Loading...

Pemupukan dan Penyiangan pada Tanaman Tebu

Pemupukan dan  Penyiangan pada Tanaman Tebu
Pertumbuhan tanaman tebu terdiri dari dua fase, yaitu fase vegetatif dan fase generatif. Fase vegetatif tebu meliputi perkecambahan, pertunasan dan pertumbuhan batang untuk menentukan biomassa tanaman, sedangkan fase generatif ialah pertumbuhan ke arah fase penimbunan karbohidrat di batang. Komponen pertumbuhan vegetatif tanaman tebu dapat diamati dari jumlah anakan, tinggi tanaman, luas daun, diameter batang serta biomassa (batang dan daun) dan laju pertumbuhan tanaman. Komponen tersebut berperan penting dalam menentukan produksi akhir tanaman tebu yang diperoleh. Pemupukan BerimbangPemupukan berimbang dilakukan dengan tujuan memperbaiki kembali kesuburan tanah yang telah terdegradasi akibat penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus. Pada komoditas tebu penggunaan pupuk organik telah direkomendasikan untuk dikombinasikan dengan pupuk anorganik. Dosis pemupukan yang biasanya diterapkan oleh petani yaitu : Dosis: 6 ku ZA/ha dan 4 ku Phonska/ ha Pupuk I ?Dosis : 2 ku ZA/ha dan 4 ku Phonska/ha (penanaman)Pupuk II ?Dosis :4 ku Za/ha (Diberikan 1-1,5 bln setelah pupuk I)Pupuk organik yaitu berupa blotong, pupuk hijau, pupuk kandangKekurangan dosis pupuk mengakibatkan pertumbuhan tebu terhambat dan kelebihan dosis pupuk mengakibatkan kelambatan proses kemasakan tebu di samping pemborosan biaya Penyiangan Pada Tanaman TebuYaitu mencabut gulma yang berada di antara sela-sela tanaman pertanian dan sekaligus menggemburkan tanah. Gulma adalah tumbuhan yang kehadirannya tidak diinginkan pada lahan pertanian karena menurunkan hasil yang bisa dicapai oleh tanaman produksi.Metode penyiangan?Secara manual dengan tangan?Secara kimiawi dengan herbisida• Herbisida pre emergence diberikan segera setelah tanam atau kepras dengan syarat tanah harus halus dan kelembaban cukup. Bahan aktif : Diuron, Ametryne atau Triazine dosis 2-3 kg/ha + 2,4 D. Amine sebanyak 2 lt/Ha• Herbisida post emergence diberikan segera setelah bumbun terakhir. Bahan aktif: Paraquat atau yang lain dosis 3 lt/ha + 2,4 D. Amine sebanyak 2 lt/Ha?Secara mekanis dengan mesinPenyiangan secara mekanis dapat membersihkan gulma dengan cepat, namun tidak seratus persen efektif karena akan ada sedikit gulma yang masih tersisa.MulsaMulsa merupakan metode pencegahan agar gulma tidak tumbuh. Mulsa menutupi tanah yang melingkupi media tanam dan hanya menyisakan sedikit untuk tanaman utama agar tumbuh. Penutupan mulsa bisa menggunakan plastik maupun bahan organik. Gulma yang dimatikan juga dapat berfungsi sebagai mulsaDi susun Oleh :Siti Lestari, SPPenyuluh Pertanian PertamaDinPPKP Kabupaten Purworejo