Loading...

Pemeliharaan Tanaman Pisang

Pemeliharaan Tanaman Pisang
Pisang merupakan buah tropis yang populer di masyarakat dan termasuk komoditas unggulan yang dapat memberikan kontribusi paling besar terhadap produksi buah-buahan nasional. Selain rasanya enak, mengandung gizi, serta dapat dikonsumsi oleh berbagai usia dan sangat bermanfaat bagi kesehatan. Pisang dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi dengan pH tanah 4,5-7,5. Dengan pertumbuhannya yang sangat cepat dan terus-menerus, yang akan mengakibatkan hasil yang tinggi, pisang memerlukan tempat tumbuh di iklim tropis yang hangat dan lembap. Dalam membudidayakan tanamna pisang salah satu faktor yang harus diperhatikan adalan pemeliharaan. Pemeliharaan. Penyiangan berulang-ulang diperlukan sampai pahon-pohon pisang dapat menaungi dan menekan gulma. Di pekarangan pemakaian pupuk kandang dan kompos dianjurkan, yang dikombinasikan dengan 0,25 kg urea dan kalium nitrat (muriate of potash) setiap tiga bulan untuk masing-masing rumpun. Pengairan diperlukan di areal yang memiliki musim kemarau panjang, tetapi juga jika curah hujannya kurang dari 200-220 mm bulan. Air dapat dialirkan melalui parit atau disemprotkan; kini pengairan-tetesan (drip irrigation) telah banyak diterima. Selama putaran pemangkasan ringan, daun-daun yang layu dipotong agar diperoleh mulsa dan untuk menghindari sumber infeksi melalui penyakit-penyakit daun. Di perkebunan skala komersial beberapa tindakan lain dilakukan untuk rnempertahankan produktivitas yang tinggi dan untuk menjamin buah berkualitas baik. Tindakan-tindakan itu mencakup pembuangan anakan, pembuangan tunggui-tunggul, pemotongan jantung pisang, dan pengurangan tandan buah. Setiap 6-12 minggu tanaman pisang dibuangi anakannya, hanya ditinggalkan satu tanaman induk (yang sedang berbuah), satu batang anakan (yang tertua), dan dalam hal tanaman-sirung (ratoons), satu tanaman cucu. Oleh : Mustahid PPL Kecamatan Bunaken