harus segera dikecambahkan segera setelah diambil (dikeluarkan) dari buah. Apabila tetap berada dalam buah, biji manggis tetap bertahan viabilitasnya selama 3-5 minggu. Makin besar bijinya makin baik pertumbuhan tunasnya.Perbanyakan tanaman manggis secara vegetatif dapat berupa setek, cangkok,penempelan, penyambungan dan penyusuan. Cara yang paling berhasil dilakukan dengan cara penyambungan, yaitu sambung pucuk. Cara ini lebih hemat dalam menggunakan cabang entris (batang atas). Sebagai entris digunakan tunas ujung yang masih muda daunnya tetapi telah cukup keras. Sebagai batang bawah digunakan bibit semai yang sudah berumur 2 tahun atau yang diameter batangnya kurang lebih 0,5 cm, mempunyai kulit batang berwarna hijau. Metode penyambungan celah lebih banyak berhasil daripada metode sisi. PEMBAHASAN Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan pemeliharaan pada tanaman manggis : 1) Penyiangan Lakukan penyiangan secara kontinyu & sebaiknya dilakukan bersamaan dengan pemupukan & penggemburan yaitu dua kali dlm setahun. 2) Perempalan/Pemangkasan Ranting-ranting yg tumbuh kembar & sudah tidak berbuah perlu dipangkas utk mencegah serangan hama & penyakit. Gunakan gunting pangkas yg bersih & tajam utk menghindari infeksi & lapisi bekas pangkasan dengan ter. Tanaman Manggis umur 4 tahun 3) Pemupukan Manggis Jenis & dosis pemupukan anjuran adalah: Pohon berumur 6 bulan dipupuk campuran urea, SP-36 & KCl (3:2:1) sebanyak 200-250 gram/pohon. Pohon berumur 1-3 tahun dipupuk campuran 400-500 gram Urea, 650-700 gram SP-36 & 900-1000 gram KCl (3:1:2) yg diberikan dlm dua sampai tiga kali. Pohon berumur 4 tahun & seterusnya dipupuk campuran urea, SP-36 & KCl (1:4:3) sebanyak 3-6 kg.pohon ditambah 40 kg/pohon pupuk kandang. Pupuk ditaburkan di dlm larikan/di dlm lubang-lubang di sekeliling batang dengan diameter sejauh ukuran tajuk pohon. dlm larikan & lubang sekitar 10-20 cm sedangkan jarak antar lubang sekitar 100-150 cm. 4) Pengairan & Penyiraman Tanaman yg berumur di bawah lima tahun memerlukan ketersediaan air yg cukup & terus menerus sehingga harus disiram satu sampai dua hari sekali. Sedangkan pada pohon manggis yg berumur lebih dari lima tahun, frekuensi penyiraman berangsur-angsur dapat dikurangi. Penyiraman dilakukan pagi hari dengan cara menggenangi saluran irigasi atau disiram. 5) Pemberian Mulsa Mulsa jerami dihamparkan setebal 3-5 cm menutupi tanah di sekeliling batang yg masih kecil utk menekan gulma, menjaga kelembaban & aerasi & mengurangi penguapan air