Oleh. Asnidar, SP/ POPT Kecamatan Kuta Baro Hama pada tanaman merupakan musuh bagi para petani karena dapat merusak tanaman pertanian hingga menurunkan produktivitas hasil pertanian. Berbagai macam cara dilakukan oleh petani untuk mengendalikan hama, baik secara kimiawi maupun dengan cara alami. Selama ini petani banyak menggunakan cara kimiawi karena dianggap lebih mudah, praktis dan bekerja cepat pada sasaran. Namun cara kimiawi juga meninggalkan banyak efek buruk seperti kontaminasi pada lingkungan, residu kimia pada produk-produk pertanian yang dapat mengganggu kesehatan manusia, musnahnya musuh alami tanaman dan lain lain sebagainya. Oleh karena itu solusi pengendalian hama secara alami lebih diutamakan untuk dilakukan. Salah satu cara pengendalian hama secara alami adalah dengan penanaman tanaman refugia. Tanaman Refugia adalah pertanaman beberapa jenis tanaman yang dapat menyediakan tempat perlindungan, sumber pakan atau sumberdaya yang lain bagi musuh alami seperti predator dan parasitoid (Nentwig, 1998; Wratten et al., 1998). Umumnya tanaman refugia ditanam di pinggir guludan atau diluar pertanaman secara memanjang dan berbunga mencolok. Serangga-serangga musuh alami seperti kumbang, lebah, semut, dan serangga hama seperti thrips, kupu-kupu sangat tertarik dengan tanaman yang berbunga dengan warna mencolok serta berbau (*). Beberapa jenis tanaman yang berpotensi untuk dijadikan sebagai tanaman refugia adalah : Tanaman hias: bunga matahari, bunga kertas, kenikir. Sayuran: kacang panjang, kecipir, oyong Tanaman liar : tapak dara, jengger ayam Tanaman-tanaman tersebut diatas terbukti dapat menarik hama dan menjadi tempat hidup bagi beberapa jenis musuh alami. Selain itu, tanaman – tanaman tersebut mudah untuk didapat dan di perbanyak. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menanam tanaman refugia adalah jangan terlalu dekat dengan komoditas utama agar tidak berebut unsur hara dan air. Selain itu, penanaman refugia diusahakan berjajar memanjang di luar area tanaman pokok dan tidak terlalu rimbun karena dikhawatirkan dapat mengundang hama tikus. Penanaman refugia sebagai salah satu alternatif pengendalian hama secara alami ini diharapkan dapat terus digalakkan. Karena selain dapat mengendalikan hama juga dapat melestarikan dan memperindah lingkungan. Referensi: (*) http://sumsel.litbang.pertanian.go.id/BPTPSUMSEL/berita-refugia.html#ixzz5tNNjcNga