Loading...

MENJAGA MUTU BUAH MANGGIS DENGAN PASCA PANEN YANG BAIK

MENJAGA MUTU BUAH MANGGIS DENGAN PASCA PANEN YANG BAIK
Buah manggis merupakan salah satu komoditas buah unggulan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan untuk pasaran ekspor. Sebagai buah ekspor, persyaratan mutu lebih banyak dibanding dengan buah untuk pasaran domestik, maka hal-hal yang menurunkan mutu buah harus diminimalis. Menjaga mutu buah manggis merupakan rangkaian penanganan mulai dari panen/pemetikan, pengumpulan, pembersihan, pelilinan, sortasi, grading, penyimpanan, pengemasan, pelabelan, penyimpanan, dan pengangkutan. Panen Waktu panen manggis dilaksanakan pada pagi hari mulai pukul 08.00 - 11.00, bulan panen biasanya pada bulan November sampai Maret. Buah manggis dapat dipetik untuk panen pada umur antara 104 – 110 hari setelah bunga mekar (SBM). Tanda-tanda fisiologis buah manggis belum siap dipanen, sebagai berikut: 1) Warna kulit buah manggis kuning kehijauan atau hijau kekuningan atau kuning kemerahan dengan bercak merah hampir merata; 2) Masih mengandung getah; dan 3) Isi buah masih sulit dipisahkan dari daging kulit. Sedangkan tanda-tanda fisiologis buah manggis sudah dapat dipanen ada dua tujuan pemasaran, yaitu pemasaran untuk ekspor dan pemasaran domestik (di Indonesia saja). Tanda-tanda fisiologis buah manggis siap dipanen untuk pemasaran ekspor, sebagai berikut: 1) Warna kulit buah merah kecoklatan atau merah keunguan atau ungu kehitaman; 2) Masih sedikit bergetah; 3) Isi buah sudah dapat dipisahkan dari daging kulit; dan 4) Buah sudah dapat dikonsumsi. Kemudian tanda-tanda fisiologis buah manggis siap dipanen untuk pemasaran domestik, sebagai berikut: 1) Warna kulit buah ungu kemerahan atau ungu kehitaman, 2) Buah mulai masak dan siap dikonsumsi; 3) Sudah tidah ada getah; dan 4) Isi buah mudah dilepaskan. Setelah diketahui tanda-tanda fisiologis buah manggis siap dipanen, pemanenan dilakukan dengan cara memetik/memotong pangkal tangkai buah dengan gunting/pisau yang tajam. Untuk mencapai buah yang tinggi dapat digunakan tangga bertingkat dari kayu/galah yang dilengkapi pisau dan keranjang/kantong pada ujungnya. Saat pemanenan tangkai buah diikutkan 2 helai daun dan sepal buah harus utuh dan berwarna hijau. Pohon manggis yang mempunyai pohon pokok yang tinggi dapat menggunakan alat panen buah manggis seperti galah yang dilengkapi kantong, terutama pada buah yang ujung rantingnya jauh. Seiring berkembangnya teknologi, penggunaan alat panen/pemetik buah juga semakin berkembang. Saat ini juga sudah banyak digunakan alat pemetik buah teleskopik, yaitu alat yang dapat digunakan secara fleksibel, bisa dipanjang atau dipendekkan dengan posisi terpendek sekitar 2 meter. Pengumpulan Buah manggis setelah dipanen dikumpulkan di tempat teduh dekat lokasi panen dengan menggunakan wadah (keranjang, peti kayu, karung goni, atau lainnya). Selanjutnya buah diangkut ke tempat penampungan/bangsal/gudang dan harus dihindari/diminimalis faktor-faktor yang dapat merusak buah. Pengangkutan juga harus diperhatikan, dengan memilih jenis angkutan dengan resiko sangat kecil agar tidak merusakan buah, sehingga mutu buah tetap terjaga. Pengakutan dapat dengan berjalan kaki (dipikul, dijinjing, dipanggul, atau disunggi), atau angkutan lainnya seperti sepeda motor atau mobil bak. Pembersihan Setelah buah manggis dicuci kemudian dikering anginkan pada suatu tempat khusus berupa hamparan yang di bawahnya diberikan palet agar udara dapat lewat dengan baik atau tempat yang agak tinggi berupa hamparan untuk tempat manggis diangin-anginkan. Selanjutnya buah dilap dengan kain bersih bertujuan untuk membersihkan buah manggis dari kotoran-kotoran yang masih menempel agar penampilan buah lebih baik. Pelilinan Pelilinan merupakan perlakuan pemberian lapisan lilin yang tipis pada permukaan buah manggis dengan tujuan untuk mengurangi kehilangan air, mengganti kulit buah yang hilang karena pencucian, menutup luka dan memperbaiki tampilan. Lapisan lilin ini mampu mengurangi laju transpirasi dan laju respirasi, sehingga dapat memperpanjang umur simpan buah manggis dan mengurangi susut bobot buah. Sortasi Sortasi merupakan pemilihan buah manggis yang bermutu bagus dengan menyisihkan buah yang cacat, seperti memar, kulit lepas, busuk, terlalu kecil, getah berlebihan yang sulit untuk dicuci, serta buah yang bentuknya abnormal. Persyaratan mutu buah, antara lain: 1) Kemulusan kulit, tidak ada cacat dan bercak; 2) Tingkat ketuaan dan warna kulit; 3) Keseragaman tingkat kematangan, bentuk dan ukuran buah; dan 4) Keutuhan tangkai atau kelopak Grading Buah manggis yang bermutu bagus dikelompokkan berdasarkan ukuran serta mutunya sesuai pesanan, sebagai contoh: 1) Kelas super: Ukuran buah sesuai varietasnya, harus bebas dari cacat kecuali cacat kecil pada permukaan dan tidak mempengaruhi penampilan secara umum, kualitas simpan dan keberadaan produk dalam kemasan. Getah bening dan getah kuning tidak lebih dari 5%; 2) Kelas A: Buah manggis yang berkualitas baik dan berkarakter sesuai dengan varietas komersial. Cacat pada buah masih diperbolehkan sampai paling banyak 10% sejauh tidak mempengaruhi penampilan umum. Cacat tidak mempengaruhi daging buah dan getah bening dan getah kuning tidak lebih dari 10%; 3) Kelas B: Buah berkualitas baik dan berkarakter sesuai dengan varietas komersial. Cacat pada buah masih diperbolehkan sejauh tidak mempengaruhi penampilan umum, kualitas, kualitas simpan dan keberadaan produk dalam kemasan.Cacat sedikit pada kulit dan kelopak buah seperti lecet, tergores atau kerusakan mekanis lainnya. Total areal yang cacat tidak lebih dari 10% dari luas seluruh permukaan buah, cacat tidak mempengaruhi daging buah. Pengemasan Buah manggis sebelum dikemas dilakukan fumigasi, dengan tujuan untuk mengendalikan hama pada tempat atau container sebelum pengemasan. Pengemasan bertujuan untuk: melindungi produk dari kerusakan fisik, menciptakan daya tarik produk, meningkatkan nilai tambah, dan menekan kerusakan hasil. Syarat pengemasan buah manggis segar: mempunyai ventilas, higienis/bersih, bebas dari bahan dan bau asing. Sedangkan bahan pengemasan buah manggis dapat menggunakan: box/kotak karton atau keranjang plastic. Untuk box/kotak karton setiap kemasan berisi 2 kg manggis, sedangkan untuk keranjang plastik berisi 10 kg. Dalam kemasan digunakan bahan pelapis dari potongan kertas, jerami atau serutan kayu. Untuk kualitas ekspor, manggis yang dikemas dalam kontainer sesuai dengan rekomendasi internasional untuk pengemasan dan pengangkutan buah dan sayuran segar (CAR/RCP 44 – 1995). Pelabelan Pelabelan bertujuan untuk menunjukkan identitas produk (jenis, jumlah, berat, saat masak dan nama produsen). Label ditempelkan pada kotak kemasan dan diberi sticker kecil yang ditempelkan pada kemasan buah. Penyimpanan Penyimpanan buah manggis hanya bersifat sementara selama 1 – 2 hari atau selama proses grading dan packaging di packing house. Penyimpanan bertujuan untuk memperpanjang daya tahan buah pada suhu tertentu agar dapat dikonsumsi dalam keadaan baik. Buah manggis merupakan buah klimaterik sehingga buah dapat matang selama penyimpanan. Puncak klimaterik dicapai setelah penyimpanan 10 hari pada suhu ruang. Sedangkan buah manggis yang pada umur 104 hari, warna kulit buah berubah dengan cepat menjadi 20 – 25% ungu kemerahan dengan waktu satu hari penyimpanan pada suhu 25°C, RH 70%. Warna kulit berubah menjadi ungu kemerahan 100 % setelah 6 hari penyimpanan. Buah manggis disimpan dengan temperatur 4 – 6 ºC, mempunyai ketahanan simpan selama 40 hari, sedangkan disimpan pada suhu 9 – 12 ºC tahan sampai 33 hari. Pengangkutan Pengangkutan merupakan salah satu mata rantai kegiatan pascapanen dari produsen ke konsumen dan hal-hal yang harus diperhatikan sebagai berikut: sifat/karakteristik produk, lama perjalanan, jenis angkutan, suhu penyimpanan, hindari gesekan dan benturan. (Penulis: Susilo Astuti H. – Penyuluh Pertanian Pusluhtan) Sumber Pustaka: Penanganan Buah Pohon untuk Ekspor. Direktorat Budidaya dan Pasca Panen Buah, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian. 2011. Buku Pintar Budi Daya Tanaman Buah Unggul Indonesia. Jagakarsa – Jakarta Selatan: PT Agromedia Pustaka. 2009. Dari berbagai sumber.