Loading...

PENANAMAN TUMPANGSARI JAGUNG KEDELAI

PENANAMAN TUMPANGSARI JAGUNG KEDELAI
Tumpangsari adalah bentuk pola tanam yang membudidayakan lebih dari satu jenis tanaman dalam satuan waktu tertentu. Tumpangsari ini merupakan suatu upaya dari program intensifikasi pertanian dengan tujuan untuk memperoleh hasil produksi yang optimal, dan menjaga kesuburan tanah. Sistem Tanam Tumpangsari adalah penanaman pada waktu yang bersamaan dua atau lebih jenis tanaman serealia dan kacang-kacangan atau lebih secara selektif yang dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik. a. Pengolahan Tanah Untuk lahan sawah pengolahan tanah dengan olah tanah minimum (OTM) dan tanpa olah tanah (TOT). Olah tanah minimum dilakukan setelah panen padi sawah dengan cukup membersihkan lahan dari tunggul jerami dan rumput. Selanjutnya dibuat alur bajak untuk tanam. Saluran drainase keliling lahan disiapkan. Untuk tanpa olah tanah, setelah panen padi sawah, lahan cukup dibersihkan dari tunggul jerami dan rumput dengan menggunakan herbisida pra tumbuh. Saluran drainase keliling lahan perlu dibuat. b. Penanaman 1. Setelah kondisi lahan optimal, segera dilakukan penanaman benih jagung dengan tugal. Jarak tanam jagung 40 cm (antar barisan) x 12,5 cm (dalam barisan), sedangkan jarak tanam kedelai 30 cm (antar barisan) x 10 cm (dalam barisan). Jarak barisan antara jagung dan kedelai adalah 40 cm, sedangkan jarak antara blok jagung atau kedelai adalah disesuaikan dengan perhitungan populasi dan/atau disesuaikan dengan lebar combine harvester untuk mempermudahkan pada waktu pemanenan (Gambar 2). 2. Untuk pertanaman kedelai dilakukan lebih awal dengan selang waktu tiga minggu sebelum penanaman jagung. 3. Penanaman benih kedelai sebanyak 2-3 benih per lubang, sehingga digunakan benih sebanyak 70 kg/ha. Penanaman benih jagung sebanyak 1 benih per lubang, sehingga digunakan benih sebanyak 25 kg/ha. 4. Populasi tanaman per hektar pada sistem tumpangsari ini menggunakan populasi rapat, kurang lebih 100.000 batang/ha untuk jagung dan 300.000 batang/ha untuk kedelai. 5. Untuk lahan yang belum pernah ditanami kedelai, sebelum tanam, benih kedelai dimasukkan dalam ember berisi air yang telah dicampur inokulan rhizobium untuk membasahi benih dengan larutan tersebut. Bisa juga menggunakan tanah secukupnya bekas ditanami kacang-kacangan sampai menutupi permukaan tanah yang akan ditanami kedelai. Gambar 2. Jarak Tanam Tumpangsari Jagung-Kedelaic. Pemupukan 1. Pemupukan menggunakan rekomendasi untuk jagung, sedangkan tanaman kedelai memperoleh manfaat dari pemupukan jagung Pemupukan pada jagung adalah 300 kg Urea/ha + 300 kg Ponska/ha + 1 ton pupuk organik/ha. 2. Cara pemupukan jagung + kedelai : 1/3 bagian dosis pupuk Urea dan seluruh dosis pupuk Ponska diberikan setelah tanaman tumbuh berumur + 10 hari, kemudian 2/3 bagian dosis pupuk Urea sisanya diberikan setelah tanaman berumur 35 hari. Pupuk organik diberikan setelah tanam dengan menutup lubang tanam jagung dan kedelai. d. Pengendalian Gulma Pengendalian gulma dapat dikombinasikan dengan herbisida dan penyiangan manual, dengan teknik sebagai berikut : • Penyemprotan herbisida purna tumbuh pada umur + 15 hari dengan dosis menurut petunjuk. • Penyiangan secara manual umur + 30 hari atau disesuaikan dengan pertumbuhan gulma. e. Pengendalian Hama dan Penyakit Pengendalian hama dan penyakit tanaman dilakukan dengan menerapkan kaidah pengendalian hama dan penyakit terpadu (PHT) yang meliputi pengelolaan/pemilihan varietas yang tepat, pengelolaan kultur teknis dan pengendalian biologis, sedangkan penggunaan pestisida dilaksanakan bila populasi hama melampaui batas ambang kendali. f. Panen 1. Panen dilakukan pada saat matang fisiologis yaitu untuk jagung bila biji telah mengeras dan membentuk lapisan hitam 50% dan klobot sudah mengering; dan pada kedelai bila polong pada batang utama berwarna coklat dan 95% daun telah menguning. 2. Panen dilakukan menggunakan power thresher atau combine harvester. 3. Gabah, tongkol dan polong yang dihasilkan dikeringkan dengan dryer atau dijemur hingga mencapai kadar air sekitar 14%. Dengan demikian semoga penggunaan sistem tanam tumpangsari dapat membantu peningkatan pendapatan masyarakat sekitar perkebunan/hutan. Bila setelah panen padi gogo diikuti oleh tanaman palawija yang lebih tahan kering, maka produktivitas lahan lebih meningkat dan pendapatan petani juga meningkat. Daftar Pustaka: 1. Direktorat Serealia. 2018. Petunjuk Pelaksanaan Tumpangsari, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian. Jakarta;2. Balai Pengkajian dan Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur. 2018. Panduan Teknik Budidaya Tumpangsari PAJALE 2018, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian.Jawa Timur.