PENAMBAHAN PENDAPATAN MASYARAKAT DENGAN MENANAM RAMBUTAN DI LAHAN PEKARANGAN OLEH: ISA ASHARI SITUMEANG, S.P DINAS PERTANIAN KABUPATEN TAPANULI TENGAH TAHUN 2019 KATA PENGANTAR Pekarangan adalah areal tanah yang biasanya berdekatan dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan suatu bangunan atau terkait dengan kepemilikan dalam suatu persil. Pemanfaatan pekarangan yang baik dapat mendatangkan berbagai manfaat diantaranya adalah pengendalian iklim sekitar rumah dan tempat untuk kenyamanan. Karena itu pemanfaatan pekarangan bukan hanya mempertimbangkan hasil tetapi juga perlu mempertimbangkan aspek keindahan. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pemanfaatan lahan pekarangan yang dimiliki masyarakat dan besarnya modal uang yang dibutuhkan dalam pemanfaatan lahan pekarangan tersebut serta untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan lahan pekarangan sebagai tambahan pendapatan ekonomi masyarakat. Komoditi yang diusahakan dipekarangan sebaiknya disesuaikan dengan daerah yang bersangkutan. Salah satu komoditi yang sering ditanami di lahan pekarangan adalah komoditi rambutan. Selain menjaga kesejukan lingkungan di sekitar rumah juga dapat menambah pendapatan ekonomi masyarakat serta memperindah pekarangan. DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.. ii BAB I PENDAHULUAN.. 1 BAB II ISI. 2 2.1. MERAWAT POHON RAMBUTAN AGAR BERBUAH LEBAT. 2 2.1.1. PENYIRAMAN.. 2 2.1.2. PEMUPUKAN.. 2 2.1.3. PEMANGKASAN.. 3 2.2. CARA PANEN RAMBUTAN.. 3 2.2.1. SAAT PANEN.. 3 2.2.2. PASCA PANEN.. 4 2.3. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT. 4 BAB III PENUTUP. 5 BAB I PENDAHULUAN Rambutan merupakan salah satu buah-buahan tropis dengan rasa yang manis dan segar. Buah yang berwarna merah terang dan berbulu ini biasanya sangat menggiurkan penduduk Indonesia, terutama saat musim panen. Tanaman ini juga mudah untuk ditanam di pekarangan rumah dengan lahan yang sempit. Meskipun begitu, rambutan merupakan pohon dengan kayu sejati dan akar tunggal, maka dari itu, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk memelihara pohon rambutan di pekarangan rumah agar bisa berbuah lebat dan tidak merusak bangunan rumah. Artikel ini akan membahas cara merawat pohon rambutan agar berbuah lebat di pekarangan rumah. Anda mungkin sering mendengar istilah lahan pekarangan dalam kehidupan sehari-hari atau mungkin kita sudah memilikinya disekitar tempat tinggal kita. Dimana, pekarangan adalah sebidang tanah sebidang tanah yang terletak disekitar rumah dan umumnya berpagar keliling. Jika kita dapat memanfaatkan lahan pekarangan tersebut dengan baik, maka kita akan mendapatkan keuntungan yang besar terutama dalam pemenuhan keuntungan yang besar terutama dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari serta dapat menambah pendapatan ekonomi kita dan masyarakat pada umumnya. Pengembangan pertanian yang sudah dilaksanakan sekarang ini masih terbatas pada penanganan lahan sawah, sedangkan untuk pekarangan belum banyak mendapatkan perhatian. Pekarangan, kalau diperhatikan, hampir semua tempat di indonesia dapat kita jumpai adanya pekarangan dan pekarangan merupakan agro ekosistem yang sangat baik serta mempunyai potensi yang tidak kecil dalam mencukupi kebutuhan hidup masyarakat. Bahkan jika dikembangkan secara baik akan dapat bermanfaat lebih jauh lagi, seperti dapat mensejahterakan masyarakat sekitar. Pemenuhan kebutuhan pasar bahkan memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan nasional. BAB II ISI 2.1. MERAWAT POHON RAMBUTAN AGAR BERBUAH LEBAT Berikut adalah cara merawat pohon rambutan agar berbuah lebat di pekarangan rumah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menghasilkan buah rambutan yang lebat. 2.1.1. PENYIRAMAN Penyiraman adalah hal utama yang perlu dilakukan untuk memperoleh rambutan yang sehat dan lebat seperti cara merawat pohon durian yang sedang berbunga. Siram pohon rambutan setidaknya sekali dalam sehari dan dilakukan pada sore hari. Selain itu, jangan menyirami pohon dengan air yang berlebihan, apalagi sampai tergenang. Karena hal ini dapat memunculkan penyakit busuk pada akar pohon rambutan. Jika tanah pohon sudah mulai padat, gemburkan dengan sekop. 2.1.2. PEMUPUKAN Pupuk sebenarnya tidak terlalu diperlukan untuk pohon rambutan karena dengan air saja, pohon rambutan sudah bisa tumbuh subur. Tetapi dengan bantuan pupuk, bisa membuat pohon menjadi lebih lebat seperti pupuk organik cair dari buah busuk atau pupuk organik dari garam. Pupuk yang digunakan adalah pupuk NPK yang berbahan kimia dan dicampurkan dengan pupuk kandang dengan jumlah sedikit. 2.1.3. PEMANGKASAN Pemangkasan adalah teknik yang dapat digunakan untuk memperlebat buah pada pohon rambutan seperti cara merawat pohon lemon agar cepat berbuah lebat. Hal ini dilakukan dengan 4 macam pemangkasan, yaitu sebagai berikut: Pemangkasan ringan: dilakukan pada cabang yang tidak produktif. Cabang ini cenderung kurus dan lebih kecil dari ranting lain. Pemangkasan sedang: menebang cabang yang telah rusak seperti patah dan retak. Pemangkasan berat: sebaiknya dilakukan oleh petani berpengalaman karena pamangkasan ini dapat mematikan pohon. Pemangkasan ini dilakukan jika buah di pohon sudah berkurang dengan cara memotong cabang yang tua. Sebaiknya diikuti dengan proses okulasi. Pemangkasan tunas: mematahkan tunas atau cikal daun dan ranting pada pohon rambutan. Hal ini dilakukan supaya cadangan makanan utama digunakan untuk pembuahan saja. 2.2. CARA PANEN RAMBUTAN 2.2.1. SAAT PANEN Saat panen, tingkat kematangan rambutan berbeda-beda. Ada beberapa yang akan matang terlebih dahulu dengan memunculkan warna kemerahan, dan juga ada yang masih belum matang dengan memunculkan warna hijau. Maka panen saja yang sudah matang dan biarkan yang masih hijau untuk dimatangkan dulu. Untuk melakukan panen, sebaiknya dilakukan dengan gunting khusus pemanen buah. Memotong tungkai utama dengan gunting khusus ini dapat bertujuan untuk memangkas ranting yang tidak terlalu baik lagi untuk periode berikutnya. Ranting yang digunting akan memunculkan tunas baru sebagai tempat berbuah untuk masa panen berikutnya. Jangan gunakan tangan untuk mematahkan atau menggoyangkan tangkai dalam jumlah besar, karena dapat menyebabkan ranting dan dahan rusak, hingga diperlukan pemangkasan besar pada pohon rambutan. 2.2.2. PASCA PANEN Setelah panen, sebaiknya langsung diberikan pupuk paling cepat dalam waktu 3 minggu. Gunakan pupuk NPK dan Urea dengan perbandingan 2:1. Buat lingkaran di sekitar pohon dengan ukuran sebesar pohonya sendiri. Lal ugali lubang sedalam 30 cm, tebarkan pupuk dan tutup kembali dengan tanah. 2.3. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT Ada beberapa hama dan penyakit yang bisa menyerang pohon rambutan: Kutu putih: dapat merusak sistem pertumbuhan tanaman dan menyebabkan kelayuan. Cara mengatasinya dengan menyemprotkan pestisida pada bagian yang terserang atau mendatangkan semut merah yang berukuran besar untuk mengusir kutu. Ulat daun: menyebabkan daun menjadi gundul dan kering dan juga merusak ranting. Cara mengatasinya dengan pengasapan yang mengandung racun. Buah Busuk: disebabkan oleh lalat yang bertelur pada buah. Cara pengendaliannya dengan memangkas buah yang terkena peyakit buah busuk. Jamur Upas: mengakibatkan daun dan ranting menjadi layu dan kering. Cara mengatasinya dengan melakukan sanitasi kebun. Untuk menjaga supaya pohon tetap berbuah lebat, cara merawat pohon rambutan agar berbuah lebat di pekarangan rumah adalah dengan perhatian khusus yang telah dibahas seperti pemangkasan dahan yang tidak produktif dan penyiraman yang teratur agar nutrisi pohon terpenuhi BAB III PENUTUP Sejak masyarakat berinisiatif untuk memanfaatkan lahan pekarangan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan. Misalnya saja untuk keperluan lauk pauk setiap harinya, seperti sayur-sayuran, tidak perlu lagi mereka beli karna rata-rata masyarakat menanam dipekarangan mereka masing-masing. Sementara pendapatan mereka setelah memenfaatkan lahan pekarangan ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan sebelum memanfaatkan lahan pekarangan. Sebelum memanfaatkan lahan pekarangan rata-rata pendapatan masyarakat berada di bawah Rp.500.000 perbulan. Sedangkan setelah memanfaatkan lahan pekarangan, rata-rata pendapatan masyarakat bertambah yaitu berkisar antara Rp.500.000-Rp.1.000.000 bahkan lebih untuk perbulan. Pendapatan berupa uang biasanya diperoleh dari penjualan hasil dari pemanfaatan pekarangan. Adapun hasil dari penjualan pemanfaatan lahan pekarangan tersebut biasanya digunakan untuk berbagai keperluan, antara lain untuk memenuhi kebutuhan setiap harinya, untuk mengembangkan usaha tersebut, untuk membiayai anak sekolah serta untuk membeli perabotan rumah tangga yang diperlukan.