Loading...

PEMUPUKAN TANAMAN TEBU

PEMUPUKAN TANAMAN TEBU
Tanaman tebu merupakan tanaman yang menpunyai nilai ekonomi tinggi sehingga di dalam membudidayakannya diperlukan teknologi agar memperoleh hasil yang maksimal. Saat ini pemerintah memprogramkan agar tanaman tebu dapat meningkat produksinya sehingga dapat mencapai target swasembada gula. Berbicara tentang budidaya tanaman maka tidak akan lepas tentang pemupukan. Karena pemupukan tanaman merupakan salah satu kunci di dalam peningkatan produksi tanaman. Tanaman tebu di dalam membudidayakan juga membutuhkan pemupukan. Setiap tanaman mempunyai kebutuhan pupuk yang berbeda-beda, oleh karena itu teknologi pemupukan harus disesuaikan dengan dosisnya. Pemupukan merupakan salah satu factor yang sangat penting bagi pertumbuhan tanaman tebu. Oleh karena itu pemupukan perlu dilakuakan secara tepat. Saat ini petani hanya menggunakan pupuk dengan unsur hara N,P,K saja, sehingga kesuburan tanah menjadi menurun. Kesuburan tanah identik dengan kandungan bahan organik di dalam tanah. Semakin tinggi bahan organik dalam tanah maka tanah tersebut akan semakin subur. Prinsip pemupukan adalah 6 tepat (Dosis, jenis, waktu, cara, tempat dan harga) Unsur hara utama yang dibutuhkan tanaman tebu adalah NPK. Peranan nitrogen, sebagai unsur utama adalah (a) meningkatkan produksi dan kualitasnya, (b) untuk pertumbuhan vegetatif (pertumbuhan tunas,daun, batang), (c) Pertumbuhan vegetatif berarti mempengaruhi produktivitas. Gejala Defisiensi unsur hara ini antara lain (a) daun berwarna kuning pucat, (b) ruas lebih pendek, (c) pertumbuhan daun semakin lambat, (d) batanglebih pendek dan kurus, (e) akar lebih panjang, tapi lebih kecil, (f) jika defisiensi berkelanjutan, ujung daun dan daun yang terbawah menjadi nekrosis.Kelebihan unsur nitrogen dapat berakibat negatif juga yakni (a) efek racun untuk tanaman, (b) pertumbuhan vegetatif memanjang, (c) memperlambatkemasakan, (d) mengurangi kadar gula, (e) mengurangi kualitas jus (nira), (f)Menambah nitrogen yang larut pada jus dalam stasiun klarifikasi, (g) mudahroboh, (h) lebih mudah terserang hama dan penyakit. Unsur P juga merupakan salah satu unsur hara makro primer sehingga diperlukan tanaman dalam jumlah banyak untuk tumbuh dan berproduksi. Keberadaan unsur P berfungsi sebagai penyimpan dan transfer energi untuk seluruh aktivitas metabolisme tanaman, sehingga dengan adanya unsur P maka tanaman akan merasakan manfaat sebagai berikut: memacu pertumbuhan akar dan membentuk sistem perakaran yang baik, menggiatkan pertumbuhan jaringan tanaman yang membentuk titik tumbuh tanaman, memacu pembentukan bunga dan pematangan buah/biji, sehingga mempercepat masa panen, memperbesar persentase terbentuknya bunga menjadi buah, menyusun dan menstabilkan dinding sel, sehingga menambah daya tahan tanaman terhadap serangan hama penyakit. Tanaman yang kekurangan unsur hara P akan menunjukkan gejala : pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, sistem perakaran kurang berkembang, daun berwarna keunguan, pembentukan bunga/ buah/ biji terhambat sehingga panen terlambat, persentase bunga yang menjadi buah menurun karena penyerbukan tidak sempurna. Unsur K merupakan salah satu unsur hara makro primer yang diperlukan tanaman dalam jumlah banyak juga, selain unsur N dan P. Manfaat unsur K bagi tanaman adalah : sebagai aktivator enzim. Sekitar 80 jenis enzim yang aktivasinya memerlukan unsur K, membantu penyerapan air dan unsur hara dari tanah oleh tanaman, membantu transportasi hasil asimilasi dari daun ke jaringan tanaman Tanaman yang kekurangan unsur hara Kalium akan menunjukkan gejala yang mirip dengan kekurangan unsur N, yaitu: pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, seluruh tanaman berwarna pucat kekuningan (klorosis). Bedanya dengan kekurangan unsur N, gejala kekurangan unsur K dimulai dari pinggir helai daun sehingga terlihat seperti huruf V terbalik. Adapun cara pemupukan yang tepat sesuai anjuran teknis yang telah ditentukan adalah sebagai berikut : Dosis pemupukan : 8 ku/ha ZA, 2 ku/ha KCL, 2ku/ha, SP36 dan 4 ku/Ha Organik. Pemupukan dilakukan 2 kali yaitu pemupukan pertama dilakukan bersamaan pada waktu tanam dengan dosis 4 ku/Ha, 1 ku/Ha KCl, SP36 1 ku/ha dan 2 ku/ha Organik. Sedang untuk pemupukan kedua dilakukan pada waktu 2 bulan setelah tanam dengan dosis : Za 4ku/ha, KCL 1 ku/ha, SP36 ku/ha, dan2 ku/ ha Organik. Diberikan disela sela tanaman kemudian dilakukan pembumbunan untuk menutup pupuk. Disusun oleh : ASRO SANTOSO