Loading...

Pemupukan Dasar Budidaya Tanaman Pepaya

Pemupukan Dasar Budidaya Tanaman Pepaya
Pepaya (Carica papaya) merupakan buah-buahan tropis. Tanaman ini dipercaya berasal dari daerah tropis di benua Amerika. Dari tempat ini menyebar ke berbagai belahan bumi. Budidaya pepaya bisa dilakukan di dataran rendah hingga ketinggian 1000 meter dari permukaan laut. Namun ketinggian lahan optimalnya berkisar 50-700 meter dpl. Tanaman ini menghendaki curah hujan sekitar 1000-2000 mm per tahun yang merata sepanjang tahun. Di daerah bermusim kering pohon pepaya masih bisa berbuah dengan bantuan penyiraman teratur. Pemupukan adalah setiap usaha dalam memberikan pupuk dengan tujuan penambahan unsure hara yang dibutuhkan oleh tanaman agar produksi dan mutu hasil dapat meningkat. Pupuk dasar adalah: pupuk yang diberikan pada awal tanam baik itu pupuk organic maupun anorganik yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pupuk makro maupun mikro pada tanaman dengan dosis yang telah ditentukan Tujuan Pemberian pupuk dasar dalam budidaya tanaman pepaya adalah: Menyediakan unsure hara makro dan mikro pada awal pertumbuhan tanaman pepaya. Meningkatkan pertumbuhan tanaman pepaya karena unsur hara sudah tersedia. Mempercepat membantu proses produksi buah pada tanaman pepaya karena tanaman sudah Tumbuh subur dan tidak terganggu pertumbuhannya Teknik-teknik pemberian pupuk dasar pada budidaya tanaman pepaya: Taburkan pupuk fosfat dalam bentuk Rock Phosphate (RP), Triple Super Phosphat (TSP) atau SP36(Super phosphate 36), dibagian bawah lubang tanam ukuran 60x60x50 cm, sebanyak 100gram Siapkan pupuk kandang dalam bentuk kotoran hewan (kohe) matang fermentasi sempurna dalam jumlah secukupnya, tergantung pada jenis-jenis tanah setempat. Jika diperlukan, lakukan penyaringan tanah galian lubang tanam menggunakan saringan kawat strimin dengan ukuran lubang saringan 1 cm, gunanya untuk memisahkan batuan kecil (kerikil) sekaligus kotoran-kotoran lainnya yang mungkin terdapat didalam tanah (sampah plastic, potongan kayu, dan sebagainya) yang bisa menganggu pertumbuhan akar tanaman muda. Tanah dan pukan/kohe dengan perbandingan yang tepat sudah siap diaduk. Lakukan pengadukan merata secara manual pada saat pencampuran tanah dan pukan /kohe dan ulanggi proses pencampuran dan pengadukan tersebut sebanyak 2 hingga 3 kali agar tanah dan pukan/kohe dapat tercampur sempurna membentuk campuran yang homogen. Campur kembali pupuk yang mengandung fosfat diberikan pada saat pengadukan tanah dengan kohe. Masukkan kembali campuran tanah/ kohe kedalam lubang tanam hingga batas tinggi leher akar bibit yang akan ditanam. Padatkan tanah bagian sisi samping lubang untuk menghindari efek longsor jika tersiram air atau terkena hujan deras, agar bibit yang ditanam tidak berubah posisi setelah bibit ditanam. Setelah bibit ditanam taburkan dolomit pada sekeliling tanaman. Fungsi unsure-unsur hara pupuk dasar yang diberikan pada tanaman pepaya: Phosphat Unsur phosphate sangat dibutuhkan tanaman pepaya dalam pembentukan akar dan system perakaran yang kuat. Pupuk kandang Menambah bahan organik tanah Memperbaiki struktur tanah menjadi lebih remah. Membantu penyediaan zat makanan bagi mikroorganisme tanah yang dibutuhkan oleh tanaman pepaya. Dolomit Dolomit berguna pada proses pembentukan tunas-tunas baru bagi tanaman muda serta memasok hara magnesium yang menjadi penyusun utama klorofil daun.