Dalam budidaya tanaman, benih dan penanaman merupakan hal yang penting. Penggunaan benih yang bermutu akan diperoleh pertumbuhan yang baik dan produksi yang maksimal. Budidaya labu siam diperlukan benih bermutu yang menjamin jelas varietasnya, tingkat keseragaman tinggi, dan sehat. Kemudian cara tanam yang baik perlu diterapkan untuk memperoleh pertumbuhan yang optimal dan produksi maksimal. Pembenihan Labu dikembangbiakkan lewat biji yang didapat dari buah labu siam yang telah sangat tua, berukuran besar, mulus, bebas dari hama dan penyakit. Buah labu siam yang dipersiapkan untuk diambil bijinya dibiarkan pada batangnya dan dipetik bila sudah sangat tua. Bila buah yang sudah dipetik lalu disemaikan di tempat yang lembab hingga tumbuh kecambah atau tunas baru dan akar. Benih yang siap dipindahkan ke lahan/kebun setelah tumbuh tunas sekitar 10 - 20 cm dan berdaun 3 - 4 helai. Kebutuhan benih untuk labu siam 650 biji/ha. Penanaman Tanah yang sudah dibersihkan, lalu diolah diolah dengan pencangkulan 2 kali hingga gembur dan diberi pupuk kandang dengan dosis 3 - 5 kg per lubang. Pupuk kandang sebaiknya ditaruh sekitar lubang tanam. Lahan tidak perlu dibuat bedengan atau guludan, tetapi perlu dibuat parit pengairan sederhana dengan menggali parit kecil di sekeliling lahan dan di antara beberapa baris tanaman. Buatlah lubang penanaman dengan ukuran 50 cm x 50 cm dan kedalaman 40 cm, dengan jarak antar lubang 8 m x 8 m. Selanjutnya cara menanamnya sebagai berikut: benih yang telah siap untuk ditanam, dimasukan ke lubang-lubang tanam yang telah dipersiapkan. Masukkan dua benih buah labu siam yang sudah siap tanam ke dalam setiap lubang, lalu ditutup dengan tanah tipis-tipis sampai rata, tetapi sisakan tunas yang muncul di permukaan tanah. Jika penimbunan tanah terlalu tebal dapat menyebabkan benih mudah busuk. Setelah tanam 14 hari diberi pupuk anorganik dengan dosis 100 - 150 kg NPK per hektar. Penyulaman tanaman dilakukan pada tanaman yang tidak sehat pertumbuhannya dengan bibit baru yang kira-kira umurnya sama, dilakukan satu minggu setelah tanam. Penyiangan gulma sebelum tanaman labu tumbuh merambat atau menjalar dan mengurangi bahaya hama dan penyakit tanaman. Pemeliharaan Setelah benih labu siam ditanam, lakukan penyiraman dengan cara memakai selang/emrat sesuai kebutuhan. Pada musim kemarau biasanya disiram 3 kali seminggu. Kemudian setelah tanaman labu siam mengeluarkan sulur, perlu dibuat para-para dengan menggunakan belahan bambu yang ditancapkan di sekitar batang dengan tinggi bambu atau kayu 2 m. Setiap bambu dijadikan tiang rambatan menyambung ke bambu lainnya di bagian atas. Bambu ditancapkan sedalam 50 cm sejauh 20 cm dari tanaman. Kemudian ditambahkan lagi bambu dengan posisi melintang dan membujur agar bidang kotak menjadi sekitar 30×30 cm atau 50×50 cm. Pemangkasan dilakukan pada tanaman berumur 3-6 minggu, pemangkasan dilakukan pada cabang agar tunas menyebar dengan baik sehingga buah tumbuh merata dan tumbuh baik. Cabang tua yang tidak tumbuh memanjang lagi harus dipotong ujungnya agar tumbuh tunas baru dan juga daun-daun yang sudah tua juga dipotong. Penyiangan harus dilakukan juga dengan membersihkan kebun dari gulma, tanaman yang terserang hama/penyakit, dan kotoran lainnya. Kegiatan ini sekaligus dilakukan pembersihan dan pembenahan pematang. Penulis : SUSILO ASTUTI H. (Penyuluh Pertanian, Pusluhtan) Sumber informasi: 1. Hendro Sunarjono. 2007. Bertanam 30 Jenis Sayur. Jakarta, Penerbit Swadaya. 2. Standar Operasional Prosedur (SOP) Budidaya Labu Siam (Sechiuj edule) Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat. Direktorat Buidaya dan Pascapanen Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian.