Loading...

Penaman Padi dengan sistem Atabela

Penaman Padi dengan sistem Atabela
Penamanan Benih Langsung dengan menggunaka Tanam Benih Langsung (ATABELA) merupakan sistem pertanaman padi yang sudah umum dilakukan di lahan kering. Disisi la in, kebutuhan benih menjadi membengkak karena benih disebar dengan dihamburkan. Keberadaan lahan kering sebagai pertanaman padi sekarang ini menjadi bentuk pemanfaatan lahan sub optimal. Pengembangan lahan kering dinilai jauh lebih murah karena relatif tidak memerlukan kelengkapan sarana penunjang seperti pada lahan sawah irigasi. “Di lahan-lahan bawah tegakan dan integrasi dengan lahan perkebunan juga bisa dimanfaatkan untuk ditanami padi gogo yang cocok untuk lahan kering.Penanaman dengan Atabela adalah tidak melakukan tanam pindah tetapi benih ditabur secara langsung. Metode ini juga dipilih karena kurangnya tenaga kerja di daerah kering sehingga benih hanya tinggal dihambur begitu saja karena pada Tabela tidak ada pembuatan persemaian dan pindah tanam sehingga memerlukan tenaga kerja lebih sedikit.Penggunaan benih pun semakin membengkak karena umumnya benih dihamburkan dalam sistem Tabela.Kebutuhan benihdengan cara ini berkisar antara 50–60 kg/ha, atau antara 1,5–2 kali lipat dibandingkan dengan tanam pindah.Karena itu Kelompoktani Desa Lamatti Riawang Kecamatan Bulupoddo menggunakan teknologi alsintan tepat guna, dapat diadopsi petani sekaligus mampu meningkatkan produksi padi. Salah satunya dengan dibuatnya Alat Tanam Benih Langsung (Atabela) 8 baris tanam.Atabela tersebut didesain untuk menghasilkan 8 baris tanam jajar legowo dengan jarak (20 x 10 x 40), Atabela sangat dimungkinkan bagi daerah yang telah terbiasa menggunakan sistem tanam benih langsung (tabela). “Kita akali supaya tetap jajar legowo pertanamannya, kita buatkan Atabelanya dengan jarak tanam jajar legowo yaitu jarak antar baris 20 cm dan jarak antar baris legowo 40 cm,”Atabela ini memiliki beberapa keunggulan yakni mampu mengatasi permukaan lahan yang tidak rata, dengan penutup alur tanam maka benih terhindar dari serangan burung sesaat setelah tanam, menghasilkan baris tanam yang teratur sehingga memudahkan penyiangan tanaman, serta dapat menghemat biaya tanam.Efisiensi kerja alat ini sangat tinggi mencapai 70?n konsumsi benih yang digunakan 30-45 kg/ha, kapasitas kerja 3,31 – 4 jam/ha, dengan bobot 52 kg. Adapun syarat lahan untuk tanam adalah lahan harus terolah sempurna, kedalamanhardplan< 20>Atabela sendiri merupakan teknologi tepat guna yang sederhana dan bisa mudah dirakit sendiri oleh bengkel alsintan yang ada di Kecamatan Bulupoddobisa dirakit sendiri. “Misalnya drum penakar benih bisa menggunakan paralon, batang rangkanya menggunakan besi. Tidak ada bahan spesifik dan rumit yang digunakan untuk merakit Atabela.Cara kerja Atabela ini dimulai saat tanah dibuka alurnya dan benih padi pada drum penakar benih mulai jatuh saat itu. Kemudian tanah akan ditutup oleh penutup alur yang berada di bagian belakang alat. Dibandingkan dengan alat tanam yang lain, Atabela ini menggunakan jejak roda untuk membuat lintasan selanjutnya sehingga lebih sederhana.Adapun jumlah keluaran benih ditentukan oleh diameter lubang pada drum tempat benih dan ukuran benih. Lubang benih sendiri sudah dibuat untuk dapat mengeluarkan 3 butir benih setiap kali jatuhan dan bisa saja lebih dari 3 butir jika menggunakan varietas lain yang ukurannya lebih kecil.April 2019A. Alwatiah Asapa, SPPenyuluh Pertanian Madya Kec. Bulupoddo Kab. SinjaiProv. Sulawesi Selatan