Loading...

PENANAMAN SERAI DI KECAMATAN JATISRONO

PENANAMAN SERAI DI KECAMATAN JATISRONO
Tanaman serai termasuk tanaman rempah dalam keluarga rumput-rumputan yaitu lemon grass dan memiliki nama latin cymbopogon schoenanthus atau cymbopogon citroli untuk serai wangi. Tanaman ini banyak ditemukan di daerah Indonesia termasuk di Kecamatan Jatisrono karena tanaman serai tergolong pada tanaman yang cocok di budidayakan dari dataran rendah hingga dataran tinggi dengan pemeliharaan yang tidak sulit. Akan tetapi kualitas tanaman serai ditentukan oleh tingkat kesuburan tanahnya. Tanaman serai bermanfaat sebagai obat, tanaman tersebut pada akhirnya dikategorikan sebagai tanaman herbal dan mulai di budidayakan. Selain dapat diolah sebagai masakan, bumbu dapur, minuman, serai juga diambil minyaknya yang dikenal dengan nama minyak citronella sebagai bahan pewangi kosmetik, serta pengusir nyamuk. Di bidang pertanian dimanfaatkan juga untuk membuat pestisida nabati. Di kecamatan Jatisrono serai pada umumnya ditanam pada lahan-lahan pekarangan. Tahap-tahap penanaman serai yang biasa dilakukan petani Jatisrono meliputi persiapan lahan, pembibitan, penanaman, penyulaman, penyiangan, perawatan, pemanenan, dan perawatan pasca panen. Pada tahap Persiapan Lahan, lahan dibuat bedengan dengan lebar 50 cm, tinggi 70 cm dan panjang meyesuaikan dengan panjang lahan. Jarak antar bedengan kira-kira 30-50 cm untuk mempurmudah kita melakukan perawatan sekaligus pengairan. Pupuk kandang diberikan pada lahan hingga mencapai ketebalan 5-10 cm. Selain pupuk kandang pemupukan dasar menggunakan pupuk TSP dengan dosis per hektarnya sekitar 100 kg per hektar. Agar optimal lahan dibiarkan dahulu selama dua minggu sebelum ditanami dengan bibit Serai. Bibit serai diperoleh dari tanaman indukan yang sehat dan bebas dari penyakit dengan cara mencabut rimpang umbi beserta batangnya, setelah tu potong bagian daun serai hingga hanya tersisa bagian batang dan umbi saja. Sebelum ditanam, sebaiknya bibit tersebut disiram sebanyak 2 kali sehari agar tidak layu dan tetap sehat ketika akan di tanam. Hal ini bila kita menanam tanpa membuat pembibitan terlebih dahulu. Penanaman serai dilakukan dengan cara menanam dua batang serai per lubang pada bedengan berjarak sekitar 50 cm x 50 cm. Penyiraman baiknya dilakukan secara rutin dengan menyesuaikan tingkat kelembaban tanah. Penyulaman dilakukan setelah satu atau dua minggu apabila ada bibit yang mati atau terserang penykit agar nantinya tanaman serai bisa panen secara serempak dan berkualitas. Penyiangan bisa dilakukan setiap dua bulan sekali dengan mengecek tiap-tiap rumpun serai dan mengambil batang serai yang sudah tua atau mati sekaligus memangkas daun serai yang sudah mulai berwarna kuning atau kecoklatan. Pemangkasan pertama dilakukan pada umur tanaman 5 atau 6 bulan setelah penanaman dan untuk pemangkasan kedua dilakukan pada saat tanaman sudah berumur sekitar 12 bulan. Pemupukan susulan dapat diberikan berupa pupuk urea, ZA, dan KCL dengan dosis masing-masing Urea 50 hingga 100 kg/hektar, ZA 200 hingga 300 kg/hektar dan KCL 100 hingga 200 kg/hektar. Pemberian pupuk susulan tersebut dilakukan sebanyak 3 kali yaitu pada saat tanaman serai berumur 4 minggu, 8 minggu dan 16 minggu setelah tanam, bersamaan dengan penggemburan. Serai dapat dipanen setelah berumur 5 bulan hingga 10 bulan setelah tanam. Pemanenan dilakukan dengan cara memotong dau serai sekitar 5 cm di atas ligula dari bagian daun paling bawah yang kering. Pemanenan dapat dilakukan secara bertahap, setelah pemanenan pertama, pemanenan berikutnya dilakukan setelah 3 bulan pada musim hujan dan pada musim kemarau dilakukan setelah 4 bulan. Ada dua jenis pemanenan serai, yakni dengan diambil seakar-akarnya atau hanya dipotong daunnya saja dengan meninggalkan batang bawah sepanjang kurang lebih 5 cm. Panen ke lima ini atau panen terakhir dalam satu rangkaian fase panen serai merupakan pemanenan dengan mencabut serai hingga ke akar-akarnya karena tidak produktif lagi. PENYUSUN : ANI UFIZ LAELY, S.P SUMBER PUSTAKA https://ilmubudidaya.com/cara-menanam-serai-wangi https://www.faunadanflora.com/cara-dan-tips-budidaya-serai/ https://budidayakita.com/budidaya-Serai/