Loading...

PEMUPUKAN HARA SPESIFIK LOKASI DI SUBAK YEH SAYANG

PEMUPUKAN HARA SPESIFIK LOKASI DI SUBAK YEH SAYANG
Guna meningkatkan produksi dan memperoleh hasil maksimum khususnya tanaman padi sawah, dilakukan pertemuan pemupukan hara spesifik lokasi padi sawah di Subak Yeh Sayang, Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali (14/01/2018). Pertemuan dilakukan di balai pertemuan Subak Yeh Sayang, mulai pukul 10.30 wita sampai pukul 13.30 wita. Pertemuan dihadiri 22 orang, yang terdiri dari Penyuluh Pertanian WKPP Bungaya, Pengurus Subak dan Kelian Tempek.Subak Yeh Sayang, Desa Bungaya merupakan salah satu kelompoktani di Kecamatan Bebandem yang memiliki lahan sawah seluas 106,85 ha. Pola tanam pada umumnya di Subak Yeh Sayang dalam satu tahun adalah dua kali tanam padi dan satu kali tanam palawija. “Produksi padi saat ini cukup bagus, kurang lebih menghasilkan 8 ton per ha Gabah Kering Panen” ujar pak Nyoman Rasni (56), yang merupakan Kelian Subak Yeh Sayang. Produksi tanaman padi dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, pemupukan adalah salah satu faktor yang cukup penting. Pemupukan hendaknya dilakukan dengan empat tepat: (1) Tepat Dosis yaitu sesuai dengan status hara tanah, kebutuhan tanaman, dan target hasil; (2) Tepat Waktu, yaitu hara tersedia saat tanaman memerlukan dalam jumlah banyak; (3) Tepat Cara, yaitu Penempatan pupuk di lokasi dimana tanaman secara efektif mengakses hara; (4) Tepat Jenis/Bentuk , yaitu formula pupuk sesuai dengan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman.Pada bulan Januari 2018 di Subak Yeh Sayang akan dilakukan penanaman padi seluas 35 ha, varietas benih yang digunakan adalah inpari 30, dengan sistem tanam tegel, rencana tanam adalah mulai hari minggu, tanggal 21 Januari 2018. Rekomendasi pemupukan tanaman padi di Subak Yeh Sayang didapatkan dari Layanan Konsultasi Padi Indonesia dengan nomor rekomendasi: 5451. Berdasarkan rekomendasi tersebut, pemupukan anorganik dilakukan sebanyak 3 kali, pemupukan dengan pupuk NPK Phonska (15-15-15) diaplikasikan di pertumbuhan awal yaitu saat padi berumur 0-10 Hari Setelah Tanam (HST) dengan dosis 300 kg per ha, pada saat anakan aktif dengan umur 21-25 HST diaplikasikan pupuk Urea sebanyak 100 kg per ha, dan pemupukan terakhir dengan pupuk urea dilakukan saat tanaman primordial yaitu saat umur 35-39 HST dengan dosis 125 kg per ha. Pemupukan organik (pupuk sapi) dilakukan saat pengolahan tanah tahap akhir dengan dosis 2.000 kg per ha. Dengan penerapan rekomendasi tersebut hasil padi yang dapat dicapai di Subak Yeh Sayang untuk 1 ha adalah 8,9 ton Gabah Kering Panen. Diharapkan semua anggota Subak Yeh Sayang yang menanam padi di bulan Januari 2018 mengikuti rekomendasi tersebut, agar mendapatkan hasil yang maksimum. Penulis: Eka PP WKPP Bungaya