Itik merupakan unggas yang sudah sangat dikenal dan sering kita jumpai terutama di perdesaan. Beberapa sentra peternakan itik yang terkenal di Indonesia antara lain Tegal, Brebes dan Mojosari (pulau Jawa), Alabio, Kabupaten Amuntai (pulau Kalimantan), Bali serta Lombok. Berbagai manfaat dapat diperoleh dari pemeliharaan itik ini. Selain memproduksi telur yang kaya akan protein serta dagingnya yang memiliki rasa yang khas, pemeliharaan itik dapat dijadikan sebagai alternatif usaha untuk menopang ekonomi keluarga. Yang juga tidak kalah pentingnya, kotoran atau limbah itik bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik pada tanaman pangan seperti palawija. Berbagai jenis itik unggul dapat dipelihara. Menurut tipenya itik dikelompokkan dalam 3 (tiga) golongan, yaitu: (1) Itik petelur seperti Indian Runner, Khaki Campbell; (2) Itik pedaging seperti Peking, Rouen, Aylesbury; (3) Itik ornamental (itik kesayangan atau hobi) seperti East India, Call (Grey Call), Mandariun, Blue Swedish. Khusus di Indonesia, jenis unggul yang biasa diternakkan ialah itik petelur seperti itik Tegal, itik khaki campbell, itik Alabio, itik Mojosari, itik Bali, itik CV 2000-INA dan itik-itik petelur unggul lainnya produk dari BPT (Balai Penelitian Ternak) Ciawi, Bogor.Sebelum memulai usaha pemeliharaan itik, yang perlu jadi perhatian utama adalah lokasi kandang. Lokasi kandang harus jauh dari keramaian dan pemukiman penduduk agar tidak menimbulkan dampak polusi terutama bau limbahnya. Selain itu, didukung oleh akses transportasi yang mudah dijangkau ke lokasi. Selanjutnya: Bibit Unggul; Perawatan dan reproduksi; Pakan; dan Hama penyakit.Persyaratan Kandang. Temperatur kandang ± 39°C, kelembaban antara 60-65%, penerangan untuk memudahkan pengaturan agar tata kandang sesuai dengan fungsi bagian-bagiannya. Model (jenis) kandang itik ada 3 yaitu: (1) kandang untuk anak itik (DOD) pada masa stater, disebut juga kandang box, dengan ukuran 1 m2 mampu menampung 50 ekor DOD; (2) kandang Brower (untuk itik remaja) disebut model kandang Ren (kelompok) dengan ukuran 16-100 ekor per kelompok; (3) kandang layar (untuk itik masa bertelur) modelnya bisa berupa kandang batere (satu atau dua ekor dalam satu kotak), bisa juga berupa kandang lokasi (kelompok) dengan ukuran setiap meter persegi 4-5 ekor itik dewasa (masa bertelur) atau untuk 30 ekor itik dewasa dengan ukuran kandang 3 x 2 meter). Kondisi kandang Itik, bahan tidak harus dari yang mahal tetapi yang penting tahan lama (kuat), perlengkapan yang dibutuhkan tersedia berupa tempat makan, tempat minum dan lainnya yang diperlukan. Kandang harus selalu terjaga kebersihan dan daya gunanya agar produksi berjalan optimal.Pembibitan. Itik peliharaan harus berasal dari bibit unggul. Ada 3 (tiga) cara untuk memperolehnya: (1) membeli telur tetas dari induk itik yang dijamin keunggulannya; (2) memelihara induk itik yaitu pejantan dan betina unggul untuk mendapatkan telur tetas kemudian meletakkannya pada mentok, ayam atau mesin tetas; (3) membeli DOD (Day Old Duck) dari pembibitan yang sudah dikenal mutunya atau mendapat rekomendasi dari dinas peternakan setempat. Ciri DOD yg baik adalah tidak cacat (tidak sakit) dengan warna bulu kuning mengkilap. Dalam perawatan bibit dan calon induk itik, DOD yang baru saja tiba dari pembibitan hendaknya ditangani secara teknis agar tidak salah rawat, sebagai berikut: bibit ditempatkan pada kandang brooder (indukan) yang telah dipersiapkan. Yang perlu diperhatikan: temperatur brooder, anak itik tersebar secara merata, kapasitas kandang 50 ekor DOD untuk 1m², pakan itik fase stater dan minumannya perlu ditambah vitamin/ mineral.Perawatan dan reproduksi. Ada dua macam perawatan induk yaitu induk untuk produksi telur konsumsi dan induk untuk produksi telur tetas. Perawatan keduanya sama saja, perbedaannya hanya pada itik induk untuk produksi telur tetas harus ada pejantan dengan perbandingan 1 jantan untuk 5 – 6 ekor betina. Reproduksi dan perkawinan itik, dimaksudkan untuk mendapatkan telur tetas yang fertil (terbuahi) dengan baik oleh itik jantan. Sedangkan sistem perkawinan itik dikenal dua macam yaitu hand mating (dibuat oleh manusia) dan nature mating (secara alami).Pemberian Pakan, dibagi dalam tiga fase yaitu fase stater (umur 0–8 minggu), fase grower (umur 8–18 minggu) dan fase layar (umur 18–27 minggu). Pakan berupa pakan jadi dari pabrik dengan kode masing-masing fase. Cara pemberian pakan yaitu: (1) Itik umur 0-16 hari diberikan pada tempat pakan datar (tray feeder); (2) Itik umur 16-21 hari diberikan dengan tray feeder dan sebaran di lantai; (3) Itik umur 21 hari sampai 18 minggu disebar dilantai; (4) Itik umur 18 minggu–72 minggu, ada dua cara yaitu 7 hari pertama secara pakan peralihan dengan memperhatikan permulaan produksi bertelur sampai produksi mencapai 5%. Setelah itu pemberian pakan itik secara terus menerus (ad libitum). Dalam hal ad libitum, untuk menghemat biaya pakan diransum sendiri dari bahan-bahan seperti jagung, bekatul, tepung ikan, tepung tulang, bungkil feed, suplemen.Pemberian minuman itik berdasarkan umur yaitu : (1) umur 0-7 hari, untuk 3 hari pertama air minum ditambahkan vitamin dan mineral; (2) umur 7-28 hari, tempat minum dipinggir kandang dan air minum diberikan secara ad libitum; (3) umur 28 hari-afkir, tempat minum berupa empat persegi panjang dengan ukuran 2 m x 15 cm dan tingginya 10 cm untuk 200-300 ekor yang setiap hari dibersihkan.Hama dan penyakit, pada itik dikelompokkan dalam dua hal yaitu: (1) Penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti virus, bakteri dan protozoa; (2) Penyakit yang disebabkan oleh defisiensi zat makanan dan tata laksana kandang yang kurang tepat. Jenis penyakit yang sering menyerang itik adalah: (1) Duck Cholera. Penyebab: bakteri Pasteurela avicida. Gejala: mencret, lumpuh, tinja kuning kehijauan. Pengendalian: sanitasi kandang, pengobatan dengan suntikan penisilin pada urat daging dada dengan dosis sesuai label obat; (2) Salmonellosis. Penyebab: bakteri typhimurium. Gejala: pernafasan sesak, mencret. Pengendalian: sanitasi yang baik, pengobatan dengan furazolidone melalui pakan dengan konsentrasi 0,04% atau dengan sulfadimidin yang dicampur air minum, dosis disesuaikan dengan label obat. Sanitasi kandang itik mutlak diperlukan dan demikian juga tindakan preventif (pencegahan) perlu diperhatikan sejak dini untuk mewaspadai timbulnya penyakit. Pengontrol penyakit dilakukan setiap saat secara hati-hati serta menyeluruh. Catat dan tangani secara serius bila ada tanda-tanda kesehatan itik terganggu.Demikian gambaran sekilas tentang tata cara pemeliharaan itik semoga bermanfaat dan dapat membantu para peternak khususnya pemula dalam merintis usaha ternaknya (Inang Sariati). Sumber : 1. Panduan Budidaya Dan Usaha Ternak Itik, Balai Penelitian Ternak Ciawi Bogor, 20102. http://www.budidaya-petani.com/2013/01/beternak-itik-bebek.html3. https://images.search.yahoo.com/search/images;=www.beternak+itik