PENANAMAN PADI DENGAN RICE TRANSPLANTER DI KECAMATAN MAJENANG MULAI MEMBUDAYA
Penanaman bibit padi di Kecamatan Majenang sebagian besar masih dilakukan dengan cara konvensional (tradisional), yaitu dengan sistem tanam pindah atau tegel. Akan tetapi hal tersebut menghambat penanaman serampak, karena sekarang jumlah orang yang bekerja di sawah terutama pekerja tanam sudah mulai berkurang dan rata – rata umurnya sudah di atas 50 tahun. Sehingga 5 – 10 tahun ke depan pekerja tanam akan jauh berkurang. Untuk mengatasi masalah tersebut maka petani memerlukan suatu dukungan alat yang dapat digunakan untuk menunjang aktifitas penanaman bibit padi yang lebih cepat, serempak dan murah. Kementan terus berupaya untuk meningkatkan hasil produksi pertanian di Indonesia demi kedaulatan pangan yang ingin dicapai. Satu hal yang dilakukan untuk mendukung adanya peningkatan hasil pertanian adalah pemberian alat dan mesin pertanian (alsintan) yang memudahkan petani mengolah lahan pertanian mulai dari tahap persiapan lahan, penggarapan lahan, penanaman, panen, hingga pasca panen. Mesin transplanter merupakan salah satu alsintan yang dikenalkan oleh Kementan kepada para petani dalam rangka modernisasi pertanian Mesin tanam padi otomatis atau rice transplanter menjadi alternatif teknologi yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut. Rice transplanter merupakan alat penanam bibit padi dengan jumlah, kedalaman, jarak tanam dan kondisi penanaman yang dapat diseragamkan. Konsep alat ini adalah memberikan jarak yang pas antara satu barisan padi dengan barisan padi lainnya. Jarak antar baris ini dapat dimanfaatkan untuk memudahkan dalam melakukan pemeliharaan tanaman padi. Mesin tanam yang sudah dikenal oleh sebagian masyarakat petani yaitu mesin tanam yang menggunakan bibit yang secara khusus disemai pada persemaian dapog/tray. Pengoperasiannya dengan cara berjalan (walking type). Pada tipe ini operator ikut berjalan secara perlahan tepat di belakang mesin penanam sembari mengarahkan kerapihan dalam penanaman di suatu area persawahan. Persedian benih padi dapat diletakkan pada rak yang telah tersedia pada alat tanam tersebut sehingga bila kekurangan pada tray penanam dapat langsung diisikan. Penanaman dapat dilakukan dengan satu orang namun dalam pelaksanaannya dapat dibantu oleh satu orang lagi agar mempercepat proses pengisian benih. Pengoperasi rice transplanter dapat dilakukan secara manual ataupun otomatis yaitu yang berkaitan dengan posisi pelampung disesuaikan kedalaman lumpur sawah yang akan ditanami, akan tetapi untuk pemula disarankan untuk melakukan penanaman secara otomatis sehingga mudah dalam penanamannya. (Triyugo Istianto, S.TP, Penyuluh Pertanian Kecamatan Majenang)