Seperti halnya ternak ruminansia yang lain, pemeliharaan kambing juga memerlukan keseriusan dalam penanganannya. Hal ini bertujuan agar hasil yang diperoleh lebih maksimal. Misalnya saja, dalam hal penanganan pemilihan bibit, pembuatan kandang, pemberian pakan berimbang, pemeliharaan kesehatan dan penanganan penyakit. Yang tidak kalah pentingnya juga, adalah penanganan khusus pada saat kambing melahirkan. Parameter berhasilnya perkawinan yang dilakukan adalah ternak betina tidak tampak lagi birahi. Hal ini dapat dilihat pada siklus birahi selanjutnya. Keberhasilan ini ditandai terjadinya kebuntingan. Namun, agar tidak terjadi kendala dalam proses selanjutnya, sejumlah penanganan perlu disiapkan. Ini disebabkan pada saat kambing betina memasuki bunting tua dan siap melahirkan, Masa inilah yang perlu diperhatikan dengan seksama. Seperti halnya manusia, kelahiran merupakan pertaruhan hidup dan mati, baik bagi induk maupun calon anak di dalam kandungan. Ada beberapa tahap dan perlakuan khusus yang harus diperhatikan dalam mengangani kelahiran pada kambing. Adapun perlakuan khusus tersebut secara lebih rinci adalah sebagai berikut: Penanganan induk menjelang kelahiran.Pada saat kambing sudah nampak bunting tua dan diprediksi sudah siap melahirkan, diusahakan ternak tersebut dapat langsung dimasukan kedalam kandang khusus kelahiran. Pemisahan dan perlakuan khusus di kandang tersendiri ini bertujuan agar ternak menjadi tenang dan nyaman menanti saat-saat terjadinya kelahiran. Pemisahan ini pun berguna untuk memudahkan peternak melakukan pemantauan terhadap ternak dan dapat sigap saat mengatasi situasi darurat. Penanganan selanjutnya adalah melakukan control dan pemantauan secara ketat. Kontrol dan pemantauan ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan ternak yang akan melahirkan. Bila perlu peternak harus sanggup tidak tidur. Hal ini perlu dilakukan karena banyak resiko yang akan timbul dalam proses kelahiran, baik bagi induk maupun anak yang akan dilahirkan. Hal lain yang tidak kalah pentingnya saat menangani ternak sebelum melahirkan adalah menyiapkan obat-obatan dan peralatan. Adapun obat-obatan dan peralatan yang dibutuhkan dalam penanganan kelahiran antara lain antibiotika, vitamin, obat bulus cotrimoxazole, yodium, hormon oxytocin, alat injeksi (suntikan), kapas, gunting, kain lap bersih, telur ayam kampung dua butir dan anggur minuman Penanganan induk setelah melahirkan.Biasanya kambing melahirkan anak dalam keadaan normal dan alamiah sehingga tidak memerlukan penanganan khusus. Artinya, saat melahirkan ari-arinya langsung terlepas dan sangat jarang terjadi kalau ari-arinya masih tertahan pada organ reproduksi. Namun demikian, tetap diperlukan beberapa perlakuan pada saat dan sesudah induk melahirkan anaknya (cempe). Setelah melahirkan anaknya, induk segera dipisahkan dari anaknya. Setelah itu, induk diberi dua kuning telur ayam kampung yang sudah dicampur anggur minuman sebanyak 50 cc. Pemberian campuran minuman ini dengan cara dicekok (per oral). Selain campuran telur dan anggur, induk segera disuntik dengan antibiotika dan hormon oxytocin, lalu diberi tablet cotrimoxazole kedalam vagina dan dicekok obat cacing. Pakannya cukup separo dari dosis yang biasa diberikan. Pemberian dengan dosis seperti biasa baru dapat dilkukan pada hari ketiga setelah melahirkan. Setelah tiga puluh menit sejak melahirkan, susu kolostrum diperah dari induk. Kolostrum merupakan susu pertama yang keluar dari ambing induk betina setelah melahirkan. Jumlah susu kolostrum yang diperah cukup 50% dari jumlah susu biasanya. Ini dimaksudkan agar kambing yang baru saja melahirkan tidak mudah terserang penyakit milk fever akibat seluruh produksi susunya diperah. Susu yang baru saja diperah diberikan pada anak kambing (cempe) hanya 50 cc saja. Untuk sehari, pemberian susu kolostrum ini dilakukan hingga lima kali.