Loading...

Pemupukan Dapat Menekan Hama Penggerek Batang Padi Di Lahan Pasang Surut

Pemupukan Dapat Menekan Hama Penggerek Batang Padi Di Lahan Pasang Surut
Strategi pengendalian hama dan penyakit mengacu pada konsep pengendalian hama terpadu (PHT) melalui penerapan taktik pengendalian yang tepat, berupa kombinasi berbagai komponen teknologi pengendalian yang disesuaikan dengan stadia pertanaman padi serta jenis Hama dan penyakitnya, merupakan alternatif pernecahan masalah hama dan penyakit yang tepat Penggunaan pestisida yang bijaksana menguntungkan manusia, seperti meningkatnya produksi tanaman dan ternak karena menurunnya gangguan hama dan penyakit, terjaminnya kesinambungan pasokan makanan dan pakan karena hasil panen meningkat, serta meningkatnya kesehatan, kualitas dan harapan hidup manusia akibat tersedianya bahan makanan bermutu dan perbaikan lingkungan. Penggunaan pestisida secara tidak bijaksana, tidak hanya mempengaruhi kehidupan musuh alami tetapi juga sistem fauna dan flora, lingkungan dan kesehatan manusia. Dalam Penelitian Thamrin dkk. Menyampaikan Pengelolaan nutrisi merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan hasil tanaman, namun nutrisi juga berpengaruh terhadap respon hama dan penyakit. Oleh karena itu, pengetahuan tentang hubungan nutrisi tanaman dengan perkembangan hama dan penyakit berperan penting dalam sistem produksi. Penggunaan pupuk nitrogen di lahan rawa pasang surut pada tanaman padi varietas lokal tergolong rendah, berkisar antara 65 - 70 kg N/ha), padahal berdasarkan hasil penelitian dilaporkan bahwa takaran pupuk nitrogen pada tanaman padi di lahan rawa pasang surut berkisar antara 88 - 116 kg N/ha. Penggunaan pupuk nitrogen dosis tinggi di daerah endemik kadangkala mengakibatkan ledakan hama dan penyakit, karena melemahnya jaringan tanaman, sehingga lebih rentan. Jumlah telur penggerek batang padi menjadi lebih banyak dan perkembangan larvanya lebih cepat daripada tanaman yang tidak dipupuk dengan nitrogen. Pupuk nitrogen juga dapat merangsang pertumbuhan anakan, namun pertanaman padi yang jumlah anakannya banyak meningkatkan kelembaban nisbi dan berpengaruh terhadap jumlah telur penggerek batang padi yang menetas. Larva penggerek batang padi yang hidup pada tanaman yang diberi pupuk nitrogen dengan dosis tinggi memperlihatkan peningkatan bobot dan daya bertahan hidup lebih tinggi serta lebih cepat menjadi dewasa. Pupuk nitrogen dapat berperan ganda, jika diberikan dengan takaran tinggi akan memicu perkembangan penggerek batang lebih cepat, namun dapat membantu penyembuhan tanaman yang terserang penggerek karena mempercepat terbentuknya anakan baru . Pemberian pupuk nitrogen yang tinggi dapat meningkatkan intensitas serangan penggerek batang. Semakin tinggi pupuk nitrogen diberikan semakin meningkat intensitas serangannya. Pupuk nitrogen yang diberikan 135 kg/ha meningkatkan intensitas serangan penggerek batang . aplikasi pupuk NPK dengan dosis 120 - 60 - 60 g/ha meningkatkan kerentanan tanaman padi terhadap penggerek batang. Aplikasi pupuk nitrogen yang tinggi mengakibatkan batang tanaman menjadi sekulen, sehingga intensitas serangan penggerek batang menjadi lebih tinggi, berat tubuh larva lebih besar, dan siklus hidup lebih singkat. Begitu juga halnya yang . disampaikan juga oleh Thamrin dkk ada peneliati yang menyampaikan pupuk nitrogen berpengaruh terhadap jaringan tanaman karena meningkatkan permeabilitas air dan menurunnya kadar silikat, sehingga tanaman menjadi rentan terhadap hama. Pemberian silikat dapat menekan serangan hama seperti penggerek batang,wereng cokelat, wereng hijau, dan hama punggung putih. Pemberian pupuk nitrogen yang berlebihan dapat memperpanjang umur tanaman, menyebabkan kerebahan, dan meningkatkan kerusakan tanaman akibat serangan hama. Nitrogen dapat mempengaruhi kandungan nutrisi tanaman dan karakteristik perilaku serangga hama. Kandungan nitrogen yang tinggi pada tanaman meningkatkan daya tahan hidup serangga hama, laju pertumbuhan dan perkembangan lebih tinggi, ukuran tubuh menjadi besar, dan siklus hidup lebih singkat. Selain itu pemberian pupuk nitrogen berlebihan juga menyebabkan masa hidup serangga dewasa lebih lama, periode reproduksi dan fekunditasnya lebih tinggi. Abu sekam seringkali digunakan petani lahan pasang surut sebagai pupuk, terutama pada saat tanaman padi fase vegetatif. Abu sekam berperan sebagai unsur hara bagi tanaman karena mengandung silikat yang cukup tinggi. Silikat dapat memperbaiki daya tumbuh, meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit, memperlancar penyerapan hara, dan membantu penghematan pemakaian air oleh tanaman. Larva yang memakan tanaman yang mengandung SiO2 kadar tinggi mengakibatkan mulutnya aus, sehingga tanaman terhindar dari serangan. Kepekaan tanaman padi terhadap serangan penggerek batang ditentukan juga oleh sukar atau mudahnya larva penggerek masuk ke dalam batang. Hal tersebut karena varietas yang mempunyai jaringan sklerenkim tebal dan mengandung banyak lignin sukar digerek larva penggerek batang. Tanaman yang kekurangan silikat menyebabkan ketiga organnya kurang terlindungi oleh lapisan silikat yang kuat, akibatnya: (1) daun tanaman lemah, tidak efektif menangkap sinar matahari, sehingga produktivitas tanaman rendah atau tidak optimal, (2) penguapan air dari permukaan daun dan batang lebih cepat, sehingga tanaman mudah layu atau peka terhadap kekeringan, (3) daun dan batang menjadi peka terhadap serangan hama dan penyakit, (4) tanaman mudah rebah, dan (5) kualitas gabah berkurang akibat serangan hama dan penyakit. Sebaliknya tanaman cukup Si memiliki daun yang terlapisi silikat dengan baik, lebih tahan terhadap serangan berbagai penyakit yang diakibatkan oleh fungi maupun bakteri, seperti blas dan hawar daun bakteri. Selain itu Si menjadikan batang tanaman lebih kuat dan kekar sehingga lebih tahan terhadap serangan penggerek batang, wereng coklat, dan tanaman tidak mudah rebah. Penelitian di lahan pasang surut pada musim tanam 2005/2006 menunjukkan bahwa pemberian abu sekam 0,5 - 1,5 t/ha dapat mengurangi serangan penggerek batang padi, dengan intensitas kerusakan hanya berkisar 0,3% - 1,6%. Tanpa menggunakan abu sekam, intensitas kerusakan tanaman mencapai 15% - 20%. Varietas Margarasi memiliki batang yang lebih lemah dibandingkan dengan varietas unggul lainnya. Pemberian abu sekam dalam budi daya dapat meningkatkan kekuatan batang tanaman dibanding tanpa pemberian abu sekam. Pertumbuhan tanaman padi yang memperoleh cukup silikat lebih baik dan hasilnya cukup tinggi, sedangkan tanpa silikat daunnya lemah dan melengkung ke bawah. Aplikasi silikat pada varietas Ciherang dan Situ Patenggang mengurangi serangan penggerek padi kuning dan tanaman lebih sehat. Senyawa silikat (SiO2) dapat diformulasikan dalam bentuk pupuk. Apabila pupuk tersebut diaplikasikan maka kandungan (SiO2) dalam tanaman akan meningkat. Semakin tinggi jumlah silika gel yang diberikan semakin tinggi konsentrasi SiO2 dalam batang padi, sehingga penggerek batang tidak menyukainya. Pengaruh pemberian silikat terhadap tingkat serangan penggerek batang padi yang diekspresikan dalam bentuk jumlah larva dan berat kotorannya dapat dilihat pada. Jumlah larva yang menggerek batang padi berkadar Si rendah lebih banyak dibandingkan dengan yang berkadar Si tinggi. Jumlah kotoran larva juga lebih berat pada tanaman yang tidak diberi silikat yaitu 139 mg/pot, sedangkan yang diberi silikat 9 mg/pot. Hal ini mengindikasikan bahwa pemberian silikat menurunkan serangan penggerek batang padi. Selain pupuk nitrogen, penggunaan pupuk kalium di lahan rawa pasang surut juga tergolong rendah, bahkan di beberapa lokasi tidak digunakan. Pupuk lengkap NPK merupakan terobosan yang tepat karena memudahkan aplikasinya oleh petani. Pupuk kalium berperan penting terhadap pertumbuhan dan metabolisme tanaman. Kalium dapat meningkatkan kekuatan serat dan kualitas tanaman. pupuk kalium dapat mengurangi serangan penggerek batang sekaligus meningkatkan hasil padi. Pupuk kalium yang diberikan 40, 50, dan 60 kg/ha nyata mengurangi kerusakan tanaman padi akibat serangan sundep masing-masing 3,05%, 2,40% dan 2,64%, sedangkan tanpa kalium 4,33%. Perlakuan yang sama juga berpengaruh terhadap kerusakan beluk masing-masing 5,37%, 3,58%, 3,37%, dan tanpa kalium kerusakannya 7,12%. Hasil penelitian Asikin dkk 2011 di lahan rawa pasang surut yang diketahui bahwa pemberian kalium 120 kg K2O/ha yang dikombinasikan dengan abu sekam 0,5 t/ ha menekan intensitas serangan penggerek batang padi putih 5,16%. Yulia T S. yuliatrisedyowati@gmail.com Pustaka Thamrin, S. Asikin dan M. A. Susanti, 2017 Budi Daya Padi Di Lahan Rawa Pasang Surut Dan Pengendalian Alami Hama Penggerek Batang dalam Jurnal Litbang Pertanian Vol. 36 No. 1 Maret 2017: 28-38 Balai Penelitian Lahan Rawa.2011 Monograg “ Hama dan Penyakit Padi di lahan Pasang surut. http://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/6441 http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/29228