Loading...

PEMELIHARAAN TANAMAN TEH

PEMELIHARAAN TANAMAN TEH
Pemeliharaan tanaman teh dimaksudkan agar tanaman teh tumbuh dengan sehat. Adapun pemeliharaan untuk tanaman teh meliputi penyiangan gulma, penyulaman, pembuatan rorak, pemberian mulsa, dan pemangkasan yaitu sebagai berikut : PENYIANGAN GULMAPenyiangan gulma merupakan salah satu langkah pemeliharaan tanaman yang sangat penting. Penyiangan tanaman baru dilakukan secara manual dengan cungkil, sabit, ataupun gancoi. Untuk tanaman tua penyiangan dapat dilakukan dengan cara kimia yaitu penggunaan herbisida Round Up dengan dosis 3 l/ha atau Ustinex dengan dosis 4 – 5 kg/ha. Adapun interval penyemprotan 3 minggu sekali. PENYULAMANPenyulaman dilakukan terhadap bibit yang lemah atau mati dengan menggunakan bibit lain yang telah disediakan sebelumnya. Bahan sulaman yang banyak digunakan adalah stump berumur 2 - 3 tahun karena mudah tumbuh asal tanah dan iklimnya cocok. Jika sulaman dari bibit polibag, harus yang berumur sama supaya tumbuhnya seragam. PEMBUATAN RORAKTanah miring perlu dibuat rorak dengan mengikuti garis kontur. Gunanya adalah untuk meningkatkan daya tahan air dan mengurangi bahaya erosi. Rorak di buat dengan ukuran panjang 2 m dan lebar 30 cm dengan kedalaman 40 cm. Jarak antar rorak dalam satu kontur adalah 4 m. Rorak antar kontur di buat berseling. PEMBERIAN MULSATahap pemeliharaan selanjutnya adalah pemberian mulsa. Fungsinya untuk menambah kandungan bahan organik tanah, menekan pertumbuhan gulma, dan mengurangi terjadinya erosi. Bahan mulsa dapat berupa alang-alang, jerami, dan rumput-rumputan. Penyebaran mulsa di permukaan tanah dengan tidak menyentuh batang tanaman teh karena dikhawatirkan dapat menyebarkan penyakit. Waktu yang tepat untuk pemberian mulsa adalah saat musim kemarau. PEMANGKASANPemangkasan dilakukan pada tanaman yang sudah tinggi agar tetap rendah dan mudah saat pemetikan daun. Tujuan utama pemangkasan adalah untuk mempertahankan tanaman dalam batas tinggi tertentu dan tetap dalam fase vegetatif. Pemangkasan juga untuk merangsang pertumbuhan tunas muda sehingga mampu menghasilkan pucuk lebih banyak, membentuk bidang petik selebar mungkin, dan mengganti serta mempermudah percabangan tanaman yang dipangkas, pemangkasan harus dilakukan hati-hati.Pemangkasan umumnya ada tiga jenis, yaitu pemangkasan centering, produksi, pangkasan ajir. Pangkasan centering dilakukan saat tanaman belum menghasilkan, yaitu umur 6 – 7 bulan setelah tanam. Batang utamanya dinpotong dengan ketinggian 15 – 20 cm. Tujuan pemangkasan ini agar membentuk bidang petik. Untuk memenuhi karbohidrat tanaman, batang masih ditinggalkan 10 – 20 helai daun. Hal ini dilakukan agar tanaman tetapo dapat berfotosintesis.Jenis pangkasan yang lain adalah pangkasan produksi. Pangkasan produksi dilakukan dengan pangkasan bersih tanpa menyisakan daun serta pemotongan ranting-ranting yang berukuran kecil. Pemangkasan ini dilakukan agar sinar matahari mampu menembus masuk sampai ke bagian bawagh tanaman sehingga dapat membantu merangsang pertumbuhan tunas bagian bawah yang dormansinya lebih kuat. Pangkasan produksi di ulang tiap 3 sampai 4 tahun sekali.Pangkasan yang ke tiga adalah pangkasan ajir. Bagian yang ditinggalkan 1 – 2 cabang di bagian tepi tanaman. Cabang-cabang yang ditinggaikan mempunyai sekitar 200 helai daun agar dapat melangsungkan hidupnya serta membantu mempercepat pertumbuhan tunas. Dengan demikian, pangkasan ajir dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kematian tanaman akibat kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan. Ditulis Kembali Oleh : Harnati Rafiastuti, SP (Penyuluh BBP2TP)Sumber Bacaan :1. Suwarto dan Yuke Octavianty. 2010. Budidaya 12 Tanaman Perkebunan Unggulan. Penebar Swadaya. Jakarta.2. Dedi Soleh E, dkk. 2010. Budidaya dan Pascapanen Teh. Eska Media Bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan. Kementerian Pertanian. Bogor.3. Gambar berasal dari Google tentang tanaman teh.