Loading...

Pemupukan pada Tanaman Teh

Pemupukan pada Tanaman Teh
Pemupukan pada tanaman teh dilakukan untuk mempertahankan dan memperbaiki kesuburan tanah serta meningkatkan produksi tanaman. Pemupukan merupakan kegiatan pemeliharaan yang berpengaruh langsung terhadap produksi pucuk teh, namun demikian, keberhasilan pemupukan tidak selalu terlihat pada produksi pucuk teh karena masih terdapat faktor-faktor lain yang mempengaruhi produksi pucuk teh. Pemupukan harus dilakukan secara efektif dan efisien dengan memenuhi kaidah lima tepat yaitu tepat dosis, tepat jenis, tepat cara, tepat waktu, dan tepat formula sehingga hasilnya sesuai dengan yang diharapkan. Di antara berbagai hara utama, unsur nitrogen (N) adalah yang paling banyak digunakan. Kebutuhan unsur hara Nitrogen untuk tanaman teh tergantung pada kesuburan tanah, yang bervariasi sesuai jenis tanah dan kadar hara yang tersedia. Nitrogen berperan sebagai penyusun Klorofil (hijau daun), protoplasma, protein, dan asam amino. Kekurangan N dapat menyebabkan terhentinya pertumbuhan. Oleh karena itu, kekurangan N dapat menyebabkan produksi teh sangat menurun. Di sisi lain, unsur hara N menjadi unsur hara yang mudah hilang, mudah tercuci, menguap, dan hanyut terbawa hujan. Gejala kekurangan N dapat dilihat pada daun muda atau pucuk berwarna kuning pucat (pale) merata di seluruh lembar daun, tangkai daun, serta bagian cabang termuda. Agar dosis pupuk yang diberikan sesuai dengan kebutuhan tanaman teh, maka perlu dilakukan pengujian sampel daun dan tanah untuk menentukan dosis pupuk yang akan diaplikasikan. Pengambilan contoh sampel tanah dilakukan dengan menggunakan bor kesuburan. Dalam memberikan jenis pupuk, kita harus memperhatikan beberapa hal diantaranya adalah: a) tidak meninggalkan residu akibat pupuk tidak dapat larut dengan sempurna; b) Tidak menggunakan pupuk dengan kandungan Ca tinggi seperti dolomoit, fosfat alam dan sulfomag karena sulit larut; c) Harus mempertimbangkan kesesuaiannya dengan sifat tanah tersebut; d) Pupuk perlu mengandung cukup sulfur untuk memberi suasana rhizosphere tanaman teh tetap asam karena tanaman teh memerlukan tanah dengan suasana asam (pH tanah 4.5 sd 5.5 ). Tanaman teh dipetik teratur setiap minggu sekali sehingga penyerapan hara juga mengikuti irama pemetikan. Waktu pemupukan terbaik adalah pada kondisi dimana jumlah curah hujan antara 60-200 mm/minggu. Curah hujjan kurang dari 60 mm/minggu menyebabkan unsur hara dari pupuk belum dapat diserap dengan sempurna karena belum terurai secara keseluruhan, sedangkan lebih dari 200 mm/minggu menyebabkan sebagian akan larut terbawa aliran air. Jenis pupuk yang digunakan yaitu Urea/ Za 250-350 kg/ha/th ( diberikan 3-4 kali setahun), TSP 60-120 kg/ha/th (diberikan 1-2 kali setahun) untuk tanah andosol atau regosol dan 15-40 kg/ha/th (diberikan 1-2 kali setahun) untuk tanah latosol/podsolik , , ZK 60-180 kg/ha/th diberikan 2-3 kali setahun, Kieserit 30-75 kg/ha/th diberikan 2-3 kali setahun, dan seng sulfat 5-10 kg/ha/th, diberikan 7-10 kali setahun. Pada saat aplikasi pemupukan waktu dan dosis harus diperhatikan agar tepat dan efisien. Pembagian pemberian pupuk disesuaikan dengan waktu flush di lahan perkebunan. Prosentase pemberian yang lebih tinggi diberikan 3 bulan sebelum waktu flush untuk mempersiapkan cadangan pati yang cukup untuk produksi pucuk. Pemupukan diberikan pada daerah akar yang aktif sekitar 30-40 cm dari perdu teh pada kedalaman 10-15 cm. Pada tanah miring, pupuk diberikan pada rorak yang dibangun, sedangkan pada tanah datar dapat ditaburkan pada kebun yang tanaman tehnya sudah menutup. Agar pemberian pupuk efisien, perlu ditambah bahan organik dengan mulsa dan dengan pencegahan erosi. Caranya dengan meempertahankan sisa pangkasan tetap berada di kebun. Disamping itu perlu meningkatkan perlindungan tanaman dengan cara penanaman tanaman pupuk hijau pada tanaman belum menghasilkan, penanaman tanaman pelindung tetap pada pada pertanaman teh di bawah elevasi 900 m dan penanaman tanaman yang berfungsi menahan tiupan angin kencang. (Sri Wijiastuti, Pusluhtan). Sumber: http://respository.ipb.ac.idhabdle/123456789/59081 https://www.gamboeng.com/post/read/2019/181/Kebutuhan-Unsur-Hara-Nitrogen-Pada-Tanaman-Teh http://perkebunan.litbang.pertanian.go.id/wp-content/uploads/2011/02/perkebunan_budidaya_teh.pdf