PEMELIHARAAN TANAMAN PADI Tanaman memerlukan pemeliharaan, sebab selama pertumbuhannya kadang-kadang mengalami kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan, misalnya : serangan hama penyakit tanaman, adanya gulma, kekurangan air, gangguan alam, dan sebagainya. Kondisi lingkungan tersebut akan menghambat pertumbuhan tanaman. Maka, agar diperoleh hasil yang maksimal, faktor-faktor penghambat tersebut harus ditekan serendah mungkin dan segala kebutuhan tanaman harus terpenuhi.Pemeliharaan tanaman merupakan semua tindakan manusia yang bertujuan untuk memberikan kondisi lingkungan yang menguntungkan sehingga tanaman tetap tumbuh dengan baik dan mampu memberikan hasil yang maksimal. Kegiatan pemeliharaan tanaman padi sawah antara lain1. PenyulamanPenyulaman dilakukan sampai tanaman berumur 2 minggu. Penyulaman jangan terlalu tua karena mengakibatkan pertumbuhan tanaman padi nantinya menjadi tidak seragam, sehingga pemanenan kurang serempak. Bibit sulaman harus dari jenis yang sama yang merupakan bibit cadangan pada persemaian bibit2. Sanitasi Lahan Sanitasi lahan pada budidaya meliputi : penyiangan (pengendalian rumput/gulma), pencabutan tanaman padi terserang hama dan penyakit. Cara penyiangan dapat dilakukan dengan berbagai cara, disesuaikan dengan jenis tanaman yang diusahakan dan jenis gulmanya.- Cara mekanis : secara manual dengan dicabut atau dengan menggunakan alat sederhana seperti cangkul, pancong, atau sabit.- Cara khemis : pengendalian gulma dengan menggunakan herbisida.Penyiangan dalam budidaya ini dilakukan sebanyak 2 kali, yaitu sebelum pemupukan kedua dan ketiga. Bila pertumbuhan gulma cukup cepat, maka penyiangan bisa dilakukan hingga 3 kali.3. PengairanIrigasi (pengairan) adalah mengangkut air ke lahan pertanian, sedamgkan drainase adalah membuang kelebihan air atau menghindarkan kelebihan air dari tanah pertanian.Dalam melaksanakan irigasi dan drainase ada beberapa langkah yang harus diperhatikan, yaitu :- Dari mana air akan diambil- Bagaimana air akan diangkut ke lahan pertanian- Bagaimana air akan diberikan kepada tanaman- Berapa jumlah kebutuhan air bagi tanaman- Kemana air yang berlebihan akan dibuang.Semua langkah tersebut diatas disesuaikan dengan kemampuan tanaman, sifat fisiologis dan umur tanaman, jenis tanah, topografi, dan keadaan iklim serta cuaca. Hal utama yang perlu diperhatikan dalam pengairan adalah pengaturan air agar tetap dalam kondisi macak-macak. Tinggi air tidak lebih dari 1 cm. Pengaturan air terus dilakukan sampai 10 hari menjelang panen.4. Pemupukan SusulanMelakukan pemupukan susulan selama budidaya merupakan salah satu hal yang perlu mendapat perhatian serius, karena nutrisi tanamanpadi harus tetap tersedia sepanjang masa untuk menghasilkan produksi optimal. Pupuk susulan dapat diberikan melalui daun maupun akar tanaman. Pupuk akar diberikan sebanyak 3 kali. Pemupukan pertama diberikan saat tanaman padi berumur 7 HST Pemupukan kedua dilakukan saat tanaman padi berumur 20 HST, Selanjutnya, pemupukan ketiga dilakukan saat tanaman berumur 35 HST Pupuk daun diberikan melalui penyemprotan, agar lebih hemat waktu maupun tenaga kerja, pemberian pupuk daun dapat bersamaan saat melakukan pengendalian hama dan penyakit tanaman. Saat tanaman padi berumur 14 hst, berikan pupuk daun nitrogen tinggi dengan konsentrasi 2 gr/liter. Pupuk daun P dan K tinggi diberikan saat umur 30 dan 45 hst atau sesuai dosis yang dianjurkan. 5. Pengendalian Hama dan PenyakitPenerapan Pengendalian Hama dan Penyakit secara Terpadu suatu cara penerapan pengendalian OPT agar memenuhi asas ekologi yaitu tidak berdampak negatif pada agroekosistem dan azas ekonomi yaitu menguntungkan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Taktik-taktik tersebut yaitu :a. Pemanfatan proses pengendali alami dengan mengurangi tindakan-tindakan yang merugikan atau mematikan perkembangan musuh alami.b. Pengelolaan ekosistem melalui usaha bercocok tanam yang bertujuan agar lingkungan tanaman kurang sesuai bagi kehidupan dan perkembangbiakan atau pertumbuhan OPT serta mendorong berfungsinya agen pengendali alami/hayati. c. Pengendalian fisik dan mekanis untuk menekan/mengurangi populasi OPT/kerusakan, mengganggu aktivitas fisiologis OPT yang normal, dan mengubah lingkungan fisik menjadi kurang sesuai bagi kehidupan dan perkembangan OPTd. Penggunaan pestisida secara selektif untuk mengembalikan populasi OPT pada aras keseimbangannya. Selektivitas pestisida berdasarkan pada sifat fisiologis, ekologis dan cara aplikasi. Keputusan tentang penggunaan pestisida dilakukan setelah dilakukan analisis ekosistem terhadap hasil pengamatan dan ketetapan ambang ekonomi/pengendalian. Pestisida yang digunakan harus yang efektif, terdaftar dan diizinkan.Pemeliharaan tanaman perlu dilakukan karena selama pertumbuhannya tanaman mengalami gangguan-gangguan seperti :a. Gangguan gulma (tumbuhan pengganggu)b. Kekurangan airc. Gangguan alamd. Gangguan hama dan penyakit tertentuPemeliharaan itu meliputi penyiangan, penyulaman, pemupukan, pembumbunan, pengairan dan pengendalian hama dan penyakit. Tujuan dari pemeliharaan tanaman adalah untuk memperoleh tanaman yang pertumbuhannya baik dan menghasilkan hasil yang optimal. Penulis : As’ari, SPPPL WKPP Pugaan, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan Sumber Referensi :http://blogcara-merawat-tanaman.blogspot.co.id/2012/02/pemeliharaan-tanaman-padi.htmlhttps://bibit-pertanian-unggul.blogspot.co.id/2016/03/budidaya-padi-sawah.htmlhttp://yusufsila-tumbuhan.blogspot.co.id/2011/06/pemeliharaan-tanaman-padi.html