Loading...

PEMUPUKAN PADA TANAMAN CABE

PEMUPUKAN PADA TANAMAN CABE
PEMUPUKAN PADA TANAMAN CABE Pemupukan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan makanan/zat hara tanaman. Jika tanaman sehat dan cadangan hara di tanahnya sudah cukup tentu tidak lagi diperlukan pemupukan. Masalah yang seing muncul dalam kegiatan pemupukan adalah tidak efektifnya atau kurang tepatnya aplikasi pupuk yang diberikan. Kebutuhan pupuk untuk tanaman cabai bersifat tidak baku, tergantung kondisi tanaman dan kandungan hara di tanah. Pada tanaman cabai kebutuhan pupuk akan bertambah seiring bertambahnya fase pertumbuhan. Pupuk kandang yang diperlukan untuk satu hektar lahan penanaman cabai adalah sebanyak 20-30 ton tergantung kondisi kesuburan tanahnya. Pemupukan dilakukan dengan cara menyebarkan secara merata di atas bedengan dengan takaran 2-3 kg per 75 cm panjang bedengan. Setelah disebar, kemudian tanah dicangkul kembali supaya pupuknya tercampur secara merata sampai ke dalam tanah. Pupuk kimia yang diberikan adalah ZA dengan dosis 650 kg/ha, urea dengan dosis 250 kg/ha, SP36 dengan dosis 500 kg/ha, dan KCl dengan dosis 400 kg/ha. Keempat jenis pupuk ini diberikan pada unsur tanaman 2,6, dan 9 minggu dengan masing-masing 1/3 dosis. Pemupukan pada tanaman cabai bisa dilakukan dengan pengocoran, tugal atau foliar (pupuk daun) ataupun kombinasi ke-3 nya. Secara umum ada 2 jadwal pemberian pupuk pada tanaman cabe, yakni : Jadwal ke-1, yakni pemberian pupuk organic dari kotoran ayam yang telah difermentasikan terlebih dahulu. Pupuk ini diberikan ada saat tanaman cabe dipuindahkan pada lahan tanam (kurang lebih 28 hari setelah pembibitan di wadah/polybag) Jadwal; ke-2 yakni pemberian pupuk anorganik. Sebaiknya diberikan pada tanaman yang sudah berumur dewasa. Sebisa mungkin hindari pemberian pupuk anorganik pada tanaman cabe yang sedang dalam tahap penyemaian bibit (di bawah umur 20 hari selama pembibitan berlangsung).