Loading...

Pemeliharaan Tanaman Stroberi

Pemeliharaan Tanaman Stroberi
A. Pemasangan Pelindung Hujan Tanaman stroberi sangat tidak tahan dengan curah hujan yang berlebihan. Karena itu, setelah tanam segera pasang atap pelindung tanaman menggunakan plastik putih yang tembus cahaya. Pelindung plastik dipasang pada kerangka yang berbentuk setengah lingkaran, dibuat dari bambu yang dilengkung antara sisi bedengan. Pada pagi hari apabila cuaca baik, plastik pelindung perlu dibuka, kemudian sore hari ditutup kembali untuk melindungi tanaman dari hujan pada malam hari. B. Pengairan Stroberi termasuk kurang tahan terhadap perubahan kadar air tanah yang ekstrim. Karena itu, lakukan pengairan secara teratur, 2 – 3 kali dalam seminggu kecuali pada musim hujan. Volume siraman untuk setiap tanaman kurang lebih 150 – 250 cc bergantung pada fisik tanah, kelembaban udara dan temperatur. Pada masa pembungaan dan awal pembentukan buah, sebaiknya pemberian air dikurangi untuk mendorong pertumbuhan generatif sehingga buah yang terbentuk dapat berhasil dengan baik. C. Pemupukan Pemupukan tanaman stroberi dalam bentuk larutan, hasilnya lebih baik dan penggunaan pupuk lebih efisien dibandingkan dalam bentuk padatan. Adapun caranya sebagai berikut. 1. Fase pertumbuhan vegetatif (2 minggu sesudah tanam – menjelang umur 2 bulan) : Buatlah larutan pupuk sebanyak 2 g NPK yang kandungan N lebih tinggi (32-10-10)/1 liter. Siramkan sebanyak 100-150 ml larutan/tanaman di sekitar akar tanaman setiap 2-4 minggu sekali (bergantung pada kesuburan tanaman). 2. Fase pembungaan Buatlah larutan pupuk sebanyak 4 kg NPK yang kandungan unsurnya seimbang (16-16-16)/200 liter air. Siramkan sebanyak 150-200 ml larutan/tanaman di sekitar akar tanaman setiap 2-4 minggu sekali (bergantung pada kesuburan tanaman). 3. Fase pembesaran dan pematangan buah Lakukan penyemprotan dengan pupuk yang kandungan kaliumya tinggi (KNO3) untuk memperbesar ukuran buah, dan untuk meningkatkan rasa manis semprotlah dengan pupuk yang mengandung magnesium (kiserit). 4. Untuk mencegah defisiensi unsur mikro, semprot tanaman dengan pupuk mikro lengkap (multi mikro, mikrota, dll) terutama saat pertumbuhan vegetatif, dosis seuaikan dengan anjran di kemasan pupuk. D. Pemangkasan Daun Pangkas daun yang terseang penyakit, daun tua, dan daun yang terlalu rimbun agar tanaman efisien melakukan fotosintesis dan penyakit tidak menular sehingga produksi dan mutu uahnya prima. Pemangkasan daun tua juga akan mendorong tumbuhnya daun baru. E. Pemangkasan Stolon Pangkas/kurangi jumlah stolon yang terlalu banyak agar hasil fotosintesis lebih difokuskan untuk menghasilkan buah, bukan untuk pertumbuhan stolon. F. Penjarangan Bunga/buah Buanglah bunga pertama dan buah stadium pentil yang jumlahnya terlalu banyak. Waktu penjarangan buah adalah saat buah berukuran sebesar kelerang (umur 3 – 4 hari sejak berbunga). G. Penyiangan Gulma Perakaran stroberi relatif dangkal sehingga adanya gulma menyebabkan persaingan nutrisi dalam tanah. Karena itu, gulma harus selalu dibersihkan secara mekanis dengan dicabut. Penulis : Heru, SPSumber :http://balitjestro.litbang.pertanian.go.id/teknologi-budidaya-stroberi-di-lahan/