Kesuburan tanah sangat dipengaruhi oleh ketersediaan hara, baik hara makro dan mikro. Unsur hara makro, yaitu hidrogen (H), karbon (C), oksigen (O), kalium (K), kalsium (Ca), magnesium (Mg), nitrogen (N), dan fosfor (P). Sedangkan unsur-unsur hara mikro, yaitu tembaga (Cu), besi (Fe), boron (Bo), klor (Cl), seng (Zn), mangan (Mu), dan molib denum. Para petani biasanya memilih tanaman sayuran yang cocok bagi tipe tanah yang dimilikinya. Tanah yang baik untuk tanaman sayuran harus mempunyai sifat-sifat sebagai berikut : a. Kesuburan kimia tanahnya cukup tinggi. Tanah harus banyak mengandung unsur hara esensil dan tersedia bagi tanaman. Unsur hara yang kritis harus tersedia, walaupun dalam kadar yang paling rendah, karena unsur ini akan menentukan tingkat pertumbuhan dan produksi tanaman. b. Struktur tanahnya yang baik. Sifat fisik tanah yang harus stabil, daya tahan air, drainase dan aerasinya cukup baik. Tanah yang baik harus merupakan media yang cocok untuk aktivitas mikroorganisme non patogen dan baik untuk pertumbuhan akar tanaman. Tipe tanah Tergantung atas ukurannya maka partikel tanah terbagi menjadi pasir, debu dan liat. Persentase dari partikel tanah ini akan menentukan kelas tekstur tanah (dari ringan sampai berat) yaitu pasir, lempung berpasir, liat berpasir dan liat. Tanah yang bertekstur ringan mempunyai banyak keuntungan seperti pengolahan tanah mudah dan drainasenya baik. Tanah liat mempunyai keuntungan yaitu daya tahan air lebih baik dan kesuburan tanahnya lebih tinggi. Kebanyakan sayuran akan memberikan hasil yang baik pada beberapa tipe tanah, asalkan cara kultur teknisnya dilakukan dengan baik, walaupun beberapa jenis tanaman (kubis, bawang putih) lebih menyukai tanah liat. Sedangkan tanaman lain (lobak, wortel)lebih menyukai tanah-tanah yang ringan. Keasaman tanah dan ringan Keasaman tanah (pH) akan mempengaruhi ketersediaan unsur hara dan struktur tanah. Jika tanah sangat asam (pH <5,5) pemilihan tanaman akan terbatas hanya pada beberapa speciesnya. Tanaman pada tanah-tanah asam sering kali mengalami kekurangan Mg, Ca, dan P atau kekurangan Mn dan Al. Pemberian kapur dolomit sebanyak 2ton/ha per jenis tanaman adalah berguna untuk meningkatkan PH tanahsampai 6,0-6,5. Dolomit juga mengandung Mg yang umumnya kadarnya rendah pada tanah asam dan mempunyai kemampuan untuk memperbaiki struktur tanah. Pada tanah-tanah yang asam disarankan tidak menggunkan terlalu banyak pupuk yang bersifat asam, seperti Amonium Sulfat (ZA) dan urea, walaupun urea kurang bersifat asam dibandingkan dengan ZA. Pupuk N yang paling baik pada tanah asam adalah Calcium Amonium Nitrat. Pemupukan lobak Pupuk dasar yang digunakan untuk lahan seluas 1 ha, yaitu campuran (3-5) ton pupuk kandang fermentasi+40kg urea+10kg SP-36+10kg KCL. Pupuk diberikan dalam lubang tugal sekitar 5cm dari tanaman pada (3-7) hari setelah tanam. Pupuk campuran tadi diaduk secara merata. Kemudian pupuk diberikan dengan cara disebar merata pada bedengan/alur tanam. Untuk pupuk susulan gunakan campuran 20kg urea+20 kg SP-36+40kg KCl. Pupuk susulan diberikan pada (25-30) hari setelah tanam. Pemberian pupuk dengan cara pupuk ditempatkan disekeliling tanaman dan selanjutnya dilakukan pembumbunan, sehingga membentuk gundukan. Pemupukan dilakukan setelah penyiangan gulam. Sumber : balai Penelitian Holtikultura Lembang Ir. Sumardi