Loading...

PENANAMAN TUMPANGSARI PADI - KEDELAI

PENANAMAN TUMPANGSARI  PADI - KEDELAI
Suatu hamparan lahan umumnya menggunakan sistem monokultur, baik pada musim penghujan maupun musim kemarau. Rekayasa sistem tanam dapat dilakukan untuk wilayah dan kondisi tertentu dengan mengoptimalkan penggunaan lahan dan air agar produktivitas lahan meningkat. Tumpangsari adalah bentuk pola tanam yang membudidayakan lebih dari satu jenis tanaman dalam satuan waktu tertentu. Tumpangsari ini merupakan suatu upaya dari program intensifikasi pertanian dengan tujuan untuk memperoleh hasil produksi yang optimal, dan menjaga kesuburan tanah. Sistem Tanam Tumpangsari adalah penanaman pada waktu yang bersamaan dua atau lebih jenis tanaman serealia dan kacang-kacangan atau lebih secara selektif yang dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik. 1. Pengolahan Tanah Pengolahan tanah di lahan kering dilakukan sebelum turun hujan dengan cangkul atau garpu. Pada daerah dengan kondisi tanah ringan, pengolahan tanah cukup dengan pembajakan 1 kali dan diratakan dengan garpu satu kali. Untuk lahan sawah pengolahan tanah dengan olah tanah minimum dan tanpa olah tanah (TOT). Olah tanah minimum dilakukan setelah panen padi sawah dengan cukup membersihkan lahan dari tunggul jerami dan rumput. Selanjutnya dibuat alur bajak untuk tanam. Saluran drainase keliling lahan disiapkan. Pengolahan tanah di lahan kering dilakukan sebelum turun hujan dengan cangkul atau garpu. Pada daerah dengan kondisi tanah ringan, pengolahan tanah cukup dengan pembajakan 1 kali dan diratakan dengan garpu satu kali. 2. Penanaman a. Setelah kondisi lahan optimal, segera dilakukan penanaman benih padi dengan tugal. Jarak tanam padi gogo adalah 20 cm (antar barisan) x 10 cm (dalam barisan), sedangkan jarak tanam kedelai 30 cm (antar barisan) x 10 cm (dalam barisan). Sedangkan jarak antara blok padi atau kedelai adalah disesuaikan dengan perhitungan populasi dan/atau disesuaikan dengan lebar combine harvester untuk mempermudahkan pada waktu pemanenan (Gambar 2). b. Untuk penanaman padi dapat dilakukan pada waktu yang bersamaan dengan penanaman kedelai atau akan lebih baik bilamana dapat dilakukan penanaman padi lebih awal sekitar 2 (dua) minggu sebelum penanaman kedelai. c. Penanaman benih padi sebanyak 3-5 benih per lubang, sehingga digunakan benih sebanyak 50 kg/ha. Penanaman benih kedelai sebanyak 2-3 benih per lubang, sehingga digunakan benih sebanyak 70 kg/ha. d. Populasi tanaman per hektar pada sistem tumpangsari ini menggunakan populasi rapat, kurang lebih 250.000 rumpun/ha untuk padi dan 300.000 batang/ha untuk kedelai. e. Untuk lahan yang belum pernah ditanami kedelai, sebelum tanam, benih kedelai dimasukkan dalam ember berisi air yang telah dicampur inokulan rhizobium untuk membasahi benih dengan larutan tersebut. Bisa juga menggunakan tanah secukupnya bekas ditanami kacang-kacangan sampai menutupi permukaan tanah yang akan ditanami kedelai Gambar 2. Jarak Tanam Tumpangsari Padi Kedelai 3. Pemupukan Untuk sistem Tumpangsari Padi Gogo-Kedelai, pemupukan menggunakan rekomendasi untuk padi gogo. Sedangkan tanaman kedelai memperoleh manfaat dari pemupukan padi gogo. Pupuk organik diberikan setelah tanam dengan menutup lubang tanam padi gogo dan kedelai. 4. Pengendalian Gulma Pengendalian gulma dapat dikombinasikan dengan herbisida dan penyiangan manual, dengan teknik sebagai berikut : • Penyemprotan herbisida purna tumbuh pada umur + 15 hari dengan dosis menurut petunjuk. • Penyiangan secara manual umur + 30 hari atau disesuaikan dengan pertumbuhan gulma. 5. Pengendalian Hama dan Penyakit Pengendalian hama dan penyakit tanaman dilakukan dengan menerapkan kaidah pengendalian hama dan penyakit terpadu (PHT) yang meliputi pengelolaan/pemilihan varietas yang tepat, pengelolaan kultur teknis dan pengendalian biologis, sedangkan penggunaan pestisida dilaksanakan bila populasi hama melampaui batas ambang kendali. 6. Panen • Panen dilakukan pada saat matang fisiologis yaitu untuk padi gogo bilamana 90% bulir padi telah menguning; untuk kedelai bila polong pada batang utama berwarna coklat dan 95% daun telah menguning. • Panen dilakukan menggunakan power thresher atau combine harvester. • Gabah dan polong yang dihasilkan dikeringkan dengan dryer atau dijemur hingga mencapai kadar air sekitar 14%. 7. Manfaat TumpangsariKeuntungan lain dari tanaman tumpangsari adalah; a) tenaga kerja untuk persiapan tanam dan pemeliharaan tanaman pokok menjadi berkurang, b) residu pupuk yang diberikan pada tanaman pangan yang diusahakan dapat dimanfaatkan oleh tanaman pokok, c) terjadi penambahan bahan organik dari sisa atau limbah tanaman pangan, d) tegakan tanaman pokok lebih baik, e) mengurangi penjarahan, f). pengembalaan ternak bebas dapat dikurangi (ternak perlu dikandangkan agar tidak merusak tanaman pangan yang diusahakan dan pemeliharaan ternak menjadi lebih intensif), serta g) pupuk organik atau pupuk kandang dapat digunakan sebagai substitusi pupuk anorganik atau sebagai sumber pendapat lain bilamana dijual. Daftar Pustaka: 1. Direktorat Serealia. 2018. Petunjuk Pelaksanaan Tumpangsari, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian. Jakarta;2. Balai Pengkajian dan Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur. 2018. Panduan Teknik Budidaya Tumpangsari PAJALE 2018, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian.Jawa Timur.